Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mochamad Syafei

Guru SMP Negeri 135 Jakarta. Pernah juga mengajar di SMP N 228 Jakarta. Suka Menu selengkapnya

Beban Kerja Guru

OPINI | 14 May 2010 | 10:25 Dibaca: 248   Komentar: 3   1

Harapan masyarakat terhadap pendidikan sangatlah tinggi.  Bahkan seperti sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.  Akhirnya, masyarakat sendiri yang kecewa dengan produk pendidikan yang ada.

Guru jelas memiliki peran penting dalam pendidikan.  Bahkan guru sering dituduh sebagai satu-satunya aktor yang harus bertanggung jawab ketika terjadi kegagalan dalam dunia pendidikan (kalau berhasil, pemerintah atau pemda yang mendaulat dirinya).

Jika guru hanya menangani beberapa anak mungkin tak akan terjadi salah kelola.  Tapi kalau guru harus dibebani mengajar sebanyak 24 jam mengajar, yang berarti mengajar 12 kelas bagi guru yang 2 jam pelajaran, berarti pula harus memahami 40 anak kali 12 kelas (berapa tuh!).  Mungkinkah guru dapat memahami karakter tiap individu anak yang unik?

Tak.  Tak mungkin.  Bahkan untuk sekedar hafal namanya saja sering salah.  Bagaimana mungkin mengenal secara pribadi dan mengembangkan keunikannya?

Mungkin perlu dipikirkan lagi jumlah beban jam mengajar guru.  Tujuannya tentu agar guru dapat mengenal setiap individu siswanya dan lebih lanjut mengembangkan mereka sesuatu dengan karakter masing-masing.  Mungkinkah?

Harus.  Guru juga manusia?  Kalau terlalu capai pasti emosi bakal tak stabil.  Ini kan tak akan kondusif untyuk suanana pembelajaran.

Tulisan ini terkesan membela diri.  Ya.  betul.  Tujuannya semata-mata untuk perbaikan pendidikan kita.

Dan mohon maaf juga.  Orangtua juga jangan terlalu pasrah pada sekolah ya.  Apa-apa diserahkan ke sekolah.  Seakan-akan kalau sudah sekolah, tugas pendidikan orangtua sudah selesai.  Tinggal marah-marah kalau ada apa-apa di sekolah.

Mari kita pikirkan bersama.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 11 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Semangat Kondektur Kopaja Wanita dan Tukang …

Yos Asmat Saputra | 8 jam lalu

Melatih Berpikir Dengan Cara Bertanya …

Ramlan Effendi | 8 jam lalu

Mt. Rinjani, The Second Day …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Di Kabupaten Tasikmalaya;”Yang …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: