Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rahima

Seorang Ibu dan seorang PNS yang sedang bertugas belajar di Universitas Al Azhar, Cairo

Rahasia Angka 7 dalam AlQuran (2)

OPINI | 08 April 2010 | 10:18 Dibaca: 5516   Komentar: 6   0

Bismillahirrahmaanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Saya sambung kembali lanjutan rahasia angka 7 ini.

Namun sebelumnya, perlu saya jelaskan dulu, bahwa penyebutan angka 7 dalam AlQuran, dan yang sedang kita bicarakan saat ini, bukan berarti, hanya angka 7 ini saja yang memiliki keistimewaan. Dalam AlQuran bukan hanya angka 7 saja disebutkan, masih ada angka yang lain, seperti angka 11, 13, 17, 19 dllnya.

Kita yakin dan percaya, semua angka yang disebutkan didalam AlQuran memiliki keistimewaan tersendiri, karena setiap huruf, lafaz, kalimat dalam AlQuran memiliki tanasuq dan tanasub tersendiri.

Contoh saja, surah Yasin, kenapa didalam hadits disebutkan kalau surah Yasin ini adalah qalbu=pusat=jantung/hatinya AlQuran?

Ada ulama yang meneliti hal ini, dan terbukti, kalau memang, ayat ini, selain memiliki keutamaan dalam hal membacanya, juga isi kandungannya, balaghahnya. Dari sisi jumlah huruf, kalimat, dikaitkan juga dengan fawatih(pembuka surahnya), yang terdiri dari ayat Muqattha’ah, atau huruf Mumayyazah(istimewa), semacam Alim Lam, Min, Alif lam ra…dsb.

Dilihat dari qalb=hati/jantung, kita tahu, tidak dikatakan qalb, kecuali karena bulak-baliknya itu.

Setelah diteliti, ternyata memang tepat surah Yasin ini dikatakan Jantungnya AlQuran, karena letaknya memang di tengah-tengah jumlah dari surah yang dibuka dengan huruf muqatta’ah tadi. Huruf mumayyazah/muqattha’ah (Shaad, Nuun, Alif lam Mim,.dst itu), didalam AlQuran, jumlahnya ada 29. dan surah Yasin ini, terletak dinomor ke-19 dari dari pembuka surah yang terdiri dari huruf istimewa tadi.

Disisi lain, bila dijumlahkan, dikali-kalikan, atau dibagi-bagikan, jumlah huruf, kalimatnya dengan terbalik-balik, depan kebelakang, belakang kedepan, hasilnya tetap saling berkaitan.

Kita kembali ke pembicaraan saya, sebelum melanjutkan lagi, perlu saya tekankan disini beberapa UU dalam penghitungan nomor ini.

  1. Mushaf yang dipakai adalah mushaf Utsmani, karena Mutshaf inilah yang sudah banyak disepakati ulama. Setelah kita tahu, bahwa hakikatnya dalam hadits Rasulullah, kalau AlQuran itu diturunkan dalam 7 huruf. Dan semuanya sah-sah saja, sepanjang ayat rahmat, tidak ditukar menjadi ayat azab,..dst..
  2. Huruf Athaf “Waw” (Dan) , masuk dalam hitungan kalimat. Kenapa begitu? Karena didalam bahasa Arab, yang dinamakan kalimat adalah “Isim, Fi’il dan huruf”. Dan Waw, ini termasuk dalam kategori “huruf”, jadi masuk dalam kategori kalimat.Dan kalimat Waw, atau dan ini=tambah (+)memiliki arti/peran yang cukup besar dalam penjumlahan.perkalian dalam hitungan matematika
  3. Huruf Hamzah, tidak masuk dalam hitungan huruf. Karena huruf Hamzah, semasa turunnya AlQuran dalam zaman Rasulullah, tidak dituliskan. Contoh kalimat Assamaa(السماء) dengan hamzah dalam masa turunnya AlQuran ditulis dengan (السما), tanpa hamzah. Begitupun huruf mad, tanda tajwid, dllnya yang merupakan tambahan, setelah zaman diturunkannya ayat, tidak masuk dalam hitungan.
  4. Kemudian yang dihitung berdasarkan ratsam=yang ditulis, bukan yang dilafazkan. Seperti lafaz “Dzaalikal kitaab”(ذلك الكتاب).

Kalau kita baca “Dzalnya” kan panjang(ada alifnya), sementara dalam tulisannyakan Dzal saja. Baru dikasih tambahan “semacam alif tergantung itu), begitu pula dengan kalimat Alkitaab, yang tertuliskan Alkitab. Nah, dalam penghitungan, yang dihitung hanya berupa tulisannya saja, tidak sebagaimana yang dilafazkan. Ini UUnya agar tidak terjadi kesalahan dalam penghitungannya.

Saya lanjutkan lagi dari pembicaraan tulisan angka 7 kemaren.

== Awal ayat dan akhir ayat dengan nomor 7

Awal ayat dalam AlQuran adalah “Bismillahirrahmaanirrahiim”(بسم الله الرحمن الرحيم)

Sengaja dalam bahasa Arabnya saya jarakkan kalimat perkalimatnya. Agar memudahkan dalam penghitungannya.

Kalimat Bismillahirrahmaanirrahim(lihat dalam bahasa Arabnya), terdiri dari 4 kalimat.(Bismi…Allah….Arrahman…Arrahiim)

Huruf masing-masingnya :

Bismi(lihat Arabnya)= 3huruf

Allah= 4 huurf

Arrahman= 6 huruf

Arrahim=6 huruf.

Kalau digabungkan, menjadi 6643, merupakan perkalian angka 7.

6643=7×949.

Kalau kita lihat lagi, kalimat “Allah”, terdiri dari huruf (Alif Lam Ha).

Coba kita cari dan hitung dari ke -4 kalimat dalam lafaz “Bismillahirrahmaanirrahim”, tadi kita temukan huurf Alif, La dan Ha nya ada berapa kali, dan coba digabungkan dan dihitung, akan ditemukan juga perkalian, atau pembagian angka 7.

Lafaz Bismi= Tidak ada huruf alif lam ha nya disana, maka ditulis Zerro(0)

Lafaz Allah = ada 4 huruf tercantum huruf (Alif lam dan ha)

Arrahman= 2 huruf, yakni Alif dan Lam saja

Arrahim=2 huruf juga alif dan lam.(dari lafaz Allah tadi)

Coba kita susun angkanya menjadi 2240.

Maka akan terlihat 2240 adalah perkalian dari angka 7.

2240=7×320.

Coba kita lihat akhir ayat adalah surah annaas.

Minal jinnati wa annaas(silahkan lihat di AlQuran tulisan Arabnya).

Akhir ayat terdiri dari 4 kalimat

Min aljin- wa annaas.

Kalimat Min=2 huruf

Aljinnati= 5 huruf

Wa=1huruf

Annaas=5 huruf.

Gabungkan menjadi 5152, ini adalah hasil dari perkalian angka 7 juga 5152=7×736

Begitulah seterusnya…dan seterusnya, kalau kita mencoba memakai matematika/hitungan dalam AlQuran, luar biasa. Apalagi, kalau dihubungkan dengan kesesuaian akhir ayat, atau kalimat yang terdapat dalam ayat itu berapa,..

Contoh dalam surah Al Kahfi mereka berdiam disana 300+9=309 thn.

Coba deh dihitung, pakai computer saja biar gampang huruf “Waw” nya dalam surah kahfi tersebut, ada berapa jumlahnya, dan lihat berapa jumlah bilangan yang disebutkan dalam AlQuran masa pemuda berdiam didalam gua? Bittamaam, walkamaal=309 kalimat.(Ini menandakan bahwa huruf athaf ”waw” juga masuk dalam kalimat.(lihat kitab Mu’jizat AlQuran masa maklumatik hal 37).

===Kita lihat lagi ‘ijaz yang lain, dari ayat AlQuran

“Wassamaa banainaahaa biaidin, wainnaa lamuusi’uun(Lihat Q.S Addzariyaat 47).(dan langit kami bangun dengan tangan (Kami), dan kami juga yang meluaskannya)

Kenapa dalam kalimat ayat diatas dipakai kalimat “Banainaaha”(kami bangun), kenapa kalimat langit tidak dipakai dengan “fadaa”(Planet). Dan kenapa dipakai kalimat Muusi’uun(meluaskannya), dalam bentuk kata kerja (Maadhi, mudhari, dan haadir).past tense, future, maupun present tense?

Subhanallah tasasuq dan tanasub ayat. Karena memang, hakikatnya langit itu meluas terus, dan baru diketahui manusia setelah abad ke-20. Alam ini akan bekembang terus, mulai dari dulu, sekarang sampai batas yang hanya Allah saja yang maha tahu., karena itulah dipakai lafaz ketiga-tiga kata kerja, masa lampau, yang akan datang dan masa sekarang.(muusi’uun).

(Lam dalam kalimat lamuusi’uun adalah lamuttakkid=menguatkan).

Bukan dipakai kalimat madhi(past) ausa’a, atau yuusi’u atau waasi’(luas/meluaskan juga artinya), tapi dipakai fungsi kalimat yang sesuai dengan makna dan realitanya, yakni dipakai untuk zaman ketiga2nya. Maka dipakai kalimat “Muusi’un”.

Cobalah kita hitung jumlah huruf ayat diatas(ingat hamzah, mad dan tanda tajwid tidak masuk dalam hitungan).

Waw=1 huruf

Assama=5 huurf

Banainaha=6 huruf

Biayyidin= 5 huruf

Waw=1 huruf

Inna=3 huruf

Lamuusi’uun=7huruf

Kalimat dalam ayat ini ada 7 kalimat, hitungan hurufnya ada 28 huruf. Dan ini adalah perkalian dari angka 7 juga.(7×4=28)

Sekarang kita gabungkan dimulai dari bawah :7315651, ada 7 kalimat, cobalah dibagikan dengan angka 7. hasilnya akan semacam ini:7315651=7×223591, untuk memudahkannya angka tersebut dibagikan 7 saja. Jadi, merupakan perkalian dari angka 7, sebagaimana pembahasan semula kita. Dan ayat ini, juga akan bisa dikembangkan lagi..begitulah seterusnya.

Dan tujuan dari penulisan ini, hanyalah untuk menambah keimanan kita saja. Kalau AlQuran itu benar2 kalamullah dan penuh rahasia yang entah sampai kapan rahasia-rahasia lainnya terkuak. Dan kalau orang kafir tak bisa meyakini/mempercayai kalamullah ini dari sisi mu’jizat lafaz bahasa Arabnya, mu’jizat balagiahnya, apakah mereka juga menafikan kejelian angka dalam AlQuran? Siapakah manusia ataupun makhluk yang mampu menandingi AlQuran kalamullah ini? Tak ada satupun, itulah jawabannya.

Karena Allah memag maha Esa, dalam segala hal. Esa dalam sifat, esa dalam dzat, esa dalam perbuatan. Inilah yang dinamakan tauhid Uluhiyyah, Rububiyyah, tauhid Asma wassifat. Kita harus benar-benar meyakini akan hal ini. Tidak ada tiga tuhan, anak tuhan, bapak tuhan, tidak ada hukum yang kita pakai selain hukum Allah semata. Kalau ada hukum adat/negara yang bertentangan dengan hukum Allah ta’ala, maka manusia harus tunduk dan patuh, mengikuti hukumAllah, bukan hukum adat ataupun negara sekalipun, meski kelihatan dari kasat manusia, bahwa hukum yang dibuat manusia itu manfaatnya untuk kepentingan banyak orang, tapi yang tahu hikmah dari hukum itu, hanyalah Allah sendiri.

(Ingat firman Allah, bisa jadi yang kamu kira baik untuk kamu, hakikatnya dia tak baik untuk kamu, dan bisa jadi yang kamu tidak sukai, kamu kira tak baik untuk kamu, tetapi hakikatnya dia baik untuk kamu, karena yang tahu mana terbaik untuk manusia hanyalah Allah semata) Dan ini tentu (bila memang hukum tersebut sudah ada diatur oleh Islam).

Itulah baru kita dinamakan Tauhid sebenar-benar TAUHID Meng esakan Allah dalam segala lini kehidupan kita. Kalau kita tak ikuti hukum Allah, berarti masih ada kesyirikan terselubung masih bersemayam dalam jiwa dan tubuh kita. Naudzubillahimindzalik.

Demikian, tulisan ini hanyalah sekedar pengingat, pendorong belaka agar kita benar-benar sadar, kita manusia lemah, dan kita harus mengEsakan Allah ta’ala, maka lihatlah mu’jizat yang terkandung dalam AlQuran, dalam penciptaan alam, dalam penciptaan diri kita sendiri. Sungguh sangat tidak wajar kita berhukum dengan hukum selain hukum Allah ta’ala. Sungguh sangat miskin diri manusia, kalau dia tak pernah menyentuh dan mentadaburi isi kandungan ayat dalam AlQuran meskipun hanya satu dua ayat.

Karena jiwanya telah miskin untuk merenungi kandungan AlQuran, sibuk dengan urusan duniawiyah semata. Bukankah dalam hadits disebutkan, yang dikatakan kaya bukanlah dengan banyak harta(pangkat, jabatan), tetapi yang dikatakan kaya, adalah dengan kayanya Jiwa?

Dan kalau mau dipelajari, masih sangat banyak mu’jizat angka 7 ataupun 19 atau angka lainnya dalam AlQuran, dan hubungannnya dengan ayat AlQuran itu sendiri, ditinjau dari hitungan, ataupun kandungannya. Namun, saya cukupkan sampai disini saja. Terlebih dan terkurang saya mohon maaf bila terjadi kesilafan. Keslalahan berasal dari saya, yang benar, pasti dari Allah semata.

Wassalamu’aikum. Rahima 8 April 2010

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 3 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 5 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 6 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 7 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 7 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 8 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 9 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 9 jam lalu

Perjamuan Akhir di Bali …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: