Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Cipta Wardaya

Indonesia itu indah.. Indonesia itu hebat.. Indonesia itu keren.. Banggalah menjadi jati diri Indonesia, kawan ! www.soulofcipta.blogspot.com selengkapnya

Menilai Kualitas Pendidikan

OPINI | 16 July 2010 | 12:16    Dibaca: 424   Komentar: 0   0

Apakah kualitas itu? Kualitas memiliki dua konsepyang berbeda antara konsep absolute dan relative. Dalam konsep absolute sesuatu barangdisebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. Artinya barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan, kecantikan, kepercayaan, yang idealtanpa ada kompromi. Kualitas dalam makna absolute adalah yang terbaik, tercantik, terpercaya. Sedang di dalam dunia pendidikan, konsep kualitas absolute biasanya bersifat elitis. Hal ini disebabkan oleh karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didiknya.

Dalam konsep relative, kualitas bukanlah merupakan atribut dari produk atau jasa. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Oleh karena itu, dalam konsep relative ini kualitas bukanlah merupakan tujuanakhir, melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. Dalam konsep relative produk yang berkualitas adalah yang sesuai dengan tujuannya.

Berbicara mengenai kualitas memang banyak sekali definisi yang bisa diberikan. Ada yang menyebutkan bahwa kualitas atau mutu adalah suatu nilai atau suatu keadaan. Namun pada umumnya kualitas memiliki beberapa elemen-elemen. Pertama, meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Kedua, mencakup produk,jasa, manusia, proses, dan lingkungan. Ketiga, merupakan kondisi yang selalu berubah. Jadi kualitas secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi bahkan melebihi harapan.

Memahami kualitas dalam konteks pendidikan kita menggunakan konsep relative. Saat ini banyak pengamat dan stackholder pendidikan yang mengukur kualitas pendidikan atas dasar perolehan nilai ujian atau prestasi akademik. Di Indonesia sendiri kualitas pendidikan sering kali diukur dari rata-rata nilai Ujian Nasional atau Indeks Prestasi Komulatif yang berupa kalkulasi angka-angka semata. Tentu penilaian kualitas pendidikan semacam ini masih sangat sempit, sebab kualitas pendidikan itu mencakup banyak aspek dan hal-hal yang begitu komplek. Bukan sekedar hasil nilai berupa angka-angka.

Dari berbagai sumber

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Duh, Harga Ijazah Palsu Capai 45 Juta! …

Muhammad Armand | | 27 May 2015 | 10:02

Menelusuri Pesona Elegan Hutan Mangrove di …

Rakhmad Fadli | | 27 May 2015 | 11:18

Sekali Lagi tentang Beras Plastik …

Shalahuddin Ahmad | | 26 May 2015 | 22:21

Repotnya Mahasiswa Sekarang …

Hafiz Fatah | | 27 May 2015 | 02:52

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Apa Maunya KDI 2015? …

Hanisha Nugraha | 5 jam lalu

Ada Apa antara JK dengan La Nyala Matalitti? …

Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

Mengapa Seorang Gunawan dari Pelosok Medan …

Gunawan | 10 jam lalu

KPK Kalah Praperadilan, Hadi Poernomo Jangan …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Tim Transisi Masih Aktif Bekerja, Kemenpora …

Himam Miladi | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: