Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bang Kemal

Acuan kerangka awal, pelajaran SD/SMP, berpancasila. Hehe…seorang awam yang mau belajar. Terima kasih Kompasiana, Terima selengkapnya

Di Pelataran Kemerdekaan, Acara Anakku (Kutipan Puisi Dorothy)

OPINI | 10 August 2010 | 00:34 Dibaca: 389   Komentar: 8   4

Ketika mengantar anakku untuk berobat di sebuah klinik dokter, terpampang poster tertulis puisi. Hem, puisi Dorothy ini sama isinya dengan sebuah poster di ruang TK anakku. Maka teringatlah dengan anak anak di seluruh Indonesia, menjelang hari kemerdekaan.

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan

Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan

Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan

keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam

kehidupan

Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

Maafkan aku Dorothy, puisimu kog membuat mataku terbaca sempurna , kalau aku ubah kata “anak” jadi “anak bangsa”. Biar tak sedikit mata menangkap karena dikitnya ketidaklupaan.

Maafkan aku anakku. Kelak engkau besar, ayah wariskan hutang dan warisan kebanggaan lainnya yang jauh dari mimpimu di tk. Maklum yah, ayah dan kakekmu dulu gak pernah baca puisi kayak gini. Jadi dah.

Maafkan aku pembaca, puisi ini tadinya buat acara tujuh belas agustusan di bazar kemerdekaan, di hamparan wajah wajah pemimpin dan pemimpi konsistensi. Tapi dari seorang Dorothy? Mikir lagi, dan mikir mikir. Sudah 65 tahun merdeka, merdekakah kita oleh kita sendiri? Eh, kepikiran juga puisi ini buat kompasioners (yang sudah punya anak pasti tahu). Biar dinikmati dengan lagunya, sambil goyang goyang dikit badan lesu dan kepala mumet. Bosan juga terus terusan lihatin berita berita tak nyambung nyabung kepala di tv. Kapanlah ada sedikit dalam pikiran, ketentraman nan penuh kedamaian di tanah air yang kita sanjung sanjung?

Catatan khusus :

Selamat Berpuasa buat sahabat sahabat Moslem. Semoga Tuhan selalu memberkati niat, tekad, dan amal saudara saudara yang menunaikan bulan suci ini. Terimalah satu doaku untuk spirit Ramadhan 1431 H dan keteguhan iman. Salam dan Sukses Selalu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 5 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 9 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: