Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ajay Santoso

Laki-laki Jombang,02 Pebruari 1976 Jl.anggrek 30 Mojowangi, Mojowarno, Jombang, JATIM, Indonesia

Bersahabat dengan Orang gila

OPINI | 03 January 2010 | 11:11 Dibaca: 265   Komentar: 2   0

Pernah temanku mengeluh karena Kakak perempuanya yang sedang mengalami stress, nggak mau di mandikan juga nggak mau makan, trus saya sarankan, kalau mau Kakakmu menurutimu kamu harus jadi temannya yang juga gila . Lho saya adalah saudaranya..jawabnya. Saya bilang temannya, saya tahu kamu saudaranya, tapi Kakakmu mungkin sedang nggak butuh saudara, karena menurut ceritamu, kakakmu stres karena ditinggal pacarnya, kemudian pihak keluargamu malah memarahinya karena hamil..dia sedang ingin lari dari permasalahan tapi karena keluarganya juga memusuhinya, dia tidak punya orang yang di percaya lagi, maka jadilah temannya. Maksudnya?… Jadilah orang gila juga.. karena perintah dari kita yang merasa marah, itu di dasari rasa sombong merasa yang waras, sehingga tanpa kita ketahui, tiap sugest atau saran dan perintah dari orang waras di aliri getaran jiwa yang bertentangan dengan jiwa orang yang nggak waras itu.., misal dia tertawa atau marah karena di ganggu anak kecil, maka kamu harus berimajinasi kalau benar ada anak kecil di situ, Kalau dia merasa di ganggu anak kecil itu, pura pura lah mengusir anak kecil itu, maka kakakmu akan melihat kamu dan kemudian memperhatikan mu.. nah itulah yang ku maksud kamu juga harus gila.. Kemudian cobalah menjalin ikatan batin dengan tiap kali berkata, landasi dengan perasaan kasih..karena sebenarnya manusia tiap kali otaknya peraktifitas, otak akan memancarkan gelombang radio atau entah apa namanya, yang juga bisa di terima orang orang sekitar, karena itulah kenapa ada orang yang mampu telepati dan hipnoytis. Tinggal kita mampukah memperbesar gelombang otak kita sehingga mampu menindas gelombang otak lawan sehingga menguasai dan mampu merintah otak itu….

Ketahuilah, orang gila bertemu dengan orang gila, mereka bisa berinteraksi, disitulah contoh sederhananya… jadi kalau mau bisa berkomunikasi dengan orang gila, kamu harus gila juga. Ha…ha….ha…. yang ngasih saran orang gila….percaya nggak percaya kamu harus gila juga… ini di buktikan temanku tersebut yang sekarang boleh di bilang pernah gila juga…rasain lo..emang gue aja… Ha…ha…ha….

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

Siswa Korea Tertarik “Sambal” Indonesia …

Ony Jamhari | | 02 October 2014 | 09:39

Belajar Mandiri dari Pola Didik Orangtua di …

Weedy Koshino | | 02 October 2014 | 09:53

Obat Galau Jurusan Kuliah …

Bening Tirta Muhamm... | | 02 October 2014 | 09:54

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44


TRENDING ARTICLES

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 6 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 8 jam lalu

MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kericuhan …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Sepedaku Dicolong Maling Bule …

Ardi Dan Bunda Susy | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 7 jam lalu

Korte Verklaring; Konsesus Uleebalang dengan …

Arjuna Zubir | 7 jam lalu

Djohar Arifin: Jika Lolos ke PD U-20, Timnas …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Wangi Kopi NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | 7 jam lalu

Belajar dari Pak Tani dengan Sawahnya di …

Karresa Karyanto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: