Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fathor Rahman

Setiap manusia akn mengalami kegagalan… Untuk itu, percayalah setiap kegagalan adalah awal kesuksesan… Atau kesuksesn yang tertunda selengkapnya

Pajak Bos Disosialisasikan

REP | 29 March 2010 | 04:54 Dibaca: 153   Komentar: 0   0

Kompasiana, Situbondo- Bertempat di Aula SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Arjasa, Situbondo, Jawa Timur diadakan sosialisasi pembayaran pajak terhadap dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang ada di lingkungan kabupaten Situbondo. Mengingat, pentingnya pembayaran pajak pratama sesuai dengan yang diamanatkan dalam Permendiknas (peraturan pendidikan nasional) nomor 02 tahun 2008.

Drs. Parto Suyono MM saat memberikan sosialisasi Pajak Bantuan Operasional Sekolah

Drs. Parto Suyono MM saat memberikan sosialisasi Pajak Bantuan Operasional Sekolah

Drs. Parto Suyono MM selaku manager BOS kabupaten Situbondo menghimbau kepada puluhan kepala sekolah (Kasek) dan bendahara sekolah yang hadir dalam acara tersebut agar memprioritaskan kepentingan sekolah dalam merealisasikan dana BOS. Bahkan, sekretaris Dinas Pendidikan Situbondo ini mengharapkan pembayaran pajak dalam setiap pengeluaran dari dana BOS. “Kami berharap kepada sekolah untuk selalu membayar PPN dan PPh setiap mengeluarkan dana BOS yang diatas Rp. 1 juta karena itu semua telah diatur dalam Permendiknas nomor 02 tahun 2008,” pintanya.

Dalam acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh seluruh kasek dan bendaharan SD yang menyebar di tujuh kecamatan. Meliputi kecamatan Panji, Mangaran, Kapongan. Selain itu kecamatan Asembagus, Banyuputih, Arjasa, dan Jangkar.

Sekolah, kata Parto, harus membuat RKAS dan RAPBS dalam hal penerimaan dana BOS. RKAS dan RAPBS dibagi dalam dua tahap yakni pertahun pelajaran ( mulai bulan Juli sampai Juni, red) dan tahun anggaran (mulai bulan Januari sampai Desember, red).

Pria yang berdomisili di Kelurahan Mimbaan, kecamatan Panji ini juga meminta kepada kasek untuk membeli buku teks pelajaran. “Tidak hanya itu, kasek juga wajib membeli buku agama dan SKB dalam tahun 2008 ini,” tegas Parto.

Pihaknya Dispendik Situbondo menghimbau agar dalam pembelian buku untuk tidak tergiur pada tawaran-tawaran yang datang ke sekolah, karena ditakutkan tidak sesuai dengan spek yang ditetapkan. “Takut terjadi seperti di kabupaten lain beberapa bulan lalu, dalam buku itu terdapat pelecehan agama conthnya,” cerita Parto.

Disisi lain, Drs Adiyono, kepala UPTD Dispendik Kecamatan Arjasa mengatakan, dalam penerimaan dana BOS ini tiap-tiap murid mendapat bantuan . Untuk SD sebesar Rp. 33 ribu dan SMP sebesar Rp. 35 ribu. “Akan tetapi, Bos diberikan kepada siswa tidak secara langsung. Melainkan mengikuti 13 kriteria (item, red) dalam hal pelaksanaannya, yang intinya untuk operasional sekolah,” terang Adiyono di sela-sela acara (hor)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

US Dollar Bukan Sekedar Mata Uang …

Arif Rifano | | 25 July 2014 | 11:21

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 2 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 6 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 8 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: