Dalam tulisan Omjay terdahulu, saya tuliskan anak sekolahan pergi ke gunung di SINI. Pada kesempatan ini, saya ingin menceritakan perjalanan anak-anak SMP menuju gunung Sanggabuana. Para siswa kelas VII SMP Labschool Jakarta diberangkatkan dari sekolah pada 5 Februari 2010 pukul 08.00 WIB dengan terlebih dahulu dibariskan dilapangan upacara melakukan apel pagi yang diisi dengan berbagai sambutan yaitu:
Rombongan dilepas dari sekolah dengan menggunakan 6 buah bus hiba utama executive yang disewa oleh panitia. Setiap bus berisi 3 kelompok dan didampingi oleh 2 orang guru pembimbing dengan jumlah 54 orang per busnya. Nikmat sekali menggunakan bus hiba utama AC dengan mesin Hino buatan Jepang ini. Kami serasa nyaman berada di dalamnya. Pengelola bus Hiba ini memang sangat baik dalam pelayanan dan tak terasa usia perusahaan bus itu sudah 60 tahun. Hal itu tertulis dalam stiker yang tertempel di kaca bagian belakang mobil bus.
Sekitar pukul 10.30 rombongan sampai di Sanggabuana dan disambut oleh komandan pemeliharaan dan latihan kostrad TNI AD, Mayor Ahmad. Oleh teman-teman dari TNI-AD anak-anak didampingi menuju ke atas karena mereka akan menaiki anak tangga yang berjumlah 225 dengan jalan yang agak menanjak. Cukup lelah juga menaiki anak tangga ini, tetapi bila telah tiba di atas, kita akan menemukan kepuasan tersendiri karena melihat indahnya alam pegunungan di atas gunung sana.
Setelah beristirahat sebentar, anak-anak dikumpulkan kembali mengikuti materi pertama yang disampaikan oleh Kolonel Joko dari Kostrad TNI AD tentang Kepemimpinan. Beliau mngatakan setiaporang bisa menjadi pemimpin, tetapi tidak semua orang bisa memimpin. Anak-anak sangat antusias sekali mengikuti materi, meskipun ada beberapa siswa yang terlihat masih kelelahan dan kepanasan bermandikan keringat karena baru saja menaiki anak tangga yang berjumlah 225 itu. Terutama siswa yang bertubuh gempal dan berperut besar.
Setelah sampai di gunung Sanggabuana, anak-anak diperintahkan meletakkan barang-barangnya di barak tentara dan menyiapkan perlengkapan sholat untuk melaksanakan sholat jumat berjamaah di lapangan. Petugas khotib adalah bapak Uswadin dan muadzin adalah siswa kelas VII yang ditunjuk. Dalam khotbahnya pak Uswadin menyampaikan pentingnya generasi muda menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipadukan dengan keimanan dan ketakwaan, sehingga iptek dan imtak berjalan secara seimbang.
Sholat jumat ini diadakan diadakan di atas gunung Sanggabuana. Inilah sholat Jum’at yang terasa berkesan bagi anak-anak karena diadakan di atas gunung. Sudah delapan kali tak terasa saya merasakan sholat jumat di sini setiap tahunnya. Selepas selesai sholat, anak-anak diajarkan untuk mengikuti makan komando, para siswa dibariskan untuk makan siang bersama. Wah seru banget makan komando ini. Makan yang paling seru dan mungkin sangat berkesan di hati siswa karena mereka harus makan dalam hitungan waktu yang ditentukan oleh pelatih yang dipimpin oleh Kapten Ridwan. Kocak banget melihat anak-anak itu makan cepat dan harus menghabiskan nasinya masing-masing.
Setelah makan siang komando usai, mereka diberikan materi penanggulangan bisa ular oleh pak Nursidin. Beliau adalah seorang pawang ular yang terkenal di lingkungan TNI-AD. Anak-anak diberikan minuman serum anti bisa ular dan setelah itu ada siswa yg diminta untuk mencoba dipatok ular.
“Iiiih ngeri sekali melihat ada anak yang dipatok oleh ular. Banyak manusia yang tewas setelah dipatok ular. Hiiii sereeeeeem!”. Tapi kenapa anak-anak itu tidak takut ya? Karena merekasudah minum serum anti dipatok ular.
Sedang asyiknya kami bermain dengan ular, rupa-rupanya hujan turun cukup deras memabasahi bumi. Anak-anak dipersilahkan untuk mandi hujan. Mandi hujan nikmat sekali rasanya. Instruktur memerintahkan semua peserta mandi pada saat hujan deras karena bagus untuk kesehatan. Anak-anak menikmati sekali mandi hujan ini dan merasakan betapa hujan adalah nikmat Allah yang perlu disyukuri. Baju mereka basah oleh hujan, dan mereka sangat senang sekali bermandi hujan itu. Apalagi bermandi hujan bersama-sama di lapangan. Mereka tak takut sakit, karena mandi hujan di Sangga buana bagus bagi kesehatan dan terbebas dari polusi. (Bersambung)
Catatan:
Di gunung SanggaBuana Omjay bertemu dengan Salah satu Putri Indonesia dan juga artis Indonesian Idol serta salah satu the Master. Nanti akan Omjay ceritakan pada tulisan berikutnya. Mohon bersabar menunggu, karena akses internet di sini sangat lambat sekali maka tulisan ini belum bisa omjay kasih gambar, dan saya perlu kerja keras agar tulisan ini tiba di kompasiana.
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
