Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Edukasi

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta, dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan ...

Jangan Merokok, karena Haram Hukumnya!

OPINI | 10 March 2010 | 11:59 403 43 3 dari 4 Kompasianer menilai Bermanfaat

http://rukzolanganz.wordpress.com/2009/11/03/kuingin-berhenti-merokok/

http://rukzolanganz.wordpress.com/2009/11/03/kuingin-berhenti-merokok/

Membaca Kompas hari ini, Rabu 10 Maret 2010 tentang pengumuman organisasi Islam Muhammadiyah bahwa merokok Haram membuat saya mencoba menuliskan pengalaman pribadi yang sudah pernah merokok dan sekarang telah berhenti merokok.

Saya membaca ulang kompas hari ini:

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Selasa kemarin, mengeluarkan fatwa merokok hukumnya haram. Keputusan tersebut diambil dalam halakah tentang Pengendalian Dampak Tembakau yang digelar di Yogyakarta, Minggu (7/3)

Saya sangat menyambut baik pengumuman ini, sebab merokok jelas tidak baik buat kesehatan kita. Dulu saya adalah perokok berat, kalau sehari saja saya tak merokok, maka ada sesuatu yang terasa hilang. Saya seperti resah dan gelisah. Tetapi ketika saya telah merokok, maka saya merasakan sebuah kenikmatan yang tak bisa saya lukiskan. Nikmat dan enak!. Itulah perasaan saya waktu itu. Bahkan dalam sehari saya bisa menghabiskan 3 bungkus rokok gudang garam filter.

Namun seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit saya bisa menghilangkan kebiasaan merokok itu. Memang berat dan sangat susah. Memang saya tak langsung serta merta berhenti. Saya berhenti secara bertahap dan lama kelamaan berhenti sama sekali dari kegiatan merokok. Kalau ada perasaan yang amat sangat, biasanya saya menggantinya dengan memakan permen atau makanan ngemil lainnya. Akibatnya, sekarang ini tubuh saya jadi bulet kayak gini, hehehehe.

Merokok bagi kaum laki-laki memang sangat mengasyikkan. Apalagi bila ada teman yang juga ikut merokok. Rasanya nikmat banget bila bisa bergabung dalam orang-orang yang merokok. Ketika seorang dokter ahli jantung yang merupakan sahabat saya menyarankan untuk berhenti merokok, memang susah sekali. Kayak orang yang sudah kena “narkoba” saja. Tetapi ketika saya melihat sahabat saya yang terkena penyakit jantung dan paru-paru akibat merokok, saya jadi berusaha keras untuk berhenti merokok. Saya takut paru-paru saya bolong akibat rokok. Alhamdulillah, sekarang saya benar-benar sudah berhenti merokok dan rasanya hidup lebih nikmat tanpa rokok.

Dulu saya beranggapan kalau tidak merokok itu saya tidak bisa mikir, tetapi ternyata itu hanya sugesti saya saja. Setelah saya tinggalkan rokok, toh saya masih bisa berpikir dan berkarir. Bahkan tulisan-tulisan saya di berbagai media dan buku telah semakin banyak pula.

Karena itu. saya memahami sejumlah alasan mengapa PP Muhammadiyah mengharamkan merokok seperti apa yang dituliskan Kompas hari ini. Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khaba’is yang dilarang dalam Al Quran (QS 7:157). Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan, bahkan, merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga bertentangan dengan Al Quran (QS 2:195 dan 4:29).

Semoga teman-teman yang masih merokok, bisa bertahap mengurangi rokok dan lalu berhenti secara total. Tidak mudah memang, tetapi demi kesehatan jantung dan paru-paru kita, maka sayangilah diri anda. Sudah banyak manusia mati sia-sia dan meninggalkan penyakit akibat rokok. Oleh karena itu, Yuk Kita tinggalkan kegiatan merokok, dan gantilah dengan aktivitas lain yang bermanfaat untuk diri anda dan orang lain.

Cuma ada sedikit ucapan saudara saya yang kerja di pabrik rokok berkata, “Kalau kamu dan semua orang berhenti merokok, pabrik rokok ini tutup dong!:. Saya tak bisa menjawabnya, biar pemerintah saja yang jawab, sebab cukai rokok besar juga untuk pemasukan negara.

Salam Blogger Persahabatn

Omjay

http://wijayalabs.com


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012