Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Sales Assuransi Jiwa, Tante kan Masih Muda…….

OPINI | 14 April 2010 | 09:23 Dibaca: 614   Komentar: 9   0

ilustrasi saja, ini bukan ketiduran tetapi lagi mikir berat, foto milik rudi esape

ilustrasi saja, ini bukan ketiduran tetapi lagi mikir berat, foto milik rudi esape

Awal tahun delapan puluhan, sore sore pulang kuliah sambil leye leye saya baca koran pagi yang belum sempat dibaca, lho kok ada tawaran menarik untuk jadi sales assuransi jiwa.

Mikir lama, boleh juga nih, siapa tahu keterima, modal sedikit sudah ada tambahan, Sarjana Muda. euy. Hehe…. Masih geer geernya.

Dulu jaman saya kuliah, masih ada itu sarjana muda dan memang pas, masih muda sudah sarjana, walaupun masih sarjana muda. Bingung nggak seh bacanya kok bolak balik.

Nah, saya tulis surat lamaran kerja, dibawa sendiri, enggak boleh dikirim. Mungkin mau lihat tampangnya juga kali ya, hehe

Saya masih ingat tempatnya di Tanah Abang Dua, di sekitar Kantor Koran Berita Buana.
Setelah lamaran saya diperkisa, saya dinyatakan langsung diterima dan seminggu kemudian langung mendapatkan pelatihan, selama dua minggu termasuk penutupannya jalan jalan ke Pelabuhan Ratu. Semua biaya pelatihan ditanggung kantor dan………..ternyata saya sudah dapat honor, yang diberikan setelah selesai pelatihan.

Selesai pelatihan. apalagi, ya sudah tinggal cari mangsa, hahaa.
Lama sekali mikir, siapa ne mangsa pertama yang akan saya kerjain, haha, jadi geli. Walaupun sudah pelatihan dua minggu tetap saja rasa malu menghdapi orang lain untuk menawarkan sesuatu, enggak ketulungan.

Seminggu belum jalan, malu juga dengan perusahaan, wadow bagaimana ne, padahal uang jalan ada , honor diberi yang diambil setiap minggu. enggak enak juga, dapat uang jalan dan honor enggak kerja.

Kebetulan didekat rumah Om saya di Salemba Tengah ada pegawai yang kerja di TVRI, sudah umur keliatannya, paling enggak sebayalah dengan Om saya, tetapi istrinya masih muda, nah ini dia saya pikir, kayaknya cocok ne.

Suatu sore pulang kuliah saya keluarkan tekat baja, saya mampir kerumah tetangga Om saya itu, e, Rudi, ada apa, istrinya menyapa lebih dulu, ayo mari masuk lanjutnya.

Enggak usah tante disini saja, saya mau ketemu dengan Om Suryo, katakanlah begitu namanya. Saya mau ngobrol sedikit. Kalau bisa nanti Minggu sore, mungkin Om Suryo ada waktu.
Boleh boleh, kata si tante, kayaknya bapak enggak kemana mana deh. Nanti saya sampaikan. Rudi datang saja kesini ya.

Ya, tante, terimkasih banyak.
Ya, selamat ya, dia memnambahkan.
Untungnya saya masih bisa nahan waktu itu, nggak pakai dadah dadahan, coba, kalau dadah dahan ada yang lihat……….hehe

Minggu sore tiba. Sesuai janji , saya harus datang. Deg deg plass juga dibuatnya. Maklum mangsa pertama. Saya hapalin mati matian, teori yang sudah dipelajari, tidak duduk dulu sebelum dipersilahkan, jangan duduk di kursi yang diperuntukan untuk keluarga kursi yang ada tiga dudukannya, bagaimana memulai bicara dan sterusnya.

Setelah saya sampaikan maksud dan tujuan, eh si Om malah kaget. Mungkin, ini anak ngapin juga nawar nawarin assuransi, hehe. Setelah dia tanya soal sekolahan saya, saya bagaimana , sudah berapa lama di Jakarta dan sebagainya, tibalah dia menyampaikan pokok pembicaraan.

Dik Rudi, katanya memulai pembicaraan……….Om kan sudah tua, tidak perlu lagi asuransi, sebentar lagi juga sudah pensiun.

Mendengar jawaban seperti itu, saya sempat dibuat bingung juga, saya masih sempat ngeles sedikit, tetapi kelihatannya si Om, tetap tidak tertarik dengan tawaran saya……..lho dilalah ini dia, kesalahan besar yang sepertinya pernah saya perbuat terhadap orang lain dalam pemasaran dan akhirnya saya putuskan berhenti dan tidak sanggup, saya yakin ini bukan bidang saya atau belum waktunya……….

Ya, sudah kamu mau bilang apa ke si Om, kok kelihatannya serius banget ne?
Saya bilang begini…………
Kalaupun Om sudah tua, kan Tante, masih muda………….hahhaaaa

Si Om, langsung memaku, matanya stengah melotot…….. sudah tidak mau bicara lagi, entah karena apa, untung enggak terkencing kencing. Saya malu besar dan telah berbuat salah besar. Buru buru saya minta pamit. Datang salaman, pulangnya sudah tidak lagi, hehe…….

Aduh, geli juga kalau di ingat ingat, ini kompasiana ada ada saja, di suruh nulis pengalaman kerja pertama

Salam

Tags: kerjapertama

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 12 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 12 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 13 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 16 jam lalu

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: