Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jannatun Indriyani

Seorang yang menginginkan suatu perubahan menuju kebaikan... Be Better with Better

Belajar dan Pembelajaran Berbasis Otak (UK 1)

OPINI | 19 October 2010 | 14:39 Dibaca: 212   Komentar: 0   0

Perkembangan zaman kian melaju dengan cepatnya. Berbagai macam pemikiran dan filsafat terus bermunculan silih berganti. Dunia terasa semakin sempit. Pepatah “dunia tidak selebar daun kelor” sudah tidak berlaku lagi. Justru sebaliknya dunia kini menjadi selebar daun kelor. Sekarang dunia ini laksana sebuah global village semata.

Perkembangan zaman tidak selamanya membawa dampak yang positif tapi sebaliknya juga dapat membawa dampak yang negatif. Mengapa bisa terjadi? Ya…ini karena perkembangan-perkembangan yang terjadi tidak diikuti atau didasari oleh dasar-dasar yang terarah. Dasar-dasar yang terarah ini merupakan hasil dari proses pendidikan atau pembelajaran. Oleh karena itu, pendidikan pun juga harus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Perkembangan dan perubahan yang dimaksud, bukan hanya sebatas bergantinya kurikulum-kurikulum, seperti yang telah terjadi sekarang ini, terutama yang terjadi di Indonesia. Lalu bagaimanakah hakekat perkembangan dan perubahan dalam dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran yang diinginkan dan sesuai dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini? Yaitu suatu perubahan yang mengedepankan inovasi dalam penyampaiannya, atau dapat disebut juga dengan inovasi pembelajaran.

Kemengapaan Inovasi Pembelajaran

Inovasi adalah jalan menuju kemajuan. Mengapa perlu ada? Ini sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Coba kita ingat, sewaktu kecil kita dapat sangat kreatif. Namun, seiring dengan meningkatnya usia dan level pendidikan, bahkan berawal dari sejak kita berada di sekolah dasar, kreativitas kita semakin pudar. Dunia yang berubah dengan sangat cepat menuntut kita untuk harus bisa berfikir kreatif dan kritis, bila kita ingin berhasil tidak hanya di dunia pendidikan tetapi juga dalam hidup yang kita jalani setelah menyelesaikan sekolah formal. Itulah sebabnya suatu inovasi dalam pembelajaran sangat diperlukan.

Inovasi pembelajaran merupakan suatu wujud pembaruan dan perubahan dalam penciptaan stimulasi kepada peserta didik, baik secara individu atau kelompok sehingga terjadi proses belajar dalam diri peserta didik. Dalam inovasi tidak selamanya apa yang disampaikan adalah suatu hal yang sifatnya baru ada, tapi yang terpenting adalah di dalam suatu inovasi haruslah ada ide, produk, dan metode yang dirasakan sebagai suatu yang sifatnya baru dan membangun. Dalam suatu inovasi, seorang pendidik harus dapat menjadi seorang yang penuh dengan kreatifitas guna merangsang para peserta didiknya. Dalam inovasi ini, pembelajaran lebih difokuskan pada peserta didik agar mereka dapat aktif, berpikir kritis dan dapat mengembangkan segala potensi yang tersimpan di dalam dirinya.

Postmodern Teori Otak dan Implementasinya dalam Pembelajaran

Postmodern berasal dari kata postmodernisme yang merupakan salah satu aliran pemikiran yang berkembang saat ini. Pada hakikatnya, postmodern ini merupakan bentuk pemrotesan atas moderisasi. Makna penting postmodern adalah memarginalkan, membatasi, dan mengesampingkan kerja-kerja yang telah dilakukan oleh modernisme. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa postmodern teori otak adalah suatu teori yang berusaha memaksimalkan sistem kinerja otak agar dapat memperoleh suatu hasil pemikiran yang real. Jadi dalam postmodern teori otak ini, anak (siswa) diajak untuk dapat berpikir secara nyata dan representatif atau tepat pada sasaran yang dituju.

Otak merupakan organ tubuh yang sangat vital dalam makhluk hidup, khususnya manusia. Otak adalah pusat dari seluruh syaraf. Sebagai pusat syaraf, otak mempunyai banyak peranan, diantaranya adalah

1. Terlibat dalam proses-proses penalaran pada pengertiannya yang luas, khususnya terlibat dalam aktivitas perencanaan dan penetapan keputusan.

2. Mengatur rasionalitas berpikir manusia.

3. Membantu pengaturan emosi manusia, dan

4. Sebagai penyimpan memori jangka pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan beberapa fungsi otak yang disebut di atas, maka dalam inovasi pembelajaran, penerapan teori pembelajaran yang berbasis otak sangat baik untuk diterapkan. Otak sebagai perencana dan penetapan keputusan, dalam hal ini otak merupakan alat yang sangat berperan dalam konsep pemahaman dalam memecahkan suatu perkara atau masalah yang disajikan. Jadi secara otomatis, melalui pembelajaran yang berbasis otak anak telah berusaha untuk dapat berpikir secara observasi tentang apa yang dihadapinya.

Individu Anak Sebagai Pribadi yang Unik

Anak adalah sesosok individu yang unik. Mengapa demikian? Ya… memang pernyataan ini adalah benar. Coba kita perhatikan setiap anak, apakah itu adik kita, murid kita, atau saudara kita. Pasti di anatara mereka semua terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Anatara dua anak kembar pun tidak mungkin sama persis baik itu sifatnya, kelakuan, maupun cirri-ciri fisiknya. Itulah sebabnya setiap anak adalah sesosok individu yang penuh dengan keunikan.

Allah menganugerahkan bakat serta kemampuan yang berbeda kepada setiap orang (termasuk di dalamnya adalah anak-anak) dengan tujuan agar orang tersebut dapat saling berinteraksi yaitu dalam hubungan saling membutuhkan. Jika ada banyak orang yang mempunyai kemampuan yang benar-benar sama, maka seseorang dapat dengan mudah memutuskan tali silaturahmi dengan orang lain.pikiran mereka, “Toh ada orang lain yang sama yang dapat menggantikannya”. Hal ini juga dapat menimbulkan suasana yang penuh dengan keindividualismean. Pernyataan tersebut memperkuat bahwa individu (anak) adalah seorang yang mempunyai keunikan yang berbeda-beda.

Lebih Lanjut tentang Inovasi Pembelajaran

Seorang pendidik adalah sesosok figure yang penuh dengan sifat kasih sayang terhadap anak didik serta mampu memperlakukan mereka sebagai mana anak sendiri. Sifat kasih sayang pendidik pada akhirnya akan melahirkan keakraban, percaya diri dan ketentraman belajar. Suasana yang kondusif inilah yang mempermudah proses transformasi dan transfer ilmu pengetahuan.

Selain itu, seorang pendidik juga harus pandai dalam membuat atau mengemas suatu materi pembelajran agar terlihat menarik dihadapan siswanya.

Inovasi merupakan suatu penemuan, tapi penemuan ini berbeda dengan arti diskoveri atau inversi. Jika dalam diskoveri penemuan itu sebelumnya sudah ada. Dan jika dalam inversi, penemuan ini benar-benar baru yang merupakan hasil kreasi manusia. Sedangkan untuk inovasi sendiri, merupakan suatu ide, produk, metode, dan sebagainya yang dirasa sebagai sesuatu yang baru, dalam hal ini baik merupakan hasil dari disconeri maupun inversi yang digunakan untuk tujuan tertentu.

Suatu inovasi dilakukan karena dianggap lebih unggul dari suatu yang telah ada, konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan pengadopsian terhadap sesuatu yang telah ada dan dirasa masih berguna dan dibutuhkan.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan,penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikan dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (Wikipedia.com)

Dengan demikian, inovasi pembelajaran dapat kita artikan sebagai suatu wujud pembaruan dan perubahan dalam penciptaan stimulasi kepada peserta didik, baik secara individu atau kelompok sehingga terjadi proses belajar dalam diri peserta didik.

Konsep belajar dan pembelajaran

Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Sedangkan konsep pembelajaran adalah suatu cara yang bertujuan untuk membelajarkan peserta didik. Sehingga pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik. Begitulah konsep pembelajaran yang sebenarnya, yaitu adanya interaksi antara seorang pendidik dengn anak didiknya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

US Dollar Bukan Sekedar Mata Uang …

Arif Rifano | | 25 July 2014 | 11:21

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 2 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 6 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 8 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: