Kompasiana
Sabtu, 04 Pebruari 2012

Edukasi

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Fatmah Afrianty Gobel

Seorang pendidik, peneliti, pengajar dan sekaligus ibu dari tiga anak. Saat ini diberi amanah sebagai Ketua Jurusan/Program Studi Kesehatan Masyarakat, FKM Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Diluar kampus, tercatat sebagai Pengurus Nahdatul Ulama, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sul-Sel dan pendiri Center for Policy Analysis (CEPSIS) Makassar.

Kongres Nasional IAKMI, Pertemuan Puncak Para Sarjana dan Ahli Kesehatan Masyarakat Seluruh Indonesia

OPINI | 15 July 2010 | 19:18 993 3 Nihil

Fatmah A.Gobel)

Calon sarjana dan ahli kesehatan masyarakat sedang belajar di FKM UMI Makassar. (Foto: Fatmah A.Gobel)

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI ) akan menyelenggarakan Kongres Nasional (KONAS ) ke-11 yang akan berlangsung pada: 3- 5 Agustus 2010 bertempat Hotel Horizon, Bandung. Beberapa kegiatan yang akan digelar dalam rangkaian KONAS IAKMI ke-11 adalah presentasi key note speech, presentasi makalah utama berbentuk panel session, roundtable disscussion, simposium nasional dan internasional, presentasi abstrak penelitian/ makalah bebas berbentuk paralel session, presentasi poster ilmiah, talkshow, rapat kerja lembaga/organisasi profesi dan pameran kesehatan masyarakat.

Dalam rangkaian Kongres tersebut, akan berlangsung beberapa pertemuan, pelatihan, rapat koordinasi (sebelum kongres, selama kongres, sesudah kongres berlangsung) yang diadakan oleh berbagai lembaga/organisasi/peminatan, seperti: Assosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI), Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Perkumpulan Promosi dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI), Ikatan Profesi Kesehatan Gigi Masyarakat Indonesia (IPKESGIMI), Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Forum Desentralisasi, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia (FKM-UI), Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat dan Pergerakan Anggota Muda IAKMI (PAMI). Sementara organisasi internasional yang turut berpartisipasi adalah World Bank, USAID dan UNFPA.

Beberapa pembicara yang dijadwalkan akan hadir sebagai key note speech adalah Dr. Agung Laksono (Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI), Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta (Menteri Lingkungan Hidup RI), dr Sugiri Syarief (Menteri Kependudukan / Kepala BKKBN RI), Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA (Menteri Pendidikan Nasional RI), Dr. Endang Sedyaningsih Mamahit, MPH, PhD (Menteri Kesehatan RI), Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Farid Moeloek, SpM (Utusan Khusus untuk Pencapaian MDG) dan Prof. Dr. Ulrich Lasser (President of World Federation of Public Health Association /WFPHA).

Pada sesi panel, beberapa pembicara yang dijadwalkan tampil adalah mewakili institusinya adalah Sekjen Kemenkes RI, Ketua Komisi IX DPR-RI, Gubernur Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat, Ketua IAKMI Pusat, Ketua Forum Desentralisasi, Pimpinan Universitas, dan Pimpinan Lembaga/Organisasi Profesi. Sementara sesi roundtable discussion akan menampilkan pembicara dari World Health Organisation (WHO) dan Tobacco Control Support Centre (TCSC). Yang tak kalah pentingnya adalah akan tampilnya 30 penyaji makalah dari berbagai kalangan dosen/peneliti, mahasiswa, dan LSM yang dibagi kedalam lima kelas pada sesi paralel.

Kongres Nasional ke-11 IAKMI akan dirangkaikan Pertemuan Nasional AIPTKMI (Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia), Forum Tahunan Desentralisasi Kesehatan, Simposium Nasional dan Internasional, Rapat Kerja Lembaga / Organisasi Profesi, Pelatihan-Pelatihan, Pameran Kesehatan, serta berbagai kajian kesehatan lainnya. Rangkaian acara diselenggarakan karena arena KONAS merupakan pertemuan puncak para sarjana kesehatan masyarakat dan ahli kesehatan masyarakat di Indonesia karena akan dihadiri oleh partisipan dari seluruh Indonesia.

Tema Konas

Mengutip dari website resmi IAKMI, pada Kongres Nasional (KONAS) IAKMI ke-11 mengambil tema pokok “Promotion and Prevention as Sustainable Investment for Health of The Nation“. Tema ini dipilih dilatarbelakangi oleh situasi Bangsa Indonesia baik masyarakat maupun pemerintahannya telah berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun kelompok dengan berbagai kegiatan pembangunan. Namun masalah kesehatan yang dihadapi saat ini sebagian besar diakibatkan sebagai dampak pembangunan kesehatan yang cenderung tidak memprioritaskan penanganan masalah kesehatan di sektor hulu, yaitu upaya promotif dan preventif. Sementara itu, wacana pembangunan kesehatan sebagai sebuah investasi bangsa yang berkesinambungan tidak terasa lagi gaungnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia. Posisi IPM Indonesia Tahun 2007 masih menduduki peringkat 107 dari 177 negara, dimana Indonesia masih tertinggal oleh negara ASEAN lainnya, yaitu Malaysia, Vietnam, Kamboja bahkan Laos. Sementara itu, target MDGs Indonesia pun masih jauh dari harapan, sehingga membuat pemerintah harus bekerja lebih keras untuk mencapainya. Rendahnya IPM dan capaian MDGs tersebut salah satu indikatornya disebabkan oleh masih buramnya permasalahan kesehatan di negeri ini. Sementara itu jika kita menggunakan pendekatan masalah kesehatan komprehensif, maka sesungguhnya kesehatan sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat, sehingga akhirnya terbentuk sebuah siklus yang saling mempengaruhi (iakmi.org).

Dalam rangka mengatasi masalah kesehatan di negeri ini, diperlukan aliansi yang kokoh antara pemerintah dengan masyarakat, termasuk dengan organisasi profesi. Untuk itu, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), sebagai salah satu organisasi profesi, siap sedia untuk beraliansi membangun kesehatan bangsa ini (ibid).

Sedang sub Tema Konas dibagi atas empat isu yakni Investasi Sumber Daya Manusia untuk Promosi dan Pencegahan (Human Resources Investment for Promotion and Prevention), Aplikasi dan Inovasi dalam Bidang Promosi dan Pencegahan (Application and Innovation in Promotion and Prevention) , Aliansi dan Pemberdayaan dalam Bidang Promosi dan Pencegahan (Alliance and Empowerment in Promotion and Prevention) , Wirausaha Bidang Promosi dan Pencegahan (Promotion and Prevention Entepreuner), dan Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat (Role of Technology to Improve Quality of Public Health).

Masing-masing sub tema akan menjadi fokus pembahasan selama berlangsungnya Kongres, serta akan menjadi dasar untuk membagi topik bahasan makalah bebas, yang membahas kesehatan masyarakat dengan mengaplikasikan keterampilan di bidang administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, gizi masyarakat, pendidikan kesehatan dan ilmu perilaku, biostatistik dan kependudukan, kesehatan keluarga dan kesehatan reproduksi.

Eksistensi IAKMI

IAKMI merupakan suatu organisasi profesi yang bergerak dalam bidang kesehatan masyarakat, tidak mencari keuntungan, organisasi yang independen, dan bersifat multidispliner, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. IAKMI didirikan pada tanggal 22 Februari 1971, dengan maksud dan tujuan untuk: turut dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan masyarakat; turut dalam peningkatan derajat kesehatan Indonesia khususnya dan umat manusia pada umumnya; melindungi kepentingan anggota IAKMI dan memberikan peran aktif untuk lebih meningkatkan peranan anggota IAKMI; membantu pemerintah dalam program pembangunan nasional.

Organisasi IAKMI terdiri dari Pengurus Pusat dan Badan-Badan Khusus untuk tingkat nasional yang berkedudukan di Jakarta serta Pengurus Daerah yang berkedudukan di Ibu Kota Provinsi. Pada tahun 1981 IAKMI menjadi anggota World Federation of Public Health Association (WFPHA) yaitu suatu organisasi internasional yang bergerak dalam bidang kesehatan masyarakat dan berkedudukan di Washington DC, USA dan Switzerland, Geneva.

Kongres Nasional merupakan amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga IAKMI yang dilaksanakan setiap 3 tahun. Kegiatan ini diikuti pengurus pusat dan seluruh pengurus daerah di seluruh Indonesia. Pada kongres ke-10 IAKMI di Palembang tahun 2007 terdapat 8 (delapan) tema hasil kesepakatan yang dijadikan inspirasi dalam menjalankan kegiatan IAKMI, yaitu Penyehatan Lingkungan, Pengendalian Tembakau, Promosi Kesehatan, Penanggulangan HIV/AIDS, Perbaikan Gizi, Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kependudukan dan KB, serta Kemitraan (Corporate Social Responsibility).


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012