Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hasnul Hamdi

Not The Special One, Just Extra Ordinary.

Subjektifitas, Pemicu Atau Pengganggu

OPINI | 17 June 2010 | 02:07 Dibaca: 271   Komentar: 2   0

Tulisan ini di buat berdasarkan subjektifitas mutlak.

Secara bebas, subjektif dapatlah di artikan, sebagai hal yang yang di anggap benar oleh satu pihak. Pihak lain belum tentu menganggap hal tersebut benar.

Sukjektifitas dan Ilmu Pengetahuan

Pada ilmu pengetahuan di kenal Metodologi Ilmiah, sebuah standarisasi yang di gunakan untuk menghasilkan sebuah teori, cara atau apapun itu. Setelah melewati metodologi ini, barulah sebuah hal bisa dianggap objektif.

Sering kali akademisi meremehkan pendapat yang menurut mereka subjektif. Ketika sebuah pendapat tidak sesuai dengan yang mereka pelajari, label subjektif langsung melekat. Mereka bersikukuh, bahwa hal subjektif tidaklah bisa di terima menjadi sebuh argumen.

Strata pendidikan apapun bisa membuat pernyataan dengan kualitas setara ahli dengan modal subjektifitas semata. Seorang teman akademisi pernah menyatakan hal ini. Ada kebenaran memang dalam pernyataan ini, tapi bukankah banyak ilmu yang berawal dari sebuah subjektifitas, lalu di telaah dengan metodologi ilmiah, hingga akhirnya menghasilkan sesuatu yang di anggap objektif.

Ketika sebuah hal yang di anggap subjektif langsung tertolak, maka hal-hal baru akan susah memasuki ranah ini. Dan hal ini tentunya kerugian, karena perkembangan yang terjadi menjadi tidak terakomodasi.

Subjektifitas Tunggal dan subjektifitas Massal

Saat sebuah hal hanya di yakini benar oleh satu orang, maka ini menjadi subjektifitas tunggal. Saat orang tersebut bisa mempengaruhi banyak orang untuk mempercayai hal yang sama, maka subjektifitas tersebut menjadi subjektifitas massal. Tetap subjektifitas memang, hanya penganutnya lebih banyak.

Subjektif dan Objektif

Dunia akademis selalu mengagungkan hal yang objektif, atau “Ilmiah” menurut mereka. Tapi bukankah dinamika yang terjadi sering kali lebih cepat dari teori-teori yang di keluarkan? Hal yang hari ini dianggap ilmiah, mungkin esok hari menjadi basi, karena telah di temukan hal ilmiah yang baru dan dianggap lebih valid?

Subjektifitas memang labil untuk di klaim menjadi sebuah teori. Tapi bila subjektifitas di haramkan, perkembangan baru akan sulit terjadi. Terimalah subjektifitas sebagai sebuah jalan alternatif yang mungkin saja benar pada saat nanti. Dan saat ini rawat dia, agar pada waktunya tumbuh dan berkembang.

Masa lalu Enstein dengan khayalan terbang menunggangi atomnya melahirkan Teori Relativitas. Bukankah itu hal yang subjektif pada awalnya? Namun karena Einstein meyakini hal tersebut, dan dia bisa membuat subjektifitas tunggal menjadi subjektifitas massal, maka teori tersebut menjadi ilmiah akhirnya.

Mungkinkah suatu saat nanti subjektifitas di terima, dan dijadikan sebuah jalan alternatif? Bila ya, mungkin satu saat nanti akan ada Teori Subjektifitas yang duduk berdampingan dengan Teori Relativitas.

DS 016001

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 7 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Pembunuhan Karakter Keprofesian Industri …

Vendy Hendrawan | 7 jam lalu

Seorang Perempuan di Pemakaman …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Gayatri Si Anak Ajaib Yang Terbang Ke Negeri …

Birgaldo Sinaga | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: