Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sastraadiguna

sedang belajar menulis

Guru Mogok Nasional, Setuju dan Dukung……..!!

OPINI | 12 May 2010 | 07:14 Dibaca: 106   Komentar: 19   3

Puluhan ribu guru yang melakukan aksi di depan kantor Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, mengancam akan melakukan aksi mogok kerja nasional jika tuntutannya tidak dikabulkan. Mereka menuntut agar Kemendiknas tidak menghapus Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidik (PMPTP). Mereka khawatir, jika Ditjen tersebut dihapus, nasib guru akan semakin suram kedepannya(okezone,12-05-2010).

Saya sangat setuju sekali, jangankan puluhan ribu seluruh Guru di Indonesia mogok kerja nasional saya setuju. Bukankah Guru adalah pahlawan tanpa tanda Jasa, maka patut dihargai jika mereka itu menuntut suatu nilai atas jerih payahnya. Namun jangan tanggung- tanggung, Guru seluruh Indonesia harus siap mogok Nasional, dan jangan hanya sehari tetapi sampai tahun ajaran baru.

Nah bagaimana sekolahan yang kosong dan bagaimana dengan penerimaan murid baru??
Mudah, para guru-guru honorer yang belum diangkat, dan para lulusan sekolah Guru yang masih nganggur siap-siap mengisi di sekolah-sekolah yang ditingggal mogok, dan kuasai sekolahan itu.

Ini kesempatan bagus buat para lulusan sekolah Guru yang masih nganggur, daripada bingung mendaftar atau menunggu lowongan, mumpung, para guru berniat mogok nasional, mari kita support mereka, dan paksa mereka tidak usah masuk ke sekolahan. Gantikan kedudukan mereka, ambil alih semuanya, dan termasuk penerimaan siswa baru nanti.

Kalau perlu yang mogok kerja tidak hanya Guru, semua instansi di negeri ini diminta mogok nasional satu tahun. Maka para lulusan sarjana apapun jurusannya, yang hingga kini belum mendapatkan tempat pekerjaan, siap-siap untuk mengambil alih.

DPR juga silakan mogok nasional sampai pemilu 2014…kader partai baru yang masih magang, siap-siap menempati kursi yang kosong, tidak perlu nunggu PILEG 2014 ?

Sekarang ini, zamannya menuai ramalan Jaya baya….semut merah merangsek puncak gunung Merapi….kita dukung mereka yang punya pekerjaan tetap itu mogok, dan segera ambil alih…ingat revolusi Spanyol…revolusi Perancis

Inilah revolusi damai di Indonesia, inilah revolusi Budaya……dorong semangat mogok nasional semua instansi, dan duduki instansi tersebut lakukan perlawanan jika mereka kembali ke instansinya…………….Negara ini tidak membutuhkan orang yang cengeng.

Banyak pengangguran berat yang masih menanti di luar, yang jumlahnya ratusan kali lipat dari seluruh pegawai di negeri ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heni Sri Sundani: Mantan Buruh Penggerak …

Okti Li | | 04 May 2015 | 00:36

Diplomasi Ibu Negara Tiongkok …

Aris Heru Utomo | | 04 May 2015 | 06:05

[JNE MALANG] Kompasiana Blogshop & …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:10

Telapak Kaki Emas di Negeriku …

Mhina Lezta | | 03 May 2015 | 20:05

Apa Beda Pasangan Bahagia dan Pasangan Tidak …

Cahyadi Takariawan | | 04 May 2015 | 06:21


TRENDING ARTICLES

Mengenal Kehebatan Keluarga Baswedan …

Muthiah Alhasany | 6 jam lalu

Mana yang Kriminalisasi, Mana yang …

Galaxi2014 | 9 jam lalu

Negara Tak Boleh Kalah Dalam Kisruh PSSI ? …

Hery | 12 jam lalu

“Saya Dukung Buwas, Asal Tidak …

Gatot Swandito | 13 jam lalu

Bangga Menjadi Orang Indonesia …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: