Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dhitta Puti Sarasvati

Saya seorang yang suka belajar, mengajar, dan ingin belajar membuat tulisan sastra anak.

PR Bahasa Inggris Keponakan Saya

HL | 28 August 2010 | 03:02 Dibaca: 1024   Komentar: 19   1

Ilustrasi/Admin (shutterstock.com)

Ilustrasi/Admin (shutterstock.com)

Karena menemani keponakan saya membuat PR Bahasa Inggris, saya jadi mengamati buku LKS-nya. Keponakan saya merupakan siswa SD kelas 1 di sebuah sekolah negeri di daerah Jakarta Selatan. Menurut keponakan saya, LKS ini gratis. Diberika oleh gurunya secara cuma-cuma.

Salah satu  wacana yang ada di dalam LKS tersebut berjudul  ’lets spell it’ (mari kita mengejanya). Isi wacananya seperti ini
a :  /ei/
b : /bi:/
c : /si:/
d : /di:/
e : /i:/
f : /ef/
g : /dji:/
h : /eitch/
i : /ai/
j : /djei/
k : /kei?
l : /el/
m : /em/
n : /en/
o : /ou/
p : /pi:/
q : /kyu/
r : /a:/
s : /es/
t : /ti:/
u : /yu:/
v : /vi/
w : /dabelyu/
x : /eks/
y : /wai/
z : /zi:/
Mungkin maksud wacana tersebut adalah, sang guru menunjuk hurufnya di dalam kelas, dan para siswa menyebutkan hurufnya dalam bahasa Indonesia (saying it out loud). Kalau
ini yang terjadi, menurut saya masih masuk akal. Saya memang pernah menemukan beberapa poster yang berisi berbagai abjad dan cara membacanya seperti yang tertera dalam wacana tersebut.

Yang mengagetkan adalah ketika saya melihat pekerjaan rumahnya. Ia diminta mengerjakan sepuluh nomor.

do as the example
(kerjakan seperti contoh)
example (contoh) : [ada gambar mobil]
a: what is it
b : it is a car
a : how do you spell it
b : /si: - ei - a:/ —> jawaban yang diharapkan bisa dijawab oleh siswa.

Keponakan saya tetap mengerjakan PR-nya, mengikuti contoh..
beberapa PR-nya sebagai berikut:
1)  [ gambar pirin]
x : what is it
y : it is a plate
x : how do you spell it
y : /pi: - el-ei -ti: - ei/

Ada 9 nomor sejenis yang harus ia kerjakan. Menurut saya pribadi, cara belajar bahasa Inggris seperti ini sangat aneh. Kalau memang bentuknya adalah conversation di mana siswa diminta mengeja dengan suara keras (bukan menuliskannya), mungkin saya masih bisa menerima hal ini. Misalnya orang tua atau guru menanyakan siswa bagaimana mengeja car, lalu siswa mengucapkan huruf-hurufnya, dan guru membetulkan lafalnya, bila ada yang salah (tema materi saat itu adalah tentangalphabets). Saat siswa diminta menuliskan ejaannya seperti ii (apalagi siswa masih kelas 1 SD) bukankah bisa menimbulkan kebingungan saay dia benar-benar ingin menulis (dalam bahsa Inggris) di kemudian har?. Mungkin dia akan menulis kata ‘car’ sebagai sieia‘. Apakah teman-teman guru sependapat?
Karena saya tidak pernah mengajar bahasa Inggris kepada siswa SD, saya ingin mohon masukan dari tema-teman guru bahasa Inggris. Apakah keanehan yang saya rasakan adalah hal yang wajar?
** LKS Keponakan saya berjudul Kompak (Komplemen Prestasi Anak)

(Berdasarkan kurikulum 2006)
Untuk Sekolah Dasar Semester 1
Penerbit : CV Seti-Aji
Jl. Sidoluhur No.66 Waringinrejo Cemani, Sukoharjo
Telp : (0271) 642990

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 10 jam lalu

Pelecehan Seksual pun Terjadi Pada Pria di …

Nyayu Fatimah Zahro... | 15 jam lalu

Jokowi dan “Jebakan Batman” SBY …

Mania Telo | 16 jam lalu

Kota Jogja Terhina Gara-gara Florence …

Iswanto Junior | 18 jam lalu

Dulu Saat Masih Dinas, Kakek Ini Keras …

Posma Siahaan | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: