Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Djamaluddin Husita

Semua yang positif itu ibadah... Kunjungi juga rumah maya kami: www.husita.my.id

Sudah Jujurkah Orang Tua Mendidik Anak Berprilaku Jujur?

OPINI | 23 July 2010 | 09:46 Dibaca: 250   Komentar: 14   7

http://2.bp.blogspot.com/_wHQPrN_o_70/S8RP6ngtprI/AAAAAAAAADA/GeziKWrdlc0/s320/pinokio_nose.jpg

Sbr. Foto: http://2.bp.blogspot.com/_wHQPrN_o_70/S8RP6ngtprI/AAAAAAAAADA/GeziKWrdlc0/s320/pinokio_nose.jpg

SEMUA kita pernah melihat sebuah iklan TV tentang suatu produk Mie Instans yang jargonnya “lidah tak pernah bohong”. Dalam iklan itu digambarkan seorang Ayah yang bersembunyi ketika Pak RT (entah siapa) datang ke rumahnya mengajak bergotong royong. Karena tak ingin bertemu dengan Pak RT lalu si Ayah menyuruh anaknya untuk berbohong. Katanya, ayahku tidak ada. Anak itu pun sambil berakting menangis sedih. Tetapa apa yang terjadi? Saat pak RT mengatakan bahwa ada Mie Instans tersebut dengan serta merta Ayahnya keluar dan langsung pergi. Anaknya yang ditinggalkan dirumah terbengong-begong sendiri.

Itulah salah satu gambaran sikap orang tua terhadap anak. Kenapa sampai-sampai sebuah produk makanan mengambarkan seperti itu. Karena barangkali mereka melihat begitulah syang sering terjadi di alam nyata. Sebab banyak orang tua disadari atau pun tidak, seringkali mereka melakukan hal-hal yang tidak baik. Dalam iklan tersebut jelas terlihat bahwa seorang anak disuruh berbohong oleh orang tuanya.

Melihat kenyataan yang terjadi selama ini seperti itu, maka sudah selayaknya orang tua melakukan refleksi diri bagaimana sikapnya dalam mendidik anak selama ini.

Apakah kita sudah jujur telah mendidik anak dengan benar. Sebab saya pikir, pada prinsipnya semua orang tua berkeinginan mendidik anak dengan baik. Namun ketika ada hal-hal yang terdesak terpaksa banyak orang tua tidak konsisten dengan keinginan itu. Contohnya ya…., seperti iklan itu tadi.

Selain itu, banyak prilaku orang tua yang mengambarkan ketidakjujuran kepada anak. Bahkan itu adalah hal-hal yang teramat sepele. Misalnya, anak meminta sesuatu. Terkadang kita katakan jangan sekarang ya. Besok aja ya. Tetapi apa yang terjadi, ketika besok telah tiba. Apa yang kita janjikan itu tidak pernah kita penuhi.

Atau banyak yang sering kita temui, seseorang mengatakan pada anaknya bahwa kita tidak punya uang untuk membeli sesuatu yang dia minta. Tetapi pada saat yang sama kita memiliki uang membeli sesuatu yang lain. Padahal hal-hal yang seperti ini merupakan hal yang tanpa kita sadari telah memperlihat sikap tidak jujur kepada anak. Saya kira, masih banyak prilakukan lain yang memperlihatkan sikap ketidakjujuran kepada anak.

Terus terang, salah satu pilar yang harus dibangun oleh orang tua terhadap anaknya adalah sikap dan prilaku jujur. Kenapa pendidikan kejujuran menjadi penekanan kita. Sebab dengan kejujuran seorang anak akan memperoleh pengertian yang benar dalam mengekspresikan hidupnya kelak.

Anak-anak adalah penerus estaphet dalam segala bidang kehidupan. Bila mereka dari sedari kecil selalu memperoleh ilmu jujur dari orang tuanya maka ketika mereka dewasa maka kejujuran yang sudah terpatri dalam hidupnya itu akan menuntun dia sesuai dengan kaedah-kaedah yang benar.

Kebalikan dari itu, bila dari kecil mereka sering melihat prilaku orang tuanya tidak jujur, maka mereka akan mengekspresikan dirinya kelak seperti itu. Atau paling kurang mereka menganggap bahwa berprilaku jujur itu tidak begitu penting. Akibatnya, akan lahir generasi-generasi yang tidak mementingkan dirinya berperilaku jujur. Hal ini sangat berbahaya, karena dengan itu akan muncul komunitas-komunitas yang suka tidak berlaku jujur.

Memang menciptakan generasi-generasi yang berprilaku jujur tidak cukup hanya dari keluarga atau orang tua saja. Sikap-sikap yang tidak baik seperti itu juga akan muncul bila lingkungannya banyak yang tidak berprilaku jujur. Meskipun orang tua sudah benar dalam mendidik anaknya. Namun terkadang ada juga kenyataan banyak anak anak atau generasi muda yang berperilaku tidak jujur. Namun demikian, bila ilmu jujur sudah sedari kecil diperoleh dari orang tuanya dengan benar. Yakinlah mereka tidak akan terperosok terlalu jauh. Ketika ada yang memperingatinya mereka akan cepat sadar bahwa prilakunya tidak benar. Karena itu, sudahkan kita jujur mendididik anak berlaku jujur? Sebagai orang tua, di hari anak nasional ini mari instropeksi diri……SALAM JUJUR.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Taman Balekambang, Bukti Cinta Orangtua …

Agoeng Widodo | | 30 September 2014 | 15:39

Gedung DPR Dijual …

Hendra Budiman | | 30 September 2014 | 11:55

Bahkan Macan Asia pun Butuh Demokrasi …

Yudhi Hertanto | | 30 September 2014 | 12:16

Langkah Kecil, Meninggalkan Jejak yang …

Ngesti Setyo Moerni | | 30 September 2014 | 15:07

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 6 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 8 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 9 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 10 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Layanan Kesehatan Harus Ramah dan Terbuka …

Baihaqi | 8 jam lalu

Bogor Islamic Book Fair 2014 …

Adi Setiadi | 8 jam lalu

“Indonesia Tanah Air Beta”, Kata …

Elvini Effendi | 8 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Orang Indonesia Itu Baik-baik semua …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: