Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ayat-ayat Cinta for Kids; Panduan Cinta Berakhlaq Islami dan Beramal Shaleh bagi Anak

REP | 12 January 2010 | 04:05 Dibaca: 238   Komentar: 3   0

Mengajarkan anak untuk cinta beramal shaleh dan berakhlaq Islami seringkali terasa sulit dan susah. Anak mungkin dengan cepat dapat mengenal dan memahaminya, namun sedikit sekali orang tua yang mau mengukur sejauh mana ia mulai mengamalkan hingga mencintai amal shaleh dan akhlaq Islami tersebut. Sehingga manfaat pengenalan akan amal shaleh tersebut tidak dirasakan oleh anak-anak.

Lalu, bagaimanakah caranya agar amal shaleh dan akhlaq Islami yang disampaikan bukan hanya dapat dikenal oleh anak, tapi juga dapat dipahami, diamalkan, hingga dicintai serta memiliki manfaat?

Buku ini mencoba menyajikan beberapa pembahasan mengenai amal shaleh. Agar lebih menarik serta penuh dengan nilai edukasi, metode yang digunakan dalam buku ini adalah melalui kisah-kisah menarik yang berkaitan dengan tema pembahasan. Dimulai dari pengenalan setiap akhlaq Islami/amal shaleh, dilanjutkan dengan kisah-kisah yang berkaitan (seperti kisah Ibnu Sina yang cinta menunutut ilmu, lalu kisah seorang laki-laki pada zaman Nabi Sulaiman yang mendapatkan keutamaan, karena sangat mencintai orang tuanya dan berbakti kepadanya), dilengkapi mutiara hikah, dan diakhiri dengan ayat-ayat cinta beramal ahaleh dan berakhlaq Islami agar pengaruh amal shaleh dan akhlaq Islami membekas hingga diamalkan serta dicintai dalam setiap kehidupan mereka sehari-hari.

Lebih lengkap lagi, buku ini juga dilengkapi catatan harian beramal shaleh, yang dapat kamu isi dengan kisah amal shaleh yang kamu lakukan sehari-hari.

Pokoknya, adik-adik wajib baca, lho!

Mari bersama-bersama mengajarkan anak-anak kita untuk mengamalkan dan mencintai akhlaq Islami dan amal shaleh! Wassalam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 10 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring Bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

Menjadikan Negeri Sejuta Penulis Tewat Tagar …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Perkenalkan, Namaku Angin… …

Ani Istiqlalia | 7 jam lalu

Berkurban Itu untuk Siapa …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Surat Pembaca: Over Charge Speedy Telkom di …

Ayu Septyani | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: