Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Herbed Limbong

pekerjaan seorang guru

Guru Honor Sekolah Negeri Vs Guru Honor di Sekolah Swasta

OPINI | 13 August 2010 | 04:27 Dibaca: 342   Komentar: 2   0

Pekerjaan Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia , pekerjaan yang membutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. setiap hari rutinitas yang sama , kegiatan yang sama mulai dari pembuatan alat kelengkapan mengajar yang meliputi Prota , Promes , silabus , RPP dan Bahan ajar yang harus betul betul dipersiapkan secara matang dan baik.

Pekerjaan itu selalu harus kami lakukan setiap awal tahun ajaran baru , yang mungkin sangat menyita waktu dan energi disamping harus mengurus urusan yang lain . kadang waktu tidak bersahabat waktu terasa cepat berlalu semuanya harus kita buat sebaik mungkin butuh pengorbanan.

Seluruh Guru wajib membuatnya , dan untuk membuatnya kita tidak pernah mengeluh yang menjadi persoalan adalah masalah dana dalam permbuatan seluruh perangkat tersebut. Cobalah bayangkan kami Guru Honor yang disekoalh swasta ini biaya untuk membuat itu tidak ada diberikan oleh Yayasan Pemiliki sekolah sedangkan di sekolah Negeri semuanya diadakan oleh sekolah.

Bukan hanya hal tersebut yang membuat kami iri melihat guru honor disekolah negeri , kalau ada insentif dari pemerintah baik itu dari pemerintah pusat maupun daerah yang didahulukan untuk mendapatkan honor insentif itu dalah guru yang honor di sekolah negeri sedangkan kami yang honor di sekolah swasta harus menunggu sangat lama , kalaupun keluar sudah harus memdapat potongan yang tidak resmi lagi yang kami terima pasti tidak sebesar yang diterima ileh guru honor di sekolah negeri.

disamping itu besaran honor disekolah negeri lebih besar dari nonor yang kami terima. uh… kalau melihat itu saja kadang kadang membuat hati kita miris lain lagi baru baru ini setelah kelaur surat edaran Menpan No.5 Tahun 2010 yang memungkinkan guru honorer di sekolah negeri bisa diangkat menjadi PNS sedangkan kami guru honorer di sekolah swasta tidak mendapatkan kesempatan yang sama.

Apakah pemerintah menganggap kami tidak ada ? , Kenapa kami harus dicampakkan seperti seorang manusia yang tidak mempunyai Orang tua ? , Apakah kami yang mempunyai Tugas dan Kewajiban yang sama seperti seluruh guru di Indonesia layak untuk menerima perlakuan yang seperti ini.

Bukankah surat edaran Menpan itu telah melanggar HAM kami guru guru yang disekolah Swasta ini ?. terutama kami guru yang tidak dapat lagi mengikuti ujian CPNS , padahal kami sudah mengabdi didunia pendidikan diatas 10 tahun. bahkan diantara kawan kawan sudah ada yang lulus uji sertifikasi guru profesional.

Oh.. Pemerintah Ousat Terutama kepada Bapak SBY tolonglah ubah surat edaran Menpan tersebut , tolonglah bela kami guru honorer di sekolah swasta ini . kalau bisa Bapak tolonglah dalam PP yang baru nantinya khusus untuk guru jangan dibedakan antara guru honor di sekolah negeri dan disekolah swasta. Kami tahu Bapak sangat perhatian terhadap peningkatan sdm masyarakat indonesia .

Mungkin kawan kawan guru honorer disekolah negeripun menganggap kami sama hak dan kedudukannya juga tidak ada perbedaan kami , janganlah pemerintah membuat garis pemisah antara kami guru guru yang ada di indonesia. buatlah persamaan perlakuan kepada seluruh guru yang ada di indonesia. kami juga telah mendapatkan nomor unit pendidik dan tenaga kependidikan ( NUPTK ).

PGRI mana kiprahmu , kami juga anggotamu kenapa kami guru guru honor tidak pernah PGRI anggap sebagai anggotanya kenapa kami tidak pernah diperjuangkan nasib kami ?. kalau tidak mampu membelanasib kami untuk apa ada PGRI. atau ubahlah nama organisasi itu menjadi Persatuan Guru Pegawai negeri saja. karena yang mendapat kartu anggota PGRI hanya guru yang sudah PNS saja kami guru honor tidak pernah mendapatkan Kartu Anggota.

berbahagialah guru honor disekolah negeri karena anda masih punya kesempatan untuk diangkat menjadi PNS tapi tolonglah pemerintah untuk mengingat kami juga , kami juga punya tanggung jawab yang sama untuk mencerdaskan anak anak bangsa . tugas itu kami laksanakan dengan sebaik baiknya kerena perlakuan pengawas sekolah kepada kami juga sama hanya hak kami yang tidak juga diperhatikan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: