Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdul Muid

Nama asli saya: Abdul Muid. Saya adalah seorang pemuda dari Pamekasan Madura Jawa Timur. Saya pernah mengenyam pendidikan selengkapnya

Peranan PT Pesantren dalam Era Baru

OPINI | 15 April 2010 | 02:24 via Mobile Web Dibaca: 133   Komentar: 1   0

SATU PERSEPSI YANG TERKESAN KONSERVATIF ditinjau pada salah satu media pendidikan dengan nuansa islami yg bernama ‘Pesantren’. Bahwa sistem pendidikan yang hanya berorientasi pada unsur religius ataupun pendidikan tradisional, ternyata kini tidak lagi. Tetapi sekarang pesantren telah membuka mata kita guna melihat apa yang selanjutnya siap mengikuti setiap perkembangan zaman. Pesantren telah menjawab tuntutan globalisasi dan modernisasi guna menguasai teknologi dan berpartisipasi dalam setiap kompetisi yang terasa semakin ramai. Teknologi telah mengubah wajah pesantren dari warna tradisional hingga modern.

Tetapi unsur kesederhanaan dan nilai-nilai islami sebagai ciri khas dan karakteristik pesantren tak akan hilang dibawa arus globalisasi dan modernisasi atau isasi-isasi lainnya.

Perguruan tinggi yang berada di lingkungan pesantren adalah salah satu solusi dari beberapa ilustrasi atas berbagai problema zaman, diantaranya adalah problema dalam mempersiapkan kader-kader bangsa yang tangguh.

Perlu adanya sistem pendidikan yang bisa menanamkan nilai-nilai iman dan taqwa sebagai langkah antisipatif yang realistis. Karena penguasaan teknologi saja tak cukup sebagai modal dalam mengikuti setiap perkembangan zaman. Jika hal itu adanya, maka teknologi tidak lagi menjadi rahmat bagi manusia melainkan sebagai adzab dari Allah bagi manusia. Na’udzubillahi min dzalik. Prof. Dr. Ing. Bj. Habibie mengatakan bahwa IPTEK tanpa IMTAK akan hancur. Begitu juga sebaliknya.

Disini Perguruan Tinggi dalam pesantren bertindak sebagai alternatif yang preventif dan siap menjawab tantangan zaman, siap mencetak generasi bangsa atau intelektual yang beriman dan bertaqwa, siap menciptakan Einstein atau Newton yang ber-IMTAK.

Kesiapan bangsa dalam menghadapi era baru merupakan tanggung jawab kita bersama. Yang terpenting adalah langkah antisipatif umat Islam dalam menghadapi para orientalis dan imperialis yang akan memasukkan doktrin-doktrin kristenisasi ke dalam globalisasi dan modernisasi yang selanjutnya di konsumsi umat Islam.

Disinilah peran pesantren sangat diperhitungkan dalam menyiapkan generasi bangsa yang ber-IPTEK dan ber-IMTAK.

Mudah-mudahan ulasan ini bermanfaat untuk kita semua.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 2 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 3 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 7 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 7 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: