Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Istanti 11

mahasiswa s1 pgsd transfer kampus kebumen NIM X7209045

Hakikat Pembelajaran Terpadu

OPINI | 07 October 2010 | 01:55 Dibaca: 1574   Komentar: 0   0

Dalam pembelajaran di SD seorang guru memang harus menciptakan pembelajaran yang holistik sesuai dengan perkembangan anak. Guru mengajar tidak hanya membangun anak untuk pintar saja, tetapi bagaimana membangun karakter anak yang baik yang dapat berguna atau bermanfaat untuk lingkungan atau kehidupannya. Disinilah tugas guru mengarahkan atau menunjukkan informasi kepada anak. Dengan pembelajaran terpadu kualitas pendidikan dasar dapat diperbaiki, terutama untuk mencegah penjejalan kurikulum dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Prabowo (2000: 2), Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi. Pendekatan belajar mengajar seperti ini diharapkan akan dapat memberikan pengalaman yang bermakna pada anak. Arti bermakna disini karena dalam pembelajaran terpadu diharapkan anak akan memperoleh pemahaman terhadap konsep-konsep yang mereka pelajari dengan melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pelajari.

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik (Developmentally Appropriate Practical). Pendekatan yang berangkat dari teori pembelajaran yang menolak drill-system sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak.

Sebenarnya sudah lama guru telah mempraktikkan konsep pembelajaran terpadu. Misalnya di Taman Kanak-kanak anak selalu belajar menggunakan tema jadi disebut pembelajaran tematik dan pada guru di Sekolah Dasar mengenal dengan istilah pembelajaran unit. Yang sebenarnya kedua istilah di atas yaitu tematik dan unit merupakan pembelajaran terpadu.

Banyak istilah yang digunakan untuk memadukan materi yang spesifik misalnya pendekatan topik-topik dalam mata pelajaran yang memadukan berbagai fokus dari satu mata pelajaran misalnya keterpaduan program matematika. Istilah yang lain adalah pendekatan interdisipliner bidang studi, pendekatan tematik dan pendekatan holistik.

Secara umum pembelajaran terpadu pada prinsipnya terfokus pada perkembangan kemampuan siswa secara optimal, oleh karena itu dibutuhkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran terpadu siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam proses belajarnya. Sehingga dengan pengalaman belajar langsung yang dialami sendiri oleh siswa, daya kemampuan siswa akan semakin kuat terhadap hal-hal yang dipelajarinya. Pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik.

Nasution (1982), menguraikan perdebatan antara yang mendukung dan yang pesimis terhadap pengajaran terpadu dapat dikontraskan sebagai berikut:

Yang Mendukung

Yang Pesimis

1. Suatu pembaharuan memerlukan perjuangan dan harus tepat dimulai oleh guru

2. Pembelajaran terpadu tidak bersifat memaksa dan kaku, bisa dengan berbagai sumber

3. Guru bisa menjadi lebih dinamis

4. Sistem ujian tidak selayaknya menghambat suatu pembaharuan

5. Guru memang tetap sebagai pengambil keputusan dalam menentukan tujuan pembelajaran

6. Menggunakan bahan/alat pembelajaran yang sederhana.

1. Kebanyakan guru yang ada tidak terlatih/dididik untuk melaksanakan pembelajaran terpadu

2. Proses pembelajaran tidak bisa diorganisasikan secara sistematis

3. Memberatkan tugas guru

4. Siswa yang muda belum bisa diajak untuk menentukan arah pembelajaran

5. Fasilitas pada umumnya tidak menunjang

6. Tidak sesuai dengan sistem ujian umum.

Alasan-alasan yang mendasari penggunaan pembelajaran terpadu karena berdasarkan berbagai studi, menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu: (1) sesuai dengan cara pandang siswa dalam memperhatikan atau mempelajjari aspek kehidupan; (2) pembelajaran terpadu memungkinkan untuk melihat keterkaitan dan hubungan dari setiap mata pelajaran yang bisa jadi memang berdekatan; (3) dapat memberi irama dala proses belajar siswa, sehingga gaya dan tingkatan proses belajar siswa tidak selalu dihambat dengan adanya mata pelajaran yang secara konstan selalu berganti; (4) siswa mendapat kesempatan untuk mengikuti lingkaran proses belajar mereka sendiri.

Berdasarkan uraian di atas maka pembelajaran terpadu merupakan:

1. Pembelajaran dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain baik berasal dari bidang studi yang bersangkutan maupun yang lainnya.

2. Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang studi yang mencerminkan dunia nyata disekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak.

3. Suatu cara untuk mengembangkkan pengetahuan dan keterampilan anak secara simultan.

4. Menggabungkan sebuah konsep dalam beberapa bidang studi yang berbeda dengan harapan anak akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.

Kecenderungan konsep pembelajaran terpadu diyakini sebagai suatu pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak. Pendekatan ini berangkat dari suatu paham bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu konsep dasarpembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk dapat melaksanakan pembelajaran terpadu yaitu: (1) kejelian guru dalam mengantisipasi pemanfaatan berbagai arahan pengait konseptual intra ataupun antar bidang studi; (2) penguasaan material dan metodologi terhadap bidang-bidang studi yang bisa dikaitkan; (3) wawasan kependidikan yang mampu membuat guru selalu waspada untuk memanfaatkan setiap keputusan dan tindakan untuk memberikan uraian nyata bagi pencapaian tujuan utuh pendidikan.

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan belajar mengajar yang memperhatikan dan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan anak didik. Pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu: berpusat pada anak, proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman langsung, dan pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas. Disamping itu pembelajaran terpadu menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam satu proses pembelajaran. Kecuali mempunyai sifat luwes, pembelajaran terpadu juga memberikan hasil yang dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

See you

Tags: add new tag

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ma’nene, Ritual Pembersihan Mumi di …

Armin Mustamin Topu... | | 29 August 2014 | 01:17

Mafia Migas di Balik Isu BBM …

Hendra Budiman | | 29 August 2014 | 00:55

Tantangan Pembangunan Kesehatan Jokowi 01: …

Suprijanto Rijadi | | 29 August 2014 | 07:45

Anak Kami Tak Diakui Kemdikbud (?) …

Nino Histiraludin | | 29 August 2014 | 08:03

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 4 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 7 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 8 jam lalu

Saya Pernah Dipersulit oleh Pejabat Lama …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Subsidi Amanat Konstitusi …

Hendra Budiman | 7 jam lalu

Di Bawah Tekanan …

Avenir Luna | 7 jam lalu

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | 8 jam lalu

Sudah Saatnya Anak Berkebutuhan Khusus …

Lifya | 8 jam lalu

Delft, Kota Pelajar yang Menjanjikan …

Christie Damayanti | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: