Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nita

Ibu yang bekerja di rumah, yang punya idealisme membangun bisnis bersama suami tanpa perlu meninggalkan selengkapnya

Cara Masukin Gajah ke Kulkas

OPINI | 10 November 2009 | 18:49 Dibaca: 2143   Komentar: 10   1

Sebagian orang mungkin sudah sangat familiar dengan bunyi tebak-tebakan seperti ini “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Saya sendiri sejak sepuluh tahunan  yang lalu sudah sangat hapal dengan model tebak-tebakan seperti itu. Tapi sampe sekarang kalo dipertanyakan lagi pada yang masih sangat awam dengan permainan tebak-tebakan masih saja terasa “fresh” dan lumayan jadi humor pengobat stress hehehe…

Sampai pada kemaren pagi, di “rumah kantor” kami yang sangat sederhana sebelum awak Tim mulai beraktivitas seperti biasa suami saya sebagai Team Leader memberikan sedikit intermezo terlebih dahulu. Munculah permainan tebak-tebakan seperti di atas. Intinya, suami hanya ingin nge”test” kemampuan dan kecepatan analisa berpikir staf kami. Harapannya yang ditanya bisa menjawab dengan jawaban yang sangat sangaat sederhana tanpa perlu berpikir rumit terlebih dahulu.

“Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” “hmm..hmm…gimana yaa…” staf yang ditanya butuh waktu agak lama untuk menjawabnya (karena mikirnya sudah rumit duluan hehee…) Akhirnya… NYERAH !! Jawabannya sederhana: “Buka pintu kulkasnya, masukin gajahnya” hahahaha… Kebetulan Addin, 4 th, putra pertama kami yang saat ini duduk di TK-A sedang tidak sekolah karena dalam proses recovery sakit asmanya, lagi berada di ruangan kantor tersebut. Diam-diam dia menyimak apa yang ditanyakan si Papa kepada anak buahnya. Eh tiba-tiba Addin nyeletuk  ” Eh Papa SALAH Papa SALAH !! gajahnya gak mungkin masuk kulkas, gajahnya kan besar pintu kulkasnya kecil,  NGGAK CUKUP PA !!” katanya sambil berteriak-teriak protes…hehehehe…

Subhanallah… ternyata harapan kami tentang konsep kesederhanaan berpikir telah dilampaui oleh kritisi seorang Addin. Ternyata engkau sudah paham benar mengenai konsep besar dan kecil Nak…ternyata proses berpikirmu tidak sesederhana yang kami duga. Sungguh hal yang menakjubkan ketika setiap saat setiap waktu menyaksikan  “keajaiban demi keajaiban” dari tiap tingkah laku dan tutur kata kedua buah hati kami… Alhamdulillah… makasih ya Allah :)

Tags: addin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menikmati Kuliner di Puncak Gunung …

Ngesti Setyo Moerni | | 27 January 2015 | 06:26

Bila Mendadak Anda Ditangkap Polisi (Belajar …

Eddy Mesakh | | 27 January 2015 | 18:58

Inggris Kemproh dan Jorok …

Ardi Dan Bunda Susy | | 27 January 2015 | 14:45

6 Tips Raih Beasiswa Master ke Amerika …

Anet Adilla | | 27 January 2015 | 05:50

Tampil di KompasianaTV Harus Siap Mental …

Alan Budiman | | 27 January 2015 | 06:41


TRENDING ARTICLES

Kemana Jusuf Kalla, Saat Jokowi …

Thomson Cyrus | 7 jam lalu

“Diplomasi Makan Siang Jokowi” Tidak …

Benyaris A Pardosi | 7 jam lalu

Petugas Partai, Garis Komando PDI Perjuangan …

Isson Khairul | 8 jam lalu

KPK dan POLRI, Siapa Sesungguhnya Musuh …

Michael Sendow | 10 jam lalu

KPK Bukan Manusia Setengah Dewa …

Muthiah Alhasany | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: