Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Heru Cahyono

Alumni Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten 2011, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan selengkapnya

OPAK/OSPEK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tanpa Kekerasan

REP | 24 September 2010 | 18:56 Dibaca: 1245   Komentar: 5   1

Yogyakarta, Jum’at_24 September 2010 Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Hari ke-2 dalam masa OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik Kampus) yang diselenggarakan Oleh Panitia Universitas dan bekerjasama dengan panitia Fakultas dan Jurusan telah mencapai ditengah-tengah panasnya dan humorianya para Mahasiswa Baru. Ibarat buah yang hampir masak yang sudah di incar oleh si pemilik buah tersebut.

Banyak sekali kejadian-kejadian yang dialami oleh Mahasiswa Baru dalam mengikuti OPAK ini. Salah satunya dalam kedisiplinan dan ketepatan waktu hadir untuk mengikuti acara yang dimulai tepat pukul 06.00  WIB. Beberapa mahasiswa baru yang telat dalam mengikuti acara OPAK ini mendapatkan sangsi yang tegas dari panitia. Yang diharapkan mahasiswa baru bisa lebih disiplin dan tepat waktu lagi untuk besuk hari ke3.

Hari ini Mahasiswa baru mendapatkan dua materi yaitu Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan yang sebelumnya ada sesi acara pembacaan tatatertib sebagai warga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Mahasiswa khususnya. Selain itu juga dipaparkan oleh dekan fakultas Dakwah menghimbau kepada Mahasiswa baru untuk bisa memaksimalkan dan memanfaatkan fasilitas yang ada di Fakultas Dakwah dan Universitas. Agar mahasiswa bisa menjadi mahasiswa yang dapat mengembangkan skill dan bakat yang ada dalam diri Mahasiswa tersebut.

Saya melihat bahwa selama mengikuti acara OPAK ini banyak sekali mahasiswa baru yang sangat taat terhadap aturan-aturan yang ditetapkan oleh panitia. Belum ada yang melanggar tatib tersebut karena mereka merasa takut akan sangsi-sangsi yang akan diberikan ketika mereka “mahasiswa baru” melanggarnya.

Kejadian ini bermula saat absen terakhir sebelum mahasiswa meninggalkan kampus putih/kampus rakyat. Peserta OPAK dikumpulkan di depan Fakultas Dakwah untuk diberikan paparan dan pengumuman-pengumuman yang disampaikan oleh panitia. Dan juga orasi-orasi dari setiap jurusan di Fakultas Dakwah. Yang membuat sedikit marah dari mahasiswa baru ini adalah panitia terlalu mengulur waktu dan santai-santai dalam mengisi acara itu. Padahal sore itu hujan gerimis yang membuat basah bajunya peserta.

Salah satu mahasiswa mencoba memberontak panitia untuk mempercepat prosesnya. Tetapi panitia membantah dan membawa ke belakang mahasiswa baru yang melakukan protes/memberontak. Saya lihat di belakang mahasiswa itu dengan para senior melakukan adu mulut. Senior merasa berkuasa sehingga tidak mau mahasiswa baru membuat onar atau pemprofokasian. Selain itu para senior membentak-bentak mahasiswi yang mereka ingin ijin untuk sholad ashar. Karena waktu itu tengah pukul 15.45 WIB.

Para Mahasiswa/i itu ingin melaksanakan sholad ashar karena sebelumnya jam 15.00 belum melaksanakan sholad dikarenakan masih padat acaranya. Ketika beberapa mahasiswa berteriak ingin melaksanakan sholad dan meminta ijin ke panitia. Panitia menjawab bahwa mereka ingin melihat seberapa besar dan pentingkah sholad bagi anda? sambil menunjuk mahasiswa-mahasiswa baru yang berdiri di depannya.

“Ketika ada mahasiswa yang ijin untuk sholad panitia juga tidak melarangnya. Dan tadi¬† juga ada beberapa mahasiswa baru yang ijin untuk sholad. Jadi kesimpulannya kami tidak melarang mahasiswa untuk melaksanakan sholad, tetapi kenapa kalian tidak sadar dan tidak mau mengkritisi panitia bahwa kalian ingin sholad” kata moderaor yang memimpin apel. Dan akhirnya setelah semua mahasiswa baru menuntut untuk menyelesaikan apel sore itu, panitia langsung menutup acara apel setelah penyampaian pengumuman2 untuk OPAK hari ke3 besuk.

Harapan dari semua peserta OPAK yaitu mahasiswa baru menginginkan untuk tidak ada kekerasan dalam Orientasi Pengenalan Akademik Kampus. Ini sudah terbukti bahwa panitia tidak melakukan tindak kekerasan selama 2 hari pelaksanaan kegiatan tersbut. Semangat Mahasiswa baru Mari satukan tekad dan satukuan tujuan serta misi kita dalam mengembang dakwah di Indonesia.Hidup Mahasiswa!!!! Hidup Mahasiswa!!!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

UU di Jadikan Pajangan …

Nurma Syaidah | 7 jam lalu

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: