Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nita

Ibu yang bekerja di rumah, yang punya idealisme membangun bisnis bersama suami tanpa perlu meninggalkan selengkapnya

Cara Masukin Gajah ke Kulkas

OPINI | 10 November 2009 | 18:49 Dibaca: 2166   Komentar: 10   1

Sebagian orang mungkin sudah sangat familiar dengan bunyi tebak-tebakan seperti ini “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Saya sendiri sejak sepuluh tahunan  yang lalu sudah sangat hapal dengan model tebak-tebakan seperti itu. Tapi sampe sekarang kalo dipertanyakan lagi pada yang masih sangat awam dengan permainan tebak-tebakan masih saja terasa “fresh” dan lumayan jadi humor pengobat stress hehehe…

Sampai pada kemaren pagi, di “rumah kantor” kami yang sangat sederhana sebelum awak Tim mulai beraktivitas seperti biasa suami saya sebagai Team Leader memberikan sedikit intermezo terlebih dahulu. Munculah permainan tebak-tebakan seperti di atas. Intinya, suami hanya ingin nge”test” kemampuan dan kecepatan analisa berpikir staf kami. Harapannya yang ditanya bisa menjawab dengan jawaban yang sangat sangaat sederhana tanpa perlu berpikir rumit terlebih dahulu.

“Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” “hmm..hmm…gimana yaa…” staf yang ditanya butuh waktu agak lama untuk menjawabnya (karena mikirnya sudah rumit duluan hehee…) Akhirnya… NYERAH !! Jawabannya sederhana: “Buka pintu kulkasnya, masukin gajahnya” hahahaha… Kebetulan Addin, 4 th, putra pertama kami yang saat ini duduk di TK-A sedang tidak sekolah karena dalam proses recovery sakit asmanya, lagi berada di ruangan kantor tersebut. Diam-diam dia menyimak apa yang ditanyakan si Papa kepada anak buahnya. Eh tiba-tiba Addin nyeletuk  ” Eh Papa SALAH Papa SALAH !! gajahnya gak mungkin masuk kulkas, gajahnya kan besar pintu kulkasnya kecil,  NGGAK CUKUP PA !!” katanya sambil berteriak-teriak protes…hehehehe…

Subhanallah… ternyata harapan kami tentang konsep kesederhanaan berpikir telah dilampaui oleh kritisi seorang Addin. Ternyata engkau sudah paham benar mengenai konsep besar dan kecil Nak…ternyata proses berpikirmu tidak sesederhana yang kami duga. Sungguh hal yang menakjubkan ketika setiap saat setiap waktu menyaksikan  “keajaiban demi keajaiban” dari tiap tingkah laku dan tutur kata kedua buah hati kami… Alhamdulillah… makasih ya Allah :)

Tags: addin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Secuil dari Acara Kompasiana Nangkring …

Find Leilla | | 28 March 2015 | 21:31

[kampretjebul4] Pasar Lanang dan Pasar Wedok …

Nanang Diyanto | | 28 March 2015 | 21:01

Daftar dan Tonton KompasianaTV di …

Kompasiana | | 13 February 2015 | 14:17

Warna-warni Devia Sherly dan Kolaborasi Tiga …

Alvidhiansyah Putra... | | 28 March 2015 | 17:47

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Belajar dari Olga Syahputra, Sukses Muda …

Pakde Kartono | 8 jam lalu

Mengapa Kamu Tidak Berjilbab? …

Feby Indirani | 14 jam lalu

“Evan Dimas Adalah Fotokopi Xavi ”Aji …

Attar Musharih | 15 jam lalu

ARB Prahara Bagi Golkar …

Restoe Bumi Victori... | 18 jam lalu

Dari BBM Naik, Pemerintah Ambil Dana Rakyat …

Ashwin Pulungan | 19 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: