Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Waris Darmadi

NGRITIK KOMPASIANA SAMPE MODAR

Upacara Bendera Hari Senin

OPINI | 08 February 2010 | 01:23 Dibaca: 2246   Komentar: 10   2

Astaga! Anak-anak sekolah jaman sekarang, nggak mengenal lagi upacara bendera hari senin! Mereka yang badung, bahkan lebih memilih lari tunggang langgang saat dikejar satpam sekolah, guru BP, dan penjaga sekolah. Memelas sekali nasib generasi kita. Padahal, saya dulu dari SD sampai SMA kenyang dengan doktrin Upacara Bendera tiap hari Senin. Masih teringat jelas dalam ingatan tata acara Upacara.

01. Digiring untuk baris. Dikelompokan dalam kelas. Tiap baris ada yang memimpin. Ada juga inspektur.

02. Terus Bapak Kepala Sekolah Berdiri gagah di tengah-tengah. Guru-guru berdiri di belakangnya. Nanti ada acara penghormatan, ada acara pidato Kepsek.

03. Acara pengibaran bendera Merah Putih. Yang mengibarkan biasanya senior kalau SD. Sedang SMP dan SMA biasanya giliran per kelas. Dan tugas aling prestise adalah Pengibar Bendera, Pemimpin barisan. Kemudian pembawa acara. Paling ribet kalau dapat bagian membawa naskah UUD 45 dan Pancasila. Kalau SD tugasnya cuma menyerahkan saja ke Kepala Sekolah. Tapi kalau SMP dan SMA sudah boleh baca sendiri. Ribetnya, kalau baca sendiri nggak boleh belibet dan salah-salah.

04.Nyanyi. Saat pengibaran bendera Merah Putih menyanyi Indonesia Raya. Juga ada lagi nyanyian Mengheningkan Cipta, Hipne Guru. Huuuh, tapi gilanya, saat SD dengan mudahnya kita hapal semua laguĀ  wajib Upacara Hari Senin!

05.Barisan Lain. Saat SMP dan SMA, karena sudah mulai badung, nakal, dan suka membolos, saya selalu mendapat tempat barisan lain. Barisan Outsider. Khusus untuk anak nakal, telat upacara, tak disiplin. Nggak pakai topi, dasi, dan sepatu hitam.

Doktrin, Doktrin, dan doktrin! Upacara hari Senin. Berseragam. Nyanyi lagu kebangsaan. Hapal Pancasila dan UUD 45. Tapi… sampai setua ini saya hapal semuanya! Walaupun ukuran nasionalisme bukan semata hapal Pancasila, Pembukaan UUD 45, dan sebuah upacara tiap hari senin. Di mana dengan bangga saya hormat kepada sang saka Merah Putih. Walau dibakar sinar matahari pagi!

Saya sudah nggak sekolah lagi. Jadi nggak tahu saya apa masih ada Upacara Bendera tiap hari Senin. Tapi tayangan televisi pas Agustus dalam rangka hari Kemerdekaan, yang menayangkan anak sekolah, artis, NGGAK HAPAL Pancasila, apalagi Pembukaan UUD 45 walau sekedar alinea satttttuuuu saja!

Dan sekarang, pagi ini di hari senin saya melihat anak sekolah lari tunggang langgang dan saat ditanya ada apa? Menghindari Upacara Hari Senin. Lha, gimana kalau dulu mereka hidup di jaman ORBA kayak jaman saya sekolah?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Prabowo, Jokowi Mulai Lawan Megawati …

Mas Wahyu | | 29 January 2015 | 15:02

Siapa Suka Ada Konflik KPK vs Polri? …

Syaripudin Zuhri | | 29 January 2015 | 12:26

Pihak Kepolisian Australia Dijadikan Kambing …

Ronny Noor | | 29 January 2015 | 13:27

Menyoal Masa Depan Guru Honorer …

Dadan Saepudin | | 29 January 2015 | 12:28

Animasi Populer, Anak-anak, dan Bahasa …

El Mahvudd | | 29 January 2015 | 15:04


TRENDING ARTICLES

Menafsir Para Penafsir Jokowi dan Tafsirnya …

Felix | 6 jam lalu

Jokowi Hati-hati dengan Rekomendasi Tim …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Maaf, Tedjo Bukan Saingan Pak Tarno …

Dean Ridone | 10 jam lalu

Buya Syafii Maarif, Sekarang The Real …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Benny K. Harman, Hasto, dan Siluman Politik …

Susy Haryawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: