Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kharisma Fardiyanto

Mahasiswa S1 PGSD FKIP UNS KEBUMEN

PTK

OPINI | 09 October 2010 | 06:15 Dibaca: 345   Komentar: 4   0

Tugas KD 1

Penelitian Tindakan Kelas

Untuk Peningkatan Pembelajaran

Latar Belakang PTK

Guru sebagai seorang pendidik menjadi salah satu kunci penting dari meningkatnya mutu pendidikan. Baik tidaknya hasil yang diperoleh akan tergantung juga pada kemampuan guru mengajar dan mengatur kelas. Dalam pembelajaran di kelas guru sering menemukan permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat proses belajar mengajar. Permasalahan tersebut dapat berasal dari siswa, guru, bahkan lingkungan sekolah. Seperti kurangnya motivasi siswa dalam belajar, kurangnya kemampuan siswa dalam hal bertanya atau berdiskusi, kelas yang pasif, penyelesaian tugas yang tidak tepat waktu dan lain-lain. Hal ini sering mengakibatkan tidak tercapainya indikator keberhasilan yang diharapkan. Kendala-kendala tersebut harus dipandang sebagai akibat dari adanya masalah dalam interaksi antara guru dan siswa. Untuk itu seharusnya guru melaksanakan refleksi terhadap semua tindakan yang telah dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil refleksi tersebut guru selanjutnya melakukan identifikasi masalah-masalah yang terjadi lalu memfokuskan pada masalah-masalah aktual yang perlu dicari pemecahannya.

Pemecahan masalah dapat dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dengan berkolaborasi antar teman sejawat/sesama guru. Melalui kolaborasi diharapkan kegiatan yang dilakukan dalam menangani masalah di kelas akan lebih baik dan juga akan terjadi penularan (transfer learning) pengetahuan dan pengalaman. Dalam dunia pendidikan fungsi penelitian memegang peranan penting. Disamping untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian juga mendorong guru menjadi reflektif terhadap tugasnya untuk peningkatan kualitas diri maupun siswanya. Dengan penelitian bisa mendekati pendidikan sebagai sesuatu yang utuh, menempatkan guru di kelas sebagai penilai yang paling baik terhadap pekerjaannya sendiri secara total serta dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek pendidikan. Guru didorong untuk mengembangkan teori pendidikannya sendiri dari praktek pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas.

Sekarang ini ada model penelitian yang sedang dikembangkan yakni penelitian tindakan kelas atau PTK, Model penelitian tindakan ini bisa dilakukan oleh semua guru dalam proses pembelajaran tanpa harus memiliki nilai yang tinggi. PTK berusaha memahami situasi kelas secara utuh dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan entitas yang utuh pula. Di dalam PTK mengandung makna adanya perubahan pada diri guru dan siswa di dalam sistem (kelas). PTK merupakan suatu pendekatan dalam memperbaiki mutu pendidikan (proses belajar) melalui perubahan. Langkah-langkah yang bisa ditempuh mendorong para guru agar menjadi paham dan menyadari cara kerja yang mereka lakukan, menjadi kritis terhadap praktek pendidikan yang mereka lakukan dan guru disiapkan untuk mengikuti perubahan-perubahan. PTK bersifat partisipatoris dan kolaboratif. Subjek penelitian dipandang sebagai partisipan yang secara bersama-sama terlibat secara aktif dalam proses inkuiri.

Pemecahan masalah melalui penelitian tindakan kelas ini sejalan dengan era globalisasi, dimana guru tidak lagi dianggap sebagai penerima pembaruan, akan tetapi juga bertanggung jawab dalam pengembangan pengetahuan dan ketrampilan mengelola proses pembelajaran. Hal inilah yang menjadi dasar dilakukannya penelitian tindakan kelas.

Pengertian PTK.

Penelitain tindakan kelas berasal dari istilah Bahasa Inggris “Classroom Action Research”, yang berarti penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat tindakan yang diterapakan pada suatu subjek pada kelas tersebut. Penelitian Tindakan Kelas [PTK] dibentuk dari 3 kata, yang memiliki pengertian sebagai berikut :

1. Penelitian, menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2. Tindakan, menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa.

3. Kelas, adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.

Dari ketiga kata di atas dapat disimpulkan bahwa PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.

Sementara itu McNiff (dalam Padmono, 2010) menyatakan bahwa “penelitian tindakan kelas sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan guru sendiri yang hasilnya dimanfaatkan sebagai alat untuk mengembangkan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar dan sebagainya”

Dari pernyataan di atas dapat dikemukakan bahwa PTK merupakan bentuk refleksi yang dilakukan guru, siswa dan semua yang terlibat di dalam situasi pendidikan untuk memecahkan masalah atau memperbaiki praktek pendidikan yang dilakukan oleh guru, memperbaiki pemahaman terhadap praktek pendidikan, memperbaiki situasi dimana praktek pendidikan itu dilakukan dan bisa juga digunakan untuk menerapkan atau mendesiminasikan pembaharuan dalam pendidikan.

Oleh karena itu sudah seharusnya seorang guru harus selalu berusaha mengembangkan kemampuannya dalam mengajar dengan selalu mengedepankan kepentingan pendidikan daripada hanya sekedar mengajar dengan mengabaikan permasalahan yang timbul, tanpa ada usaha untuk memperbaikinya, padahal pemecahan permasalahan itulah yang akan menjadi suatu inovasi baru bagi pendidikan dan menunjukan peningkatan sikap profesionalisme guru.

Berkaitan dengan PTK Menurut Kemmis (dalam Suprawoto, 2010) penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik dan situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan. Terdapat dua hal pokok dalam penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini akan mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu; (1) untuk memperbaiki praktik; (2) untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman para praktisi terhadap praktik yang dilaksanakannya; (3) untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan.

Dengan demikian dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh seseorang (guru) dengan mencermati sebuah kegiatan belajar mengajar atau situasi lain yang diberikan tindakan, yang secara sengaja dimunculkan dalam sebuah kelas, yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang timbul atau untuk peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Selain itu dengan penelitian tindakan kelas akan mengembangkan kemampuan guru dalam mengajar yang secara tidak langsung akan mengembangkan pribadi guru menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik demi kemajuan bangsa dan negara

Asas Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas sebagai salah satu penelitian ilmiah yang bertujuan untuk proses perbaikan pembelajaran memiliki asas-asas yang perlu dilaksanakan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Berkaitan asas PTK Winter (Y. Padmono Dr. 2010) mengemukakan enam asas penelitian tindakan kelas, yaitu : 1) kritik refleksif; 2) kritik dialektis;3) sumber daya kolaboratif; 4) resiko; 5) struktur majemuk, dan 6) teori, praktek, transformasi.

Karakteristik PTK

PTK sebagai salah satu jenis penelitian memiliki karakteristik yang membedakan dengan penelitian yang lainnya, salah satunya yang dikemukakan oleh Suyanto (1997) yang mengemukakan bahwa “penelitian kelas memiliki karakteristik penting yaitu bahwa problema yang diangkat untuk dipecahkan melalaui PTK harus selalu bernagkat dari persoalan prkaktek pembelajaran sehari-hari yang dihadapi”. Dari pendapat itu dapat kita ketahui bahwa dalam penelitian tindakan kelas masalah yang akan dipecahkan itu berasal dari permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran sehari-hari dalam kelas. Dengan mengetahui sumber, penyebab, dan karakter masalah maka seorang peneliti (guru) akan lebih mudah dalam mengadakan penelitian dalam upanya mencari alternatif pemecahan masalah sesuai dengan keadaan yang terjadi.

Karakteristik berikutnya menurut Suyanto (1997) adalah bahwa PTK adalah merupakan suatu penelitian kolaboratif. Kolaboratif sendiri mempunyai makna bahwa dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas dapat melibatkan unsur ahli (dosen) dalam melaksanakan penelitian. Sehingga dalam pelaksanaanya peneliti akan sangat tebantu dalam mencari dan merumuskan persoalan yang ada di kelas. Selain itu juga akan dapat mendapatkan manfaat yang besar dalam kariernya.

Karakteristik lain yang dikemukakan oleh Suyanto (1997) adalah dalam proses pelaksanaan penelitian. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas disertai adanya tindakan-tindakan (aksi) tertentu dalam memperbaiki proses belajar mengajar.

Berkaitan dengan karakteristik PTK, pendapat lain menyebutkan bahwa karakteristik PTK meliputi :

1. On The Job Oriented

Artinya bahwa PTK dilaksanakan oleh pekerja sesuai dengan bidang yang ditekuninya, misalnya seorang guru geografi yang hendaknya mengadakan PTK dengan tema pembelajaran Geografi.

2. Problem Solving Oriented

Mengandung makna bahwa PTK dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada dalam Proses Belajar Mengaja (PBM) oleh guru.

3. Improvement Oriented

Bahwa PTK dilaksanakan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

4. Siklis

Pelaksanaan dilaksanakan berulang ulang dan Continue.

5. Action Oriented

PTK harus dilakukan dengan praktik dalam PBM.

6. Specific Contextual

PTK dilaksanakan benar-benar masalah yang dialami guru dalam PBM.

7. Kolaboratif

Dapat dilaksanakan bersama orang atau guru lain namun masih dalam 1 rumpun ilmu.

8. Metodologi bersifat longgar

Maksudnya bahwa PTK tidak harus mengginakan pengolahan data statistik yang rumit, cukup dengan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan juga tidak harus diuji reabilitas, normalitas, atau validitas. Namun instrumen dapat diuji dengan uji triangulasi atau crosscheck atau perbandingan dengan cara atau instrumen lain.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa karaktersitik PTK antara lain bahwa masalah yang diteliti itu muncul dalam pembelajaran sehari-hari, penelitian bersifat kolaboratif dengan mengikutsertakan para ahli dalam proses perumusan persoalan yang muncul, PTK merupakan penelitian yang dilakukan secara berulang atau diberi tindakan agar dapat dipecahkan permasalahannya.

Tujuan PTK

Tujuan PTK yang paling jelas terlihat adalah memecahkan persoalan yang nyata yang terjadi di dalam kelas sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa permasalah itu terjadi. Berkaitan dengan tujuan PTK, Suyanto (1997:7) mengemukakan bahwa “tujuan melakukan penelitian tindakan kelas adalah peningkatan dan perbaikan praktek pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru”. Selain itu, Suyanto (1997:8) mengemukakan bahwa “tujuan penyerta dilakukannya PTK adalah berupa terjadinya proses latihan dalam jabatan selama penelitian tindakan kelas berlangsung”. Berkenaan dengan tujuan PTK, Borg (Suyanto, 1997:8) mengemukakan bahwa “tujuan utama dalam penelitian tindakan kelas ialah pengembangan ketrampilan guru berdasarkan pada persoalan-persoalan yang dihadapi guru di kelasnya sendiri, bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan. Selain pendapat yang sudah dikemukakan juga ada pendapat lain dari Grundy dan Kemmis (dalam Y. Padmono Dr., 2010) yang berkaitan dengan tujuan PTK, yaitu: (1) peningkatan praktek, (2) peningkatan atau pengembangan profesional pemahaman praktek oleh praktisi, dan (3) peningkatan situasi tempat pelaksanaan praktek.

Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa tujuan dari PTK adalah

Pelaksanaan perbaikan dalam proses pembelajaran, peningkatan ketrampilan/ profesionalisme guru, dan peningkatan situasi tempat pelaksanaan prkatek

Kelebihan, Kekurangan, dan Manfaat PTK

Dalam setiap jenis penelitian pasti terdapat kelebihan yang dimiliki, seperti halnya dengan PTK. Kelebihan PTK menurut Johar Maknun (2008) antara lain :

1. Tumbuhnya rasa memiliki melalui kerjasama dalam PTK

2. Tumbuhnya kreativitas dan pemikiran kritis

3. Tumbuhnya kreativitas dalam berpikir kritis lewat interaksi terbuka yang bersifat reflektif/evaluatif dalam PTK

4. Dalam kerjasama ada saling merangsagn untuk berubah

5. Meningkatnya kesepakatan lewat kerjasama demokratis dan dialogis dalam PTK

Selain kelebihan tersebut, Shumsky (Y. Padmono Dr. 2010) mengemukakan beberapa kelebihan PTK, yaitu : 1) Kerja sama dalam penelitian tindakan menimbulkan rasa memiliki; 2) Kerja sama dalam PTK mendorong kreatifitas dan pemikiran kritis; 3) Kerja sama meningkatkan kemungkinan untuk berubah; 4) Kerja Sama dalam penelitian meningkatkan kesepakatan.

Walaupun dalam pelaksanaannya PTK banyak memiliki kelebihan tetapi tetap saja memiliki kekurangan yang harus menjadi perhatian bagi setiap peneliti. Terkait dengan kekurangan PTK Johan Maknun mengemukakan beberapa kekurangan yang ada dalam PTK, yaitu : 1) validitas yang masih sering disangsikan; 2) tidak mungkin melakukan generalisasi karena sampel sangat tebatas; 3) peran guru yang bertindak sebagai peneliti dan pengajara sehingga sangat merepotkan; 4) rendahnya efisiensi waktu; 5) kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam teknik dasar penelitian karena banyak berurusan dengan hal-hal praktis. Sementara itu Y. Padmono (2010) menjelaskan tentang kelemahan PTK yang dilakukan, antara lain : 1) Kekurangan pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar penelitian pada pihak peneliti; 2) )Penelitian tindakan memerlukan komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, faktor waktu ini dapat menjadi kendala besar; 3) Kelemahan tentang konsepsi proses kelompok. Proses kelompok dapat berjalan dengan baik sangat tergantung pada pemimpin kelompok yang demokratis; 4 ) Kesulitan mengajak orang untuk mengadakan perubahan.

Penelitian tindakan kelas dalam usahanya memperbaiki proses pembelajaran memiliki beberapa manfaat, antara lain yang dikemukakan oleh N.A Suprawoto (2010).

(1) Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan bagi para pendidik (guru) untuk meningkatkan kulitas pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat dijadikan sebagai bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

(2) Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan pendidik. Hal ini ikut mendukung professionalisme dan karir pendidik.

(3) Mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antarpendidik dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

(4) Meningkatkan kemampuan pendidik dalam upaya menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini turut memperkuat relevansi pembelajaran bagi kebutuhan peserta didik.

(5) Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Di samping itu, hasil belajar siswa pun dapat meningkat.

(6) Mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, serta melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

Penerapan PTK

Berkaitan dengan penerapan PTK McNiff (Suyanto, 1997) mengemukakan petunjuk praktis dalam pelaksanaan PTK yang perlu diperhatikan, yaitu : 1) berangkatlah dari permasalahan yang kecil dahulu; 2) rencanakan penelitian secara cermat; 3) susunlah jadwal yang realistic; 4) libatkan pihak lain; 4) buatlah pihak lain yang terkait terinformasi; 5) ciptakan system umpan balik

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 14 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 18 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 22 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 24 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


Subscribe and Follow Kompasiana: