

Apakah memang benar-benar makanannya tidak enak? Sedangkan saya santai-santai menikmatinya.
Enak tidaknya hanya masalah selera dan pemikiran saja. Jangan menilai hanya menggunakan tolak ukur sendiri dan langsung memvonis suatu hal yang kamu rasakan.
Bagi kamu makanan itu tidak enak bukan berarti makanan itu benar-benar tidak enak. BUktinya saya masih bisa denga seenaknya menikmati.
Dari pengalaman ini, adalah juga bahwa dalam hidup ini sesuatu hal itu benar atau salah jangan menggunakan tolak ukur pemikiran kita sendiri. Benar atau salah, adalah tergantung dari sudut mana kita memandang.
Yang lebih penting lagi adalah, tak menjadikan kita selalu langsung memvonis atau menghakimi kesalahan orang lain menurut pemikiran kita pada saat melihat sebuah kesalahan.
Semoga meminjam peristiswa ini lebih banyak lagi mengajari diri saya sendiri, untuk tidak menjadi hakim dan selalu merasa benar sendiri.

Perbedaan itu sesungguhnya rahmat. Beragam pendapat akan memperkaya. Masalahnya, memang ada orang yang sibuk mendesakkan kebenaran dari sudut pandangnya sendiri. Padahal, semua di dunia ini relatif. Hehehehehe, hebat nggak Om kalimat saya? Hihihihihihihi
+1
-1
kok udah tahu hebat minta pengakuan lagi?
kalau gitu jadi gak hebat dong…..Iya bang, kebenaranku jangan memaksa untuk menyalahkanmu…tentunya, tiap malam begadang dalam rangka tugas atau iseng nunggu yang mulus2 lewat nih?
+1
-1

Menurut saya hakim sudah terlalu banyak dan dikompasiana ada juga hakim yaitu Budiman Hakim. Jadi saya setuju agar pak Kate jangan pernah berniat jadi hakim atau berniat menghakimi hakim-hakim, itu berbahaya kata bang Oma.
Seperti apa yang pak Kate katakan : Benar atau salah, adalah tergantung dari sudut mana kita memandang.
Saya menjawab hal itu benar. Tentang cara memandang ada beberapa hal bisa dengan mata kiri atau kanan atau keduanya. Atau juga dengan meminjam mata teman yaitu namanya mata-mata. Atau yang paling ekstrim dengan menggunakan mata KAKI. bayangkan…. semua perkara diselesaikan dengan tendangan ke selangkangan. Ya, itulah cara-cara penyelesaian tentang masalah gender ataupun masalah keluarga.
Semoga jawaban saya menyejukan, di mana mataku udah tinggal 5 watt. Bobok yuuuuuuuuukkk.
+1
-1
kalau bobo, pasti akan tutup mata….tapi masih ada mata lain yang terbuka, kan?
+1
-1

wah setuju banget nih!
tapi tetep saya gak mau makan daging buayaaa..
+1
-1
heheh..kok bisa sama posting soal makanan ya, udah sehati kali ya hahhahaaaa…
+1
-1
tapi jangan sampai juga dimakan buaya lho hihihihi
+1
-1
ya udah mas jangan menjelma jadi buaya-nya ya hahaha
+1
-1

Relativisme rasa = relativisme kebenaran … menarik
+1
-1

lebih enak kalo di traktir Pak Kate hehehehe….
+1
-1

Mengenai rasa memang relative, seperti pendapat teman saya bahwa bumbu adalah pembohong untuk lidah nomor satu, malah menurut dia makanan yang enak adalah makanan tanpa bumbu, tapi menurut saya malah bisa eneg ha ha ha, sebuah artikel sedrhn namun menggelitik
+1
-1
Guest User