Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Indah Amalia

seorang guru SD dan penjual jamu. kunjungi indahjpt (dot) blogspot (dot) com

Anak = Unik

OPINI | 19 October 2010 | 07:59 Dibaca: 125   Komentar: 2   0

Anak itu unik. Sebagai pebelajar, mereka mempunyai kekhasan, keunikan, gaya yang berbeda-beda dalam belajar. Anak sebagai individu yang unik dapat dibedakan dari orang dewasa dalam segala aspek, tak hanya aspek fisik, melainkan keseluruhan aspek dalam dirinya. Sehingga anak tidak dapat dikatakan miniatur orang dewasa.

Perbedaan anak dengan orang dewasa dari beberapa segi:

Segi fisik: anak adalah pribadi yang masih berkembang pesat, sedangkan orang dewasa, relatif tak berkembang lagi.

Segi kognitif: pola berpikir anak masih terbatas hal-hal konkret, tak seperti orang dewasa yang mampu berpikir abstrak.

Segi emosional: anak masih berpikir egosentris, orang dewasa lebih mampu berpikir sosial dan empatik.

Sesuai dengan konsep anak sebagai individu, perkembangan merupakan suatu proses yang menyeluruh (holistik). Tidak hanya terjadi pada aspek tertentu saja, perkembangan melibatkan keseluruhan aspek yang terjalin, yaitu proses biologis (perkembangan fisik anak), kognitif (perkembangan cara berfikir, bernalar, berbahasa dll), dan psikososial (aspek perasaan, emosi, dan kepribadian individu).

Sebagai orang yang mendampingi siswa dalam belajar, guru dituntut melakukan berbagai macam kreasi, variasi, dan inovasi dalam pembelajaran. Karena gaya belajar setiap individu adalah berbeda. Pembelajaran yang variatif akan menimbulkan pembelajaran yang asyik (fun), tidak membosankan dan lebih melekat dalam long term memory mereka. Sehingga memungkinkan anak untuk fleksibel dalam belajar dengan gayanya sendiri. Karena belajar adalah memebebaskan pikiran dan imajinasi untuk maju dan berkembang =)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: