Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Y.padmono Dr.

Saya seorang dosen yang terlambat belajar iptek.Hoby Olahraga, baca, dan musik. Saya harus terus belajar! selengkapnya

Edifikasi

OPINI | 18 July 2010 | 15:46 Dibaca: 3074   Komentar: 3   0

Ketika penulis cari istilah ini tidak ditemukan di kamus, namun istilah ini sering disampaikan oleh mereka-mereka yang telah sukses di bisnis. Untuk itu penulis kategorikan dalam istilah khusus bagi mereka yang berbisnis terutama dalam bisnis MLM yang pernah penulis ikuti meskipun tidak ditekuni, namun hal-hal yang baik masih tersimpan dalam memori!

Edifikasi atau talk nice bicara yang baik dalam arti sempit, sementara dalam arti lebih luas edifikasi adalah berpikir, bersikap, dan berkata positif. Kerendahan hati, tidak jumawa, tidak sombong, menghargai, menggunakan power atau meminjam power manakala kita tidak memiliki power untuk mendorong maju orang lain, menekuk ego atau mengendalikan ego yang dilakukan dengan tulus.

Edifikasi tidak sekedar berpikir yang berbuah sikap, atau kata dan bicara yang berbuah perbuatan yang dilakukan secara bersyarat. Perilaku edifikasi harus dilakukan secara tulus dan terus menerus sehingga menjadi kebiasaan bahkan karakter. Kebiasaan yang membangun karakter ini dapat pula berbentuk budaya dalam lingkungan yang terbentuk dan pada akhirnya terjadilah atmosfer hubungan silaturahmi tulus saling membantu untuk mengembangkan usaha.

Perilaku yang dijalankan berdasarkan pada sikap “Humble atau rendah hati, merasa diri belum berada di atas meskipun ia sebenarnya telah sukses, merasakan senasib sepenanggungan sehingga orang yang dibimbing menjadi percaya diri dan tidak menjadi inferiority, meskipun faktanya ia sedang mengajari orang yang sedang ingin berkembang.

Penghargaan

Edifikasi tidak pernah terjadi manakal pelaku tidak mampu menghargai orang yang berada di bawahnya. Ketika merasa berada di atasnya, maka akan muncul keinginan kita ingin menuntun, mendikte, mengarahkan. Edifikasi bukan itu, tetapi bagaimana kita berpengaruh kepada dia tetapi bukan karena kita mempengaruhi, tetapi karena ia menangkap bahwa kita bisa membantu, kita bisa ditiru, kita bisa diikuti. Bagaimana kita mengajari tetapi tidak mengajar, kita mendidik tetapi tidak sedang mendidik, kita membantu tetapi tidak sedang membantu. Penghargaan tulus dalam membantu perkembangan orang dengan kemampuan diri kita untuk menemukan “hot bottom” atau apa sebenarnya yang paling mendasar yang individu inginkan, butuhkan, dan ingin dikembangkan. Pada sisi ini penempatan diri untuk berempati secara total dengan menempatkan diri kita pada posisi dia dan kemampuan berinteraksi antarpersona.

Power Orang ke 3

Ketidakmungkinan kita mempromosikan diri kita sendiri, bahwa kita bisa membantu! Tetapi kita bisa menunjukkan kesuksesan orang lain, sementara orang lain bisa juga menunjuk orang lain lagi, dan mungkin orang lain menunjuk kita! Misal: Bapak itu pernah mengajari saya seperti ini… Artinya, jika setelah kita melakukan sesuatu dan ia tidak puas bisa menuju orang yang kita tunjuk dan jika orang yang kita tunjuk mengiyakan atau menyetujui, maka orang itu akan kembali percaya ada kita. Ini bukan petakompli, karena ini dilakukan dengan tulus tanpa mengambil keuntungan apapun!

Membuang Kejelekan

Menghindari kejelekan lebih utama dibanding mengejar kebaikan. Jika ada 1000 kejelekan, cari satu saja kebaikannya dan kita focus ke kebaikan itu. Kita menunjuk kebaikan seseorang bukan kejelekannya dan kita focus meniru perbuatan baiknya dan bukan konsentrasi melihat kejelekannya. Misal: Kita melihat orang yang sukses dalam belajar, tidak perlu kita melihat ia ambisius, tidak tidur jika belajar, suka mencatat catatan kecil-kecil (bernada menuduh menyiontek), tidak mau memberitahu teman, suka menyendiri, pinter untuk diri sendiri. Kita tidak melihat hal yang negative, tetapi ia adalah orang yang memiliki semangat belajar tinggi. Kita focus kepada semangatnya saja!

Edifikasi itu ke orang bukan barang

Edifikasi bukan untuk melihat barang bagus, produk bagus, atau hasil kerja, tetapi melihat orangnya, mengapa? Edifikasi bertujuan agar orang yang kita bantu dapat meniru perilaku dan orang yang kita bantu dapat sukses seperti orang tersebut, sehingga kita garus focus kepada perilaku yang baik yang dapat ditiru. Tulis yang negative dan tulis pula yang positif, setelah selesai robeklah tulisan yang negative!

Edifikasi itu Afirmasi

Otak kita adalah organi “Yes Machine” atau mesin yes. Jika kita member asupan ke otak kita negative, maka terisilah otak kita hal-hal negative, ia akan berpikir negative, bersikap negative, dan memerintah perilaku negatif. Sebaliknya, jika kita member asupan otak kita dengan hal-hal positif, maka ia akan berpikir positif, mendorong sikap positif, dan memerintah untuk berperilaku positif dan otak kita senantiasa berada pada lingkungan yang positif! Internalisasi hal-hal yang positif itu secara terus menerus pada diri dan orang yang sedang kita edifikasi.

Menolonglah sampai orang itu berhasil, meskipun kau sampai menangis melakukaknnya!

Itulah intisari kita dalam mendidik dan kita tidak akan merugi, manakala kita membantu anak-anak kita terbang menyeberangi lautan!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: