Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Cipta Wardaya

Indonesia itu indah.. Indonesia itu hebat.. Indonesia itu keren.. Banggalah menjadi jati diri Indonesia, kawan ! www.soulofcipta.blogspot.com selengkapnya

Menilai Kualitas Pendidikan

OPINI | 16 July 2010 | 12:16 Dibaca: 423   Komentar: 0   0

Apakah kualitas itu? Kualitas memiliki dua konsepyang berbeda antara konsep absolute dan relative. Dalam konsep absolute sesuatu barangdisebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. Artinya barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan, kecantikan, kepercayaan, yang idealtanpa ada kompromi. Kualitas dalam makna absolute adalah yang terbaik, tercantik, terpercaya. Sedang di dalam dunia pendidikan, konsep kualitas absolute biasanya bersifat elitis. Hal ini disebabkan oleh karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didiknya.

Dalam konsep relative, kualitas bukanlah merupakan atribut dari produk atau jasa. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Oleh karena itu, dalam konsep relative ini kualitas bukanlah merupakan tujuanakhir, melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. Dalam konsep relative produk yang berkualitas adalah yang sesuai dengan tujuannya.

Berbicara mengenai kualitas memang banyak sekali definisi yang bisa diberikan. Ada yang menyebutkan bahwa kualitas atau mutu adalah suatu nilai atau suatu keadaan. Namun pada umumnya kualitas memiliki beberapa elemen-elemen. Pertama, meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Kedua, mencakup produk,jasa, manusia, proses, dan lingkungan. Ketiga, merupakan kondisi yang selalu berubah. Jadi kualitas secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi bahkan melebihi harapan.

Memahami kualitas dalam konteks pendidikan kita menggunakan konsep relative. Saat ini banyak pengamat dan stackholder pendidikan yang mengukur kualitas pendidikan atas dasar perolehan nilai ujian atau prestasi akademik. Di Indonesia sendiri kualitas pendidikan sering kali diukur dari rata-rata nilai Ujian Nasional atau Indeks Prestasi Komulatif yang berupa kalkulasi angka-angka semata. Tentu penilaian kualitas pendidikan semacam ini masih sangat sempit, sebab kualitas pendidikan itu mencakup banyak aspek dan hal-hal yang begitu komplek. Bukan sekedar hasil nilai berupa angka-angka.

Dari berbagai sumber

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari Jejak Pencetus Indonesia …

Olive Bendon | | 05 March 2015 | 13:31

Di Makassar, 10 Motor Hilang per Hari …

M.dahlan Abubakar | | 05 March 2015 | 11:29

Tabir Gelap Industri Follower & Liker …

Hilman Fajrian | | 05 March 2015 | 14:09

Mengenal Tiga Pandangan Mengenai Hukuman …

Nararya | | 05 March 2015 | 14:56

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Pelayanan Luar Biasa Fx Sudirman …

Thamrin Dahlan | 9 jam lalu

Perbedaan Negara Bekas Jajahan Belanda …

Rudi Hartono | 9 jam lalu

Humor Revolusi Mental #071: Repetitio Mater …

Felix | 9 jam lalu

Coretan Tangan Ahok: “Pemahaman Nenek …

Edi Abdullah | 9 jam lalu

Horree! Indonesia Punya Polisi Terjujur …

Anton Kapitan | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: