Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Marwan Upi

Aku adalah Kamu. Kamu adalah Aku. Salam kenal ya. Santai aja… http://www.marwanupi.blogspot.com/. selengkapnya

Hati-hati dengan Hati…!!!

OPINI | 26 September 2010 | 16:09 Dibaca: 218   Komentar: 2   1

Perhatian…!!! Kata inilah yang sering digunakan oleh pembicara jika ingin para pendengarnya melihat dan mendengarkannya.

Kata ‘perhatian’ berasal dari kata dasar ‘hati’. Namun, untuk mengajak orang mendengar, kita harus meminta hatinya untuk ‘mendengar’ kan kita. Kenapa bukan ‘telinga’ yang diminta? Kenapa bukan kata ‘pertelingaan!!!,’ Untuk mengajak orang mendengarkan kita?

Begitu pula jika kita ingin mengajak orang untuk melihat kita. Kita selalu mengatakan perhatian!!! bukan ‘permataan!!!’ Sementara yang kita minta adalah matanya untuk melihat kita. Lagi-lagi selalu hati yang diminta.

Ada apa dengan hati?

Hati adalah salah-satu organ tubuh manusia yang sangat vital. Dalam islam hati adalah salah-satu alat untuk menangkap ilmu pengetahuan (epistemology) yaitu mata hati (mata batin). Selain berfungsi sebagai oragan yang membantu proses metabolisme tubuh, hati juga memilki fungsi yang sifatnya abstrak. Sebagaimana hadis nabi Muhammad saw yang kurang lebihnya : ‘dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, jika daging itu kotor maka kotor pula pemiliknya dan jika daging itu baik maka baik juga pemiliknya’. Dalam hati manusia dapat mengukur keikhlasan dalam berbuat.

Dalam hati terdapat perangkat yang sangat membantu manusia dalam melihat kebenaran. Perangkat itu adalah hati nurani. Hati nurani atau biasa dikenal dengan fitrah. Hati nurani (fitrah) merupakan kelebihan yang dimiliki oleh manusia yang membedakannya dengan hewan dan tumbuhan. Hati nurani selalu mengalami kecenderungan ke hal yang baik dan benar.  Dengan hati nurani manusia dapat menemukan dan mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia yang berkemanusiaan. Ketika manusia berbuat tanpa mengikuti bimbingan hati nurani maka sesungguhnya dia telah mulai bergerak meninggalkan identitasnya sebagai manusia.

Manusia berbuat kejahatan maka hati nurani secara otmatis memberikan larangan.  Kejahatan adalah tindakan yang cenderung mengikuti nafsu duniawi sesaat. Bagaikan hewan karna manusia yang berbuat kejahatan tidak mempertimbangakan dampak buruk yang terjadi, baik untuk diri maupun lingkungannya. Dia selalu bertindak untuk kepentingan diri sendiri meskipun hak orang lain terampas olehnya.

Misalnya saja, seorang koruptor yang memakan uang rakyat. Dia tak lebih seperti hewan yang selalu tunduk pada nafsu sesaat yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa melihat dampak buruk yang terjadi. Bimbingan hati nurani yang mengajaknya untuk tidak korupsi telah diabaikan. Sementara banyak rakyat yang menangis karna kelaparan.

Jadi tak ada salahnya kalau seorang ustadz, Aa Gim, pernah berkata dalam lirik lagunya yang berbunyi: ‘jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini’. Oleh karna itu tak salah bagi siapa pun yang ingin mengajak orang, selalu mengajak hatinya. Untuk mengajak orang untuk mendengar, memerhatikan ataupun mengajak pemerintah untuk memperjuangkan keinginan rakyatnya maka hatilah yang di perintahkan karna hati tak pernah bohong. Karna hati selalu mengajak kepada kebaikan.

Jadi, menjadi hal yang wajar ketika kita mengatakan kepada siapa saja dengan kata “Perhatian…!!!” karna hatilah yang mampu merasakan kemanusiaan manusia. Pemerintah yang  tak menggunakan hati nuraninya dalam memimpin, maka rakyatlah yang menjadi korban ketidakadilannya. Ilmuwan yang menemukan teknologi baru maka teknologi tersebut akan menghancurkan manusia jika penggunaanya tak memperhatikan arahan hati nurani. Bom atom jika digukan berdasarkan bimbingan hati nurani maka tragedi hiro sima dan naga saki tak akan menjadi sejarah kelam yang menyedihkan.

PERHATIAN!!! Selalulah menjaga hati.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Meriahnya Pembukaan Porseni BUMN 2014 …

Rizky Febriana | | 24 November 2014 | 19:26


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Merayu Bu Susi …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 14 jam lalu

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Senyum Getir Nelayan Raja Ampat …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Solusi TNI vs Polri? Ya ABRI Reformasi! …

Koalisi Rakyat Indo... | 9 jam lalu

Pengurus Baru PGRI Provinsi Banten …

Aosin Suwadi | 9 jam lalu

Cerita Ulang …

Nabila Anwar | 10 jam lalu

Di Bawah Ranjang Tidurku …

Lembah Timur | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: