Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Donor Darah, Tidak Boleh Jika…..

OPINI | 19 July 2010 | 06:35 Dibaca: 259   Komentar: 6   2

donor darah dalam rangka ulang tahun kemerdekan Republik Indonesia 17 Agustus di KBRI Kuala Lumpur, foto dok rudi esape

donor darah dalam rangka ulang tahun kemerdekan Republik Indonesia 17 Agustus di KBRI Kuala Lumpur, foto dok rudi esape

Ada hal yang menarik jika donor darah di Malaysia.

Saya dari dulu  sewaktu di Jakarta suka juga mendonorkan darah, terutama jika akan ada kaitannya dengan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Kuala Lumpur juga demikian, jika menjelang perayaan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, setiap tahun selalu ada acara donor darah oleh masyarakat Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, seperti yang dilaksanakan hari ini, saya juga mendonorkan darah.

Jika  kita belum lagi menenetap minimal 6 bulan secara terus menerus di Malaysia, jangan harap kita bisa donor darah di Malaysia.

Bukan itu saja, kita juga harus dengan jujur mengisi dan mejawab 17 pertanyaan yang macam macam, banyak sekali.

Dari ke 17 pertanyaan itu ada satu pertanyaan yang bukan hanya diisi tetapi oleh petugas harus dijelaskan kepada calon pendonor sampai memahami maksudnya dan jawaban si calon pendonor harus ditanda tangani si calon pendonor dan petugas di kolom khusus formulir yang sudah disediakan di kolom pertanyaan nomor 14 itu, pertanyaannnya  Anda tidak Boleh mendonorkan darah, jika :
1. anda dan pasangan adalah HIV positif
2. anda melakukan hubungan sejenis.
3. anda pernah bekerja sebagai pelacur.
4. anda bertukar - tukar pasangan seks.
5. anda pernah mengambil darah secara suntikan.
6. anda pernah ada berhubungan seks dengan pelacur.

Setelah saya jawab semua tidak pernah dan menanda tangani berdua untuk pertanyaan nomor 14 itu, saya pun bertanya ke petugas dengan menyebut nama orang top Malaysia yang dua kali dituduh telah melakukan sodomi, liwat orang Malaysia menyebut sodomi untuk pertanyaan nomor 14 itu, jika dia orang top itu akan mendonorkan darahnya, apakah juga akan dijelaskan dan ditanya seperti ini.

Petugas dengan sedikit membelalakkan matanya, so pasti, siapapun tidak terkecuali dia, tegasnya, hehehe.

Saya masih ngeyel juga, jika seandainya dia mengisi formulir ini dan setelah diterangkan dan dia masih menjawab seperti jawaban saya, tidak pernah, apakah anda percaya dengan jawabannya?

Si petugas seorang ibu, tidak kalah gesit, saya pasti akan tanya dia dengan cara saya, tegasnya.

Masih ngeyel,………. ya, kalau dia menjawab, tidak pernah bagaimana?
Saya akan tanya dia, sama dengan saya berhadapan dengan enciklah, saya akan berhadapan dan akan tanya dia tegasnya………..hehehe

Oke, kamu memang pintar sangat dan smart, terima kaseh ya, diapun tersenyum puas………..ah.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 5 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 13 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 13 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 14 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: