Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Al-rasyid

Markas : http://artikelbisnispemula.blogspot.com/. Internet & Wirausaha adalah Duniaku! :)

Inovasi A-Z Adalah Pengembangan dari “Tulisan, Kata dan Kalimat”

OPINI | 03 June 2010 | 04:37 Dibaca: 556   Komentar: 0   0

Inovasi A-Z

ImageHost.org

Mengamati kondisi sekitar, tampaknya perkembangan teknologi tidak diikuti perkembangan tulisan, kata dan kalimat. Ini membosankan!! perbendaharaan tulisan, kata, dan kalimat hanya itu itu saja!!!

Tulisan, kata dan kalimat butuh sebuah revolusi!! Saya sebut istilah revolusi tersebut dengan “Inovasi A-Z”. Inovasi A-Z adalah pengembangan dari “tulisan, kata dan kalimat” (sebut saja ini dengan istilah A-Z).

Dalam “Inovasi A-Z” saya akan mencoba menghias tulisan, kata dan kalimat / A-Z dengan “rasa”.
Dengan “rasa” maksudnya adalah setiap kata yang oleh penulis bermakna “rasa” akan diberi sebuah tanda, dimana tanda tersebut akan membedakan kata yang sama dengan makna “rasa” yang berbeda.
Dengan ini, saya mencoba menciptakan sebuah ketentuan kata untuk menambah “rasa” dari A-Z. Saya akan menambahkan tanda di depan kata, sebagai tanda dari “rasa” A-Z. Tanda tandanya adalah sebagai berikut :

+ untuk asumsi positif
- untuk asumsi negatif
? untuk asumsi tanya
! untuk menyatakan dengan tegas
++ untuk tersenyum
+++ untuk tertawa
++++ untuk tertawa lepas
- - untuk bersedih
- - - untuk menangis
- - - - untuk menangis hingga merintih

Contoh penggunaan dalam kalimat :
1. Anjing itu +laki laki.
Kalimat ini berarti kalimat positif, merupakan kalimat yang mengeluarkan sebuah pendapat yang bukan celaan.

2. Anjing itu -laki laki.
Kalimat ini berarti kalimat negatif, merupakan kalimat yang merupakan sebuah pendapat yang bermakna mencela.

3. Anjing itu ?laki laki.
Kalimat bermakna rasa tanya, bertanya “apakah anjing itu laki laki atau tidak?”

4. Anjing itu !laki laki.
Kalimat bermakna rasa tegas, menegaskan bahwa “anjing benar benar laki laki”

5. Anjing itu ++laki laki.
Kalimat bermakna rasa tersenyum

6. Anjing itu +++laki laki.
Kalimat bermakna rasa tertawa

7. Anjing itu ++++laki laki.
Kalimat bermakna rasa tertawa lepas

8. Anjing itu - -laki laki.
Kalimat bermakna rasa bersedih

9. Anjing itu - - -laki laki.
Kalimat bermakna rasa menangis

10. Anjing itu - - - -laki laki.
Kalimat bermakna rasa menangis merintih

Makna “rasa” A-Z dapat diaplikasikan dalam obrolan yang berupa tulisan baik di cerita, wacana, forum internet, facebook, sms, chating dll. Para pengguna Inovasi A-Z akan dapat lebih memaknai tulisan, kata dan kalimat dengan formal, tanpa harus menggunakan emote.

Inovasi A-Z sebenarnya cukup memberi manfaat pada orang orang yang tidak ingin dikatakan kekanak kanakan oleh orang lain karena menggunakan berbagai macam emote.
Contoh emote :
:)
:(
:|
:O
:o
:p
:D
(^,^)
(^,^)/
(^,^)v
(’-_-)
(’-,-)
(’-.-)
(*-*)
(*-*)/
(^.*)
>,<
~.~
dll..

Cobalah jika seorang bapak bapak pengusaha berusia 40 tahunan (atau usia dewasa) menggunakan emote seperti diatas di akhir kalimatnya dalam pembahasan bisnis di facebook, mungkin sebagian orang sekitar yang melihat akan berfikir bahwa bapak bapak tersebut kekanak-kanakan(dan yang sebagian lagi pasti muntah muntah).

Contoh percakapan di facebook, Tomi ngewall Big Bos Pengusaha Sukses.
Tomi bertanya :”Bos, anda dapet 10M dari proyek batu bara kemaren ya? Invest ke perusahaan kita dong..”
Pengusaha Sukses menjawab dengan mengomen dibawah wall :”Bener banget! (^,^)/ Invest ke perusahaanmu? (’-,-) Mana proposalnya? Menguntungkan ga? ~.~ Besok ke kantor aja, ajuin penawaran. Ok? (*-*) Besok saya pulang dari Singapur jam 1an. Kamu besok stay di kantor jam 3an ya Tom, kalo saya telat tunggu bentar. (^,^)v.”

Lihatlah percakapan diatas, bagaimana reaksi relasi dan anak buahnya jika melihat untaian huruf huruf & emote tersebut? Inilah resiko jika tidak menggunakan “Inovasi A-Z”.

Sekian penyampaian penemuan dari saya. +Terimakah.

“Inovasi A-Z” Komunikasi masa depanmu!!!

Sumber : Pemikiran Pribadi (waktu pengen iseng)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: