
Dibaca: 440
Komentar: 112
6 dari 9 Kompasianer menilai Bermanfaat
Lama-lama jengah juga membaca postingan kompasianer yang mengandung guyonan ngesek. Ada perasaan risih, sebab bagaimana pun pembaca kompasiana dan bahkan mungkin penulis tidak semuanya yang sudah menikah. Masih ada yang lajang dan kuliah, tentu ketika dihadapkan pada tulisn guyon ngesek ala dewasa tidak lah pantas disajikan.
Meski pun di tulis sedemikian halus namun kesan itu kadang membuat isi kepala mengkeret. Betapa tidak, Kompasiana yang diharapkan mampu memberikan pencerahan untuk para penulis pemula seperti saya. Sekaligus menambah wawasan yang tidak diperoleh dari dunia sekolahan, kampus bahkan lingkungan.
Ternyata isinya tidak seluruhnya dapat memberikan pencerahan. Terlebih guyon berbau esek-esek. Konon katanya tulisan beraroma pornografi tidak diperbolehkan. Tapi kenapa pihak admin tidak berusaha mencegah tulisan itu supaya tidak muncul. Keberagaman penulis dan pembaca salah satu faktor yang patut dipertimbangan.
Jika admin terus membiarkannya, niscaya kedepannya akan lebih marak dan sangat mengganggu. Orang pun enggan untuk berkunjung. Kecuali, tulisan kategori kesehatan, misalnya mengenai reproduksi atau penyakit kelamin. Mungkin bisa ditolelir. Mudah”an admin mendengar dan melakukan yang terbaik bagi awak kompasianer.***