Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nita

Ibu yang bekerja di rumah, yang punya idealisme membangun bisnis bersama suami tanpa perlu meninggalkan selengkapnya

Cara Masukin Gajah ke Kulkas

OPINI | 10 November 2009 | 18:49 Dibaca: 2108   Komentar: 10   1

Sebagian orang mungkin sudah sangat familiar dengan bunyi tebak-tebakan seperti ini “Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” Saya sendiri sejak sepuluh tahunan  yang lalu sudah sangat hapal dengan model tebak-tebakan seperti itu. Tapi sampe sekarang kalo dipertanyakan lagi pada yang masih sangat awam dengan permainan tebak-tebakan masih saja terasa “fresh” dan lumayan jadi humor pengobat stress hehehe…

Sampai pada kemaren pagi, di “rumah kantor” kami yang sangat sederhana sebelum awak Tim mulai beraktivitas seperti biasa suami saya sebagai Team Leader memberikan sedikit intermezo terlebih dahulu. Munculah permainan tebak-tebakan seperti di atas. Intinya, suami hanya ingin nge”test” kemampuan dan kecepatan analisa berpikir staf kami. Harapannya yang ditanya bisa menjawab dengan jawaban yang sangat sangaat sederhana tanpa perlu berpikir rumit terlebih dahulu.

“Gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas?” “hmm..hmm…gimana yaa…” staf yang ditanya butuh waktu agak lama untuk menjawabnya (karena mikirnya sudah rumit duluan hehee…) Akhirnya… NYERAH !! Jawabannya sederhana: “Buka pintu kulkasnya, masukin gajahnya” hahahaha… Kebetulan Addin, 4 th, putra pertama kami yang saat ini duduk di TK-A sedang tidak sekolah karena dalam proses recovery sakit asmanya, lagi berada di ruangan kantor tersebut. Diam-diam dia menyimak apa yang ditanyakan si Papa kepada anak buahnya. Eh tiba-tiba Addin nyeletuk  ” Eh Papa SALAH Papa SALAH !! gajahnya gak mungkin masuk kulkas, gajahnya kan besar pintu kulkasnya kecil,  NGGAK CUKUP PA !!” katanya sambil berteriak-teriak protes…hehehehe…

Subhanallah… ternyata harapan kami tentang konsep kesederhanaan berpikir telah dilampaui oleh kritisi seorang Addin. Ternyata engkau sudah paham benar mengenai konsep besar dan kecil Nak…ternyata proses berpikirmu tidak sesederhana yang kami duga. Sungguh hal yang menakjubkan ketika setiap saat setiap waktu menyaksikan  “keajaiban demi keajaiban” dari tiap tingkah laku dan tutur kata kedua buah hati kami… Alhamdulillah… makasih ya Allah :)

Tags: addin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 7 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 10 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 10 jam lalu

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 10 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 11 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 12 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: