Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Suherman Muchdi

Walau saya seorang insinyur sipil, tetapi saya peduli untuk terciptanya pengentasan pengangguran dan kemiskinan. Berdasar pada selengkapnya

Solusi Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran

OPINI | 05 August 2010 | 04:25 Dibaca: 1129   Komentar: 0   0


Sebuah Solusi substitusi unggulan yang aspiratif, yang selama ini sedang dalam pencarian guna terciptanya masyarakat - bangsa - pemerintah yang mampu mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinanakhirnya telah hadir guna dipahami dan diaktualisasikan oleh kita semua baik yang terkait dan berkepentingan langsung, maupun oleh mereka yang sekedar berusaha untuk memahaminya. Solusi substitusi tersebut telah ditulis lengkap/dicetak dalam bentuk buku yang berjudul Solusi Solidaritas

Solusi Solidaritas sebagai konsep unggulan yang aspiratif dan terukur, terlahir karena :

  • terinspirasi dari tidak adanya konsep/ cara dan upaya untuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan selama ini, bahkan dari semua yang ada, substansi aplikasinya telah gagal tidak berhasil secara kongkrit, tidak terukur dan tidak berkesinambungan.
  • masih tampak adanya komitmen dari aparatur pemerintah/ pejabat negara, untuk mau melaksanakan atau memfasilitasi upaya serupa untuk berhasilnya pemberdayaan- kesejahteraan bagi rakyat/ bangsa.
  • adanya potensi sosial - budaya pada masyarakat untuk bisa lebih merajut mengedepankan persaudaraan-kesetiakawanan-kedermawanan, dalam upaya mengisi kehidupan bermasyarakat - berbangsanya, agar kehidupan bernegara kedepan lebih bermartabat dan mandiri.
  • empati, motivasi, komitmen dan nalar, baik yang ada dimiliki penulis selaku Narasumber maupun dari orang orang terdekat dan orang orang tertentu lainnya,untuk selalu berupaya mengaktulisasikan solusi solidaritas.
Setelah sekian lama terkooptasi dengan istilah “penganggur terdidik” atau istilah “penganggur terselubung” atau istilah apapun lainnya, maka jika saat ini anda seseorang yang mungkin termasuk dalam istilah tersebut, baik sebagai para penganggur terdidik atau sebagai sarjana baru atau calon sarjana yang belum yakin dengan masa depan pekerjaan/kehidupannya, maupun sebagai karyawan/ pekerja terdidik yang telah bekerja namun hanya bersifat sementara atau batu lompatan, sedang mengikuti-membaca tulisan ini, maka sebenarnya anda sedang mencoba memahami arti dari sebuah  konsep pemberdayaan yang berkualitas
Saat anda berkeinginan untuk menjadi pelaku perubahan dalam memperbaiki- memperoleh tingkat kehidupan yang lebih menjanjikan dan sekaligus pula anda ingin mendapat manfaat- keuntungan lainnya (berlaku untuk seseorang yang mungkin bisa menjadi pendukung proses lahirnya sebuah wadah/ solidaritas penanggulangan pengangguran dan kemiskinan, yang selain ingin mendapat Nilai atas apresiasi kepedulian atau intelektualnya, juga ingin memperoleh Manfaat dalam mengisi kehidupan), sebenarnya anda telah terlibat peran dalam bagian awal tentang pemahaman gagasan.
Guna memahami maksud dan tujuan konsep-gagasan, serta juga ingin mengetahui manfaat dan keuntungan apa yang bisa seseorang akan peroleh, maka hanya dengan memiliki sekaligus memahami buku Solusi Solidaritas, dan jawaban atas penasaran yang berputar diseputar nalar-intelektul seseorang agar mendapat kunci pembuka untuk tahu bagaimana seseorang mampu menelusuri sekaligus memecahkannya, adalah langkah pertama yang harus diambil-ditempuh oleh setiap orang tersebut.

Arti partisipasi kebajikan anda :
  1. Dengan mau membaca dan memahami buku Solusi Solidaritas, berarti selain telah berkebajikan dalam mendorong lahirnya sebuah Solidaritas Penanggulangan Pengangguran dan Kemiskinan, anda juga mendapat pencerahan atas jawaban transparan dari rasa keingintahuan anda sebelumnya dan bahkan anda juga bisa memiliki kesempatan untuk memperoleh Prize/ Bonus  pemahaman anda atas konsep yang anda pahami secara benar).
  2. Selanjutnya anda boleh atau bisa bahkan anda berhak memilih/ menetapkan peran/ kompetensi anda berikutnya untuk (tidak) ingin / bersedia menjadi :
  • calon penganggur terdidik yang akan dan harus berhasil diberdayakan,
  • calon pendiri dan atau pengurus dari wadah Solidaritas,
  • calon mitra usaha dan atau calon sponsor dalam kelompok sosialisasi,
  • calon anggota solidaritas lainnya.
Setelah “Solidaritas Penanggulangan Pengangguran dan Kemiskinan” yang didirikan oleh 100 (seratus) orang pendiri kemudian terlahir, maka sebuah proses untuk implementasi konsep dan aplikasinya, akan otomatis teraktualisasikan, dimana :
  1. Setiap penganggur terdidik yang diberdayakan akan memperoleh hak insentif sebesar Rp.2,500,000.00 setiap bulan selama 12 bulan (sebagai upah/ imbalan), mendapat Rp.24,000,000.00 pada akhir tahun pemberdayaan (sebagai modal usaha) dan menjalani pemberdayaan kompetensi yang berkualitas secara cuma-cuma (pencerahan berkelanjutan). Para penganggur terdidik hanya berkuajiban untuk dan atas kepentingan-aspirasinya ; guna memperkokoh motivasi dan tanggung jawabnya, meningkatkan pengetahuan - praktek kewirausahaannya agar lulus dalam program pemberdayaan yang berlanjut, mengaktualisasikannya sebagai “Pengusaha Paradigma Baru” pengentas pengangguran-kemiskinan, serta berkewajiban menjadi Dermawan Terpilih bulan ke13.
  2. Setiap Pendiri Solidaritas yang karena selain memiliki sikap amanah - kompetensi - kepedulian, mereka juga mempunyai tingakat nalar- sosial yang mumpuni, maka itu telah menjadikan dirinya untuk setuju/ bersedia berperan sebagai pendiri solidaritas. Selain itu mereka tahu akan mendapat apresiasi kongkrit pencitraan diri dari solidaritas secara berkelanjutan (mendapat kepuasan), mereka juga menyadari bahwa InsyaAllah akan mendapat imbalan terbaik dari Tuhan YME karena perannya dalam menggulirkan bola salju kebajikan (mendapat kebahagiaan). Kewajiban para pendiri solidaritas adalah mengajak kedermawanan terukur kepada seorang dermawan terdekatnya setiap bulan atau sebanyak 12 orang selama 12 bulan, dan bersedia menjadi dermawan terpilih jika diundang, serta bersedia memilih atau dipilih menjadi pengurus Solidaritas.
  3. Setiap Dermawan Terpilih yang bersetuju dengan ajakan kedermawanan terukur, selain sangat berperan dalam ikut memelihara “program pemberdayaan para penganggur terdidik secara berkesinambungan”  (mendapat kebanggaan), mereka juga tahu dan paham akan memperoleh Nilai kehidupan karena telah mengedepankan nilai nilai persaudaran dan kesetiakawanan diantara keluaraga/ kerabat/ sahabatnya (mendapat kebahagiaan). Setiap dermawan terpilih berkewajiban hanya sekali dalam 5 tahun atau lebih ( siklus 5 tahunan ) untuk melakukan ajakan kedermawanan terukur serupa kepada seorang dermawan terdekat lainnya, dan juga memberi bantuan insentif langsung sebesar Rp.600,000.00 diserahkan kepada penganggur terdidik yang berhak.
  4. Pendiri Solidaritas yang terpilih-ditetapkan menjadi pengurus solidaritas, mereka sangat berperan dalam menjaga sekaligus mengawal program “pemeliharaan kedermawana para dermawan terpilih dan program pemberdayaan para penganggur terdidik secara berkelanjutan”. Kompensasi profesionalitas atas perannya yang berbasis kompetensi dan integritas, merupakan imbalan yang memberikan rasa nyaman bagi mereka tersebut guna mereka mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan berhasil.
  5. Dermawan terpilih yang memiliki kompetensi keilmuan dan keahlian sebagai motivator, konsultan atau pendidik, praktisi yang handal, dan mau untuk berperan sebagai pengisi dan pembentuk para penganggur terdidik menjadi pengusaha-pengusaha paradigma baru, maka kompensasi  profesonalitas yang berbasis pada integritas, kredibilitas dan akuntabilitasnya atas keberperanannya, perolehan imbalan dan fasilitas mampu memberikan rasa nyaman bagi mereka para ahli yang terlibat.


TERCIPTANYA RIBUAN KELOMPOK USAHA DENGAN PENGELOLAAN OLEH “326.400 PENGUSAHA PARADIGMA BARU” DAN ADANYA9.302.400 PEKERJA TETAP”, AKAN TERJADI PADA 16 TAHUN SETELAH SEMUA PENDIRI SOLIDARITAS MEMBUAT AJAKAN KEDERMAWANAN TERUKUR PERTAMA.

Beberapa tahun telah dicoba bermacam solusi solusi lain.

Terlalu amat banyak uang telah dan akan digelontorkan untuk meraih keberhasilannya.

Bermacam Team ahli yang profesional dan silih bergantinya otoritas pembuat kebijakan yang terlibat.

Hasilnya ?  ternyata masalah kemiskinan dan pengangguran tidak bergeming dan tetap berkelanjutan membebani setiap generasi bangsa. Karena itu sebelum terlambat dan terulang lagi, maka kini saatnya bagi Team atau Lembaga atau apapun yang serupa dengan yang telah ada, serta bagi siapapun yang memiliki kepedulian berbasis kompetensi dan lingkup kegiatan terkaitnya, sudah sepatutnyalah mereka mau mempelajari sekaligus memahami solusi unggulan terukur ( solusi solidaritas ), kemudian mereka bersedia menunda atau memperbaiki bahkan seharusnya mau merubah atau mengganti “Program-Cara Penanggulangan Traditionalnya” dengan konsep yang lebih aspiratif serta sangat aplikatif dan terukur, sebagai langkah perbuatan yang obyektif, terpuji dan intospektif.

Buku Solusi Solidaritas dapat anda peroleh dengan gratis.

Dalam masa sosialisasi saat ini dan atau karena tidak adanya perolehan untuk mendapat Bonus/ Prize dari Narasumber-Penulis, maka kepada siapapun yang menjadi tahu adanya berita ini, Narasumber tidak mengambil biaya atas harga buku alias cuma cuma.


Tidaklah patut siapapun menetapkan solusi penanggulangan pengangguran dan kemiskinan, sebelum mereka paham membaca buku Solusi Solidaritas.

.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 9 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 12 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 12 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Nasib atau Takdir? …

Imam Sr | 8 jam lalu

Tips Tampil PD ala Kispray …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

Cinta Tak Melulu Indah …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Revolusi Biru …

Dinoto Indramayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: