Artikel

Edukasi

Nugroho Khoironi

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Belajar menulis apa adanya. Belajar mengerti dengan banyak pikiran. Belajar mengungkapkan dengan pandangan sahabat. Belajar mendengar seperti orang tua. Belajar membimbing seperti pelatih. Belajar memimpin seperti pejuang. Belajar berjalan seperti petualang.

Team Teaching Versus Piket Mengajar


OPINI | 12 August 2010 | 21:37 Dibaca: 270   Komentar: 2   Nihil

Ketentuan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi guru, di antaranya, termasuk kewajiban mengajar sebanyak 24 jam dalam satu minggu. Persoalan akan muncul apabila sekolah memiliki jumlah guru yang melebihi kebutuhannya. Tentu saja banyak guru yang akan sulit memenuhi jumlah jam wajib sebanyak itu. Beruntung kalau mereka masih bisa nebeng ke sekolah lain dan meminta jatah jam mengajar di sana. Bila kondisi ini tidak bisa dilaksanakan, maka rekayasa kurikulum kemungkinan yang ditempuh. Solusi mudah untuk ketentuan ini dirancang model mengajar team teaching. Dengan model mengajar dengan team teaching berarti akan ada dua orang guru yang melaksanakan di satu kelas secara bersamaan.

“Team teaching” sudah menjadi istilah pengajaran yang umum, meskipun pelaksanaannya masih jauh dari standar idealnya. Konsep pengajaran team teaching banyak diselewengkan oleh kalangan pendidik, yakni sekedar untuk menggugurkan kewajiban 24 jam mengajar saja. Padahal, menilik gagasan team teaching adalah untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan adanya rekayasa team teaching, guru bisa bekerja sama dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar di kelas. Team teaching juga bisa difungsikan sebagai inisiatif pelatihan guru-guru baru di sekolah bawah bimbingan guru-guru yang lebih berpengalaman. Kerja sama yang kuat di antara anggota team teaching tentu saja membutuhkan peranan dan sumbangan pemikiran cerdas dari curriculum leaders di sekolah.

Istilah yang tidak pernah muncul di sekolah adalah piket mengajar. Dalam kenyataan pendidikan formal, guru piket lebih banyak menjalankan tugas pencatatan pada jam-jam kosong yang terjadi lantaran guru pengajarnya berhalangan dan memberikan sederet tugasuntukdikerjakan siswa. Guru piket hanya akan menyampaikan tugas itu kepada siswa dan meminta mereka tetap tenang agar tidak mengganggu kelas lain yang sedang belajar. Meski demikian, ketidakhadiran guru sangat menyenangkan bagi siswa.

Piket mengajar yang terkait dengan program team teaching akan terjadi apabila kesiapan team guru tidak begitu nampak dalam upaya tampil bersama di dalam kelas yang sama. Mereka tidak mau terlihat saling bersaing di depan siswa. Guru senior tidak berniat untuk unjuk kebolehan, sementara itu guru junior tidak mau kalah pamor. Jalan tengahnya adalah mereka bergiliiran mengajar siswa di kelas. Dari sini, dua orang guru yang sama-sama dijadwalkan pada jam pelajaran dan kelas yang sama sepakat untuk meringankan tugas mereka sendiri, di luar skenario bagian pemngembangan kurikulum.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: