Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Steph Ivan

Nama lengkap: Stephanus Ivan Goenawan (SIG). Sebagai Penemu Metris: Ilmu Hitung Penyempurnaan cara Tradisional/Vertikal & Dosen selengkapnya

Solusi Cepat Akar Pangkat Tiga (Bilangan Prima)

OPINI | 06 May 2010 | 05:01 Dibaca: 11568   Komentar: 4   1

1315890141308778989

Dukung Pendidikan Kreatif

Pikiran saya dibuat cukup terperanjat ketika tiba-tiba ada sebuah pesan singkat sms yang masuk ke HP saya. Pesan itu dikirim dari seorang guru SD yang pernah mengikuti pelatihan Metode Horisontal (Metris: Penyempurnaan Ilmu Hitung cara Tradisional). Begini isi pesan tersebut “Selamat sore pak, maaf mengganggu, pak apakah bisa metris digunakan untuk mencari akar pangkat tiga bilangan jutaan dengan hasil bilangan prima? terima-kasih pak”. Waktu itu saya belum terpikirkan untuk memecahkan masalah tersebut, akan tetapi saya optimis pasti bisa hanya butuh waktu untuk mencari solusinya. Kemudian dengan segera saya balas sms tersebut “Ibu, pemecahannya akan saya coba cari ya, mungkin sekitar dua minggu lagi ibu akan saya beritahu hasilnya, terima-kasih juga”.

Itulah sepenggal cerita di atas yang mengawali metris sebagai metode untuk memecahkan soal akar pangkat tiga. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya bisa dibagi oleh bilangan itu sendiri dan satu. Metode konvensional untuk mencari akar pangkat tiga menggunakan cara Pohon Faktor. Akan tetapi dengan cara ini menjadi terlalu lama untuk mencari akar pangkat tiga bilangan jutaan terlebih bila hasilnya ternyata merupakan bilangan prima.

Setelah waktu dua minggu berlalu saya memberitahu ibu Ephi kalau ada kesempatan bisa datang ke kantor, akan saya beritahu rahasianya. Tanpa menunda waktu dia bersama rekannya datang ke kantor dan inilah pemecahannya yang akan saya bagikan juga kepada pembaca.

Misal yang akan dicari (abc) akar pakat tiga dari bilangan asal 822.656.953. Untuk menyelesaikannya dibutuhkan tabel pangkat tiga seperti di bawah ini.

Tabel : Bilangan Pangkat Tiga

Angka

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Pangkat 3

0

1

8

27

64

125

216

343

512

729

Urutan angka yang akan dicari adalah nilai a kemudian c dan terakhir b.

Mencari nilai a, yaitu dengan membagi bilangan asal dengan sejuta, ambil bilangan lebih besar dari nol (822). Bandingkan dengan tabel dan pilih yang terdekat tetapi masih lebih kecil (729), hasilnya nilai a = 9.

Mencari nilai c, yaitu membandingkan satuan bilangan asal (3) dengan angka yang ada ditabel, dipilih yang punya satuan sama (343), yaitu c = 7.

Mencari nilai b.

Langkah pertama :

Kuadratkan nilai c = 7 diperoleh 49, cukup dipilih satuannya saja yaitu 9.

Langkah kedua :

Hasil langkah pertama dikalikan dengan angka tiga diperoleh 27, cukup dipilih satuannya saja yaitu 7.

Langkah ketiga :

Ambil angka puluhan dari bilangan asal (5) kemudian dikurangkan dengan angka puluhan dari pangkat tiga nilai c (4), diperoleh hasil satu (1), bila hasilnya negatip tambahkan dengan bilangan sepuluh.

Langkah keempat :

Bila hasil pada langkah ketiga (1) lebih kecil daripada hasil pada langkah kedua (7), maka tambahkan bilangan hasil yang telah diperoleh pada langkah ketiga dengan bilangan puluhan (sepuluh, duapuluh,…) hingga hasilnya bisa dibagi dengan 7. Akhirnya hasil langkah ketiga ditambah dengan duapuluh sehingga dihasilkan 21, hasil pembagian ini (21:7) merupakan nilai b yang dicari yaitu b = 3. Jadi akar pangkat tiga dari 822.656.953 adalah abc = 937 (bilangan prima).

Kalau ada yang mau latihan, coba saja cari akar pangkat tiga dari bilangan 7645373, 31855013, 286191179, 410172407, 590589719 dan 904231063. Lalu coba cek dengan bantuan kalkulator apakah hasil dapat cepat & benar bila menggunakan cara Metris-Prima di atas. Selamat mencoba!

Penulis : Stephanus Ivan Goenawan

Penemu Metris & Kreativitas Angka Metris

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: