Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Resume Pembelajaran Terpadu

REP | 10 October 2010 | 15:13 Dibaca: 286   Komentar: 0   0

Sebagai penyelenggara atau pelaksana pendidikan tingkat sekolah dasar dituntut agar dapat memilih salah satu dari beberapa alternatif pembelajaran yang ada. Salah satu alternatif pembelajaran tersebut adalah pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu sangat cocok diterapkan terutama disekolah-sekolah dasar terutama dikelas rendah. Pembelajaran terpadu pada dasarnya adalah sama dengan pembelajaran tematik hanya saja ruang lingkup dari pembelajaran terpadu lebih luas dari pada pembelajaran tematik. Pembelajaran terpadu sangat cocok diterapkan pada anak sekolah dasar karena anak usia sekolah dasar sangat senang belajar berdasarkan pengalaman dan lingkungan sekitar. Pembelajaran terpadu.

Pembalajaran terpadu adalah upaya peningkatan kualitas pembelajaran dengan menyesuiakan dengan minat dan kebutuhan anak . Pembelajaran terpadu menyesuikan dengan karakterisrik anak

Adapun cirri-ciri pembelaharan terpadu antara lain adalah ;

1. Pembelajaran berpusat pada anak

Dalam pembelajaran terpadu anak adalah sebagai pusat pembelalamjaran dimana anak sebagai peran utamanya dimana anak yang aktif dan berperan langsung dalam pembelajaran sehingga anak akan lebih berkesan dan lebih bermakna.

2. Memberikan pengalam secara langsung (otentik)

Pembelajaran terpadu memberikan pengalaman secara langsung bagi anak yang berkaitan dengan mata pelajaran,. Anak berinteraksi secara langsung dengan sebuah tema yang diangkat dalam pembelajaran. Tema tersebut bersumber langsung dari lingkungan sekitar anak sehingga anak akan merasa senang karena berdasarkan dengan pengalaman yang pernah dialaminya.

3. Pemisahan bidang studi yang tidak terlalu jelas

Pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang mengaitkan dari sebuah tema atau topik dengan mengaitkan beberapa mata pelajaran. Namun dalam pemisahan mata pelajaran tidak terlalu jelas, dan pembagian porsi tiap mata pelajaran diusahan sama antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain.

4. Menyajikan berbagai konsep bidang studi dalam mata pelajaran

Pembelajaran terpadu menggunakan sebuah tema untuk mengawali pembelajaran, sehingga memiliki banyak konsep-konsep yang terdapat dalam mata pelajaran.

5. Pembelajaran terpadu bersifat luwes

Dalam pembelajaran terpadu antara guru dan siswa dapat membuat kesepakatan tentang pengguanaan waktu, tempat, kegiatan pembelajaran sehingga terjalin hubungan yang menyenangkan bagi anak dan pembelajaran akan terlihat luwes tidak ada batasan-batasan formalnya.

6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

Pembelajaran terapadu adalah upaya peningkatan mutu atau kualitas yang dalam pembelajarannya sesuai dengan minat dan kubutuhan anak sehingga hasil pembelajarannya pun sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

Setiap metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Adapun kelebihan dari pembelajaran terpadu antara lain:

1. Pengalaman belajar disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, sehingga pembelajaran akan menyenangkan.

2. Kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak sehingga menumbuhkan motivasi dalam mengikuti kehiatan pembelajaran.

3. Kegiatan yang bermakna sehingga hasil pembelajaran akan terserap dengan baik.

4. Pembelajaran terpadu menumbuh kembangkan ketrampilan berfikir anak.

5. Menyajikan permasalahan sesuai yang ada disekitar lingkungan anak.

6. Menumbuh kembangkan ketrampilan social anak

Keterbatasan dari pembelajaran terpadu antara lain :

1. Keterbatasan yang terkait dengan penyelenggara,

yang artinya dalam pembelajaran terpadu harus ada komitmen seorang guru yang tidak hanya mengajar saja tetapi juga mempersiapkan secara cermat, melaksanakan dengan baik, dan memantau perkembangan anak. Selain itu juga sarana dan prasarana dapat mempengaruhi tercapai tidaknya hasil pembelajaran, ketergantungan guru terhadap pengontrolan dari atasan.

2. Keterbatasan dalam konteks pengawasan

Dalam penilaian guru tidak hanya menilai hasilnya saja tetapi juga proses pembelajaran, selain itu juga mengubah pembelajaran dari mata pelajaran ke dalam bentuk tema.

Landasan pembelajaran terpadu antara lain:

1. Progresivisme

pembelajaran pada anak usia muda hendaknya dikemas dalam suau kerja yang bersifat nyata sehingga informasi yang diperoleh anak menjadi jelas dan bermakna.

2. Konstruktivisme

konsep Hugo Devries yang menyatakan bahwa anak akan cepat berkembang jika belajar sesuai dengan kematangan

3. DevelopmentallyBredekamp (1997) menyatakan pembelajaran pada anak hendaknya disesuaikan dengan perkembangan anak dan individual masing-masing anak.

Prinsip-prinsip pembelajaran terpadu

1. Prinsip penggalian tema

a. Tema hendaknya tidak terlalu luas tetapi juga tidak terlalu sempit tetapi dapat digunakan memungkinkan menghubungkan berbagai konsep, sehingga konsep-konsep menjadi bermakna.

b. Tema harus bermakna, artinya tema yang dikaji harus memberikan bekal belajar siswa selanjutnya

c. Tema sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis siswa.

d. Tema yang dikembangkan dapat menampung minat anak.

e. Tema mempertimbangkan peristiwa otentik yang terjadi di sekitar.

f. Tema mempertimbangkan kurikulum yang berlaku, sehinga tidak menyimpang.

g. Tema mempertimbangkan kletersediaan sumber belajar.

2. Prinsip pelaksanaan

a. Guru bukianlah aktor tunggal yang memerankan sebagai seorang ahli, nara sumber, orator, pengarah yang mendominasi pembelajaaran.

b. Tugas secara jelas didiskusikan antara guru dan siswa.

c. Guru memiliki sikap terbuka dan akomodatif terhadap ide-ide siswa yang terkadang tidak terpikirkan dalam proses perencanaan.

3. Prinsip evaluas

a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan evaluasi diri sendiri (self assesment) disamping penggunaan teknik evaluasi.

b. Guru mengajak murid mengevaluasi pemerolehan belajar yang dicapai berdasarkan kriteria pencapaian tujuan yang telah disepakati bersama dalam kontrak.

c. Penekanan evaluasi pada proses dan hasil.

4. Refleksi

Guru memberikan reaksi terhadap perilaku siswa pada setiap kejadian yang tidak diarahkan pada aspek yang sempit, tetapi merupakan satu kesatuan utuh yang bermakna. Pembelajaran terpadu memungkinkan hal ini dan guru diharapkan menemukan cara untuk memunculkan ke permukaan hal-hal yang dicapai melalui dampak pengiring

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 7 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 12 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: