Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asrim

Lahir di Makassar, Ijazah Dokter dari UNHAS Makassar, dapat Master di Amsterdam, Ahli Epidemiology di selengkapnya

Murid Jangan Coba Melawan Guru

OPINI | 26 November 2009 | 07:10 Dibaca: 534   Komentar: 1   0

Tempo doeloe cukup banyak perguruan silat yang didirikan oleh para pendekar dengan tujuan untuk mengajar dan melatih pemuda/pemudi anggota masyarakat agar mereka menjadi sehat badan dan rohani dan mampu membela diri dari serangan musuh, para murid yang sudah lulus alias menjadi pendekar kemudian akan diberi tugas untuk menyebar luaskan ilmu seni bela diri yang telah dipelajari. setiap perguruan maupun daerah punya kekhususan dalam hal jurus-jurus pencak silat misalnya ada perguruan yang punya jurus harimau, ada yang jurus monyet, jurus naga, jurus ular, jurus huruf dan banyak lagi nama-nama jurus yang terkenal. Dikenal pula adanya jurus-jurus simpanan atau jurus rahasia yang sangat ampuh dan hanya dikeluarkan jika bertemu musuh yang tangguh dan berbahaya.

Diantara para murid yang sudah menjadi pendekar ada yang tetap sejalan dengan policy perguruan tempat mereka dilatih dan tetap setia kepada para senior diperguruan tersebut mereka aktip menyebar nama harum perguruan dan ada pula yang memilih jalan lain yaitu menjadi rakyat biasa tapi ada juga yang berubah haluan menjadi penjahat.

Setiap perguruan biasanya melakukan reuni dan sekalian pertandingan antar murid untuk memperbaiki jurus-jurus silat mereka dan siapa tahu bisa diciptakan jurus-jurus baru yang lebih ampuh. Tentu saja murid yang sudah jadi penjahat akan dilaporkan ke perguruan dan perguruan berkewajiban untuk menangkap dan menghukum murid yang berubah haluan itu. Sang murid yang sudah jadi penjahat tentu tidak mau ditangkap begitu saja dan berusaha melawan dengan berbagai cara, ternyata ada murid jahat yang tidak dapat ditaklukkan oleh senior-senior dari perguruan mereka ….kenapa…..??

Karena mereka menguasai jurus yang sama dan tentu saja pertarungan selalu berakhir seri. Dari pengalaman itulah yang membuat para guru tidak mau mengajarkan semua jurus milik perguruan silat mereka, setiap murid bahkan diberi jurus yang berbeda sesuai dengan bakat dan tingkat kesetiaan murid. Jadi hanya murid yang sudah teruji kesetiaannya yang diberi jurus-jurus ampuh atau jurus pamungkas namun demikian sang Guru tetap menyimpan jurus andalan yang nanti kelak akan diturunkan pada orang tertentu saja.

Menyembunyikan jurus-jurus silat yang ampuh akhirnya menjadi turun temurun dan setiap generasi jurus silatnya akan makin berkurang dan seterusnya sampai akhirnya jurus-jurus tersebut lenyap dan hanya tersisa kembangannya saja. Seperti yang kita lihat sekarang sisa yang ada hanya dalam bentuk gerakan menyerupai tarian yang sama sekali tidak dapat dipakai bertempur melawan musuh …………………………..kata sahibul hikayat dari negeri dongeng.

Hikmah dibalik ceritera ini adalah; para Guru yang ada sekarang sebaiknya mengajar murid agar mau belajar mencari referensi jangan hanya belajar dari satu guru, carilah sumber ilmu yang lain jangan melulu dari buku panduan saja. (jkt 26/11/09)

Tags: pendekar guru

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 8 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 9 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepucuk Surat untuk Gadis Kaili….. …

Yukie Soentanie | 8 jam lalu

Haruskah Saya Gembok Akun-Akun Itu? Belajar …

Anggie D. Widowati | 8 jam lalu

Trik Marketing atau Trik Penipuan? …

Putriendarti | 9 jam lalu

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 10 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: