Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Labschool, Sekolah Perintis Pendidikan Karakter

REP | 11 May 2010 | 17:01 Dibaca: 455   Komentar: 18   3

wijaya

Geestdrift Zestien, Sumber: wijaya

Senang sekali saya hari ini. Mengapa? Sebab hari ini adalah hari pelaksanaan ferewell party atau pesta perpisahan anak-anak kelas 9 SMP Labschool Jakarta. Lebih senang lagi ketika bapak wakil Kepala sekolah bdang akademik, Bapak Uswadin mengatakan dalam sambutannya bahwa sekolah kami SMP Labschool Jakarta, hari ini mendapatkan penghargaan sebagai sekolah perintis Pendidikan karakter oleh presiden SBY.

Sebagai salah seorang guru di sekolah itu, tentu saya ikut bangga mendengarnya. Apalagi, bapak kepala sekolah kami, H. Ali Chudori mendapat undangan ke istana negara untuk menerima penghargaan itu.

Sudah menjadi tekad kami para guru di Labschool untuk mengaplikasikan pendidikan karakter ini ke dalam pembelajaran. Hal ini jelas sejalan dengan tema hari pendidikan nasional 2010, yaitu “Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa”.

Pimpinan Sekolah Memotong tumpeng sebagai rasa syukur

Pimpinan Sekolah Memotong tumpeng sebagai rasa syukur

Bangsa ini harus kembali kepada bangsa yang berbudi. Mampu memiliki budi pekerti yang luhur yang telah diajarkan oleh para leluhur bangsa. Caranya, dengan mengajarkan pendidikan karakter kepada anak-anak mulai dari bangku sekolah. Memberikan mereka pemahaman yang jelas tentang karakter yang harus dimiliki manusia Indonesia di masa depan.

Dengan olah rasa, olah raga, dan olah jiwa sekolah kami terus menerus menanamkan nilai-nilai luhur yang harus dimiliki manusia Indonesia. Oleh karena itu, kami mengemasnya dalam berbagai bentuk kegiatan kesiswaan yang dimulai dari saat siswa pertama kali masuk sekolah sampai mereka keluar (lulus) dari sekolah kami.

Para Orang tua Siswa ikut hadir memeriahkan Acara

Para Orang tua Siswa ikut hadir memeriahkan Acara

Seperti halnya hari ini, Selasa 11 Mei 2010. Kami para guru , orang tua siswa, dan seluruh siswa kelas 9 berkumpul di  Panti Prajurit Balai Sudirman Jakarta Pusat. Kami berkumpul dalam rangka kegiatan Farewell party yang tahun ini bertemakan GDZN Award 2010, sebuah nama dari angkatan ke-16 SMP Labschool Jakarta.

Kegiatan ini selalu rutin kami selenggarakan dan telah menjadi salah satu budaya sekolah. Terjadi keakraban yang sangat erat antara guru, siswa, dan orang tua.

Di acara inilah diumuman oleh anak-anak guru favorit mereka dan juga guru tergalak. Juga  siswa dan siswi terfavorit pilihan mereka sendiri. Pokoknya banyak award yang dibagikan, layaknya kita menonton acara Movie Award beberapa waktu lalu yang diiringi dengan musik dan lagu. Dimainkan dan disajikan oleh mereka dengan gaya yang mempesona. Mungkin anda tak akan menyangka kalau itu adalah anak SMP.

Para Siswi Sedang Mempersiapkan diri

Para Siswi Sedang Mempersiapkan diri dengan gaun indahnyaPara Siswa Juga Tak kalah Mempersiapakan diri dengan Jas Mereka

Dalam kegiatan perpisahan ini, anak-anak diberikan kebebasan untuk menyusun sendiri acaranya dan mereka dibantu oleh para orang tua siswa untuk mempersiapkannya dengan baik. Khususnya masalah dana yang cukup besar karena menyewa gedung mewah seperti halnya resepsi pernikahan.

Alhamdulillah, berkat kerjasama yang erat dari semua pihak dan dukungan sponsor, acara berjalan dengan lancar.

Acara ini dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 18.00, dengan diakhiri acara perenungan kegiatan angkatan mereka dari mulai masuk sampai mereka lulus saat ini. Terharu sekali saya mendengarnya. Rasanya waktu tiga tahun itu hanya sebentar saja.

Kegiatan Farewell Party adalah salah satu contoh kegiatan konkrit pendidikan karakter yang selalu rutin tiap tahun dilaksanakan oleh SMP Labschool jakarta.

Berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya, acara perpisahan biasanya dilaksanakan pada malam hari atau di luar kota. Tetapi di sekolah kami acara di laksanakan di sebuah gedung mulai dari pagi sampai sore hari. Tempat sholat berjamaah pun kami persiapkan, sehingga tak ada siswa yang tak sholat berjamaah.

Dalam acara itulah anak-anak dberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya di bidang seni. Para siswa dipersilahkan menyalurkan potensi unik yang ada dalam dirinya untuk menjadi layaknya seorang artis muda yang berbakat, dan dipuja para penggemarnya.

Pakaian mereka pun dipersilahkan menggunakan pakaian ala manusia dewasa, dimana para siswanya menggunakan jas dan para siswinya menggunakan gaun indah yang menarik. Membuat mereka gagah dan cantik.

Pak Sukarman dan Omjay

Pak Sukarman dan Omjay

Akhirnya, sebagai seorang guru yang juga menjadi blogger narsis, rasanya tidak lengkap bila saya tak meng-upload foto saya sendiri dalam kegiatan ini. Mohon maaf kalau kelihatan norak, hehehehehe.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen …

Prayitno Ramelan | | 24 October 2014 | 06:00

Petualangan 13 Hari Menjelajahi Daratan …

Harris Maulana | | 24 October 2014 | 11:53

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Proses Kreatif Desainer Kover Buku The Fault …

Benny Rhamdani | | 24 October 2014 | 14:11

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 4 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 5 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 7 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 7 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Ada Esensi Pembelajaran Hidup dalam Lagu …

Yunety Tarigan | 8 jam lalu

Aplikasi Info KRL Anti-ketinggalan Kereta …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Review “The Giver” : Kegagalan …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Sudah Siapkah Indonesia Menghadapi AFTA …

Ira Cahya | 8 jam lalu

Brisbane akan jadi “Ibu Kota …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: