Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Adik Lya Christiana

munafik..sifat yang paling ak benci, jika ak g suka akan sesuatu knpa g langsung ak selengkapnya

Cantik Wajahnya Belum Tentu Cantik Hatinya

OPINI | 13 October 2010 | 02:59 Dibaca: 354   Komentar: 0   0

“Cantik”, siapa yang tidak bangga jika kita para perempuan di nilai seperti itu oleh semua orang, tetapi menurut saya, pemberian predikat cantik adalah ujian bagi semua kaum hawa, dan menurut saya juga pengucapan kata cantik itu masih ada lanjutannya, yaitu cantik wajahnya, hatinya juga cantik, bukankan kalimat yang utuh seperti itu yang di ingankan oleh para perempuan?? tentu ya… kenapa saya mengangkat tema ini dalam tulisan saya?? karena saya memiliki beberapa alasan yang menurut saya masuk akal.

Setiap perempuan dilahirkan dengan berbagai keindahan yang dimilikinya, dan keindahan itu harus di rawat, tak sedikit perempuan yang di anggap sempurna atas kecantikan tubuh yang dimilikinya, umumnya para lelaki melihat cantik dari lekuk tubuh perempuan itu sendiri, cara bergaya si perempuan, dan segala atribut kecantikan si perempuan itu, tapi apakah hanya sebatas itu yang dinamakan cantik?? saya menjawab tidak!! seharusnya mereka juga menilai dari sisi kepribadiannya juga, apa dia perempuan yang berbudi baik atau tidak.

cantik fisik juga cantik hati merupakan ujian bagi perempuan, bagaimana si perempuan ini bisa menjaga amanah yang di berikan oleh Tuhan YME untuk menjaga kecantikannya itu, memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, tetapi apa salahnya jika kita berusaha mendekati kata sempurna?? selain kita mempercantik tubuh kita dengan berbagai make up yang melekat di tubuh kita, kita juga mempercantik diri dengan keyakinan kita terhadap Tuhan YME, bersikap dan bertutur kata sesuai dengan norma yang kita junjung tinggi di masyarakat kita ini.

saya merasakan betapa beratnya ujian ini ketika saya memasuki kehidupan yang baru, bagaimana kita bersikap terhadap pasangan kita dan menjaga perasaan orang lain,jadi bagi para perempuan yang menganggap dirinya cantik atau yang di anggap cantik oleh orang lain, janganlah merasa cukup dulu, mari kita koreksi diri kita masing-masing, apakah kita pantas di beri predikat cantik, jika kita belum merasa pantas, mari kita sama-sama menuju kepantasan itu.

GBU all…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 5 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 13 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 13 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 14 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: