Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Proses Perkembangan

OPINI | 20 October 2010 | 02:18 Dibaca: 1642   Komentar: 2   0

Tiap manusia berkembang dengan cara tertentu seperti halnya semua individu. Sering kali perhatian kita diarahkan pada keunikan seseorang. Oleh karenatu para psikolog meneliti perkembangan terkait pada karakteristik umum manusia dan hal-hal unik yang membuat manusia tu unik. Sebagai manusia kita telah berjalan setapak yang sama, satu individu dengan individu yang lain. Seperti halnya yang telah kita alami, setiap manusia pada usia 1 tahun dapat berjalan, larut dalam permainan sebagai anak kecil, dan menjadi lebih mandiri sebagai anak muda.

Proses Biologis, Kognitif dan Sosial-Emosi

Pola perkembangan manusia dikaitkan dengan proses biologis, kognitif, dan sosial-emosi yang selalu berhubungan erat. Ketiga aspek tersebut selalu dikaitkan secara bersama Proses biologis menghasilkan perubahan pada perubahan seseorang. Gen yang divariasi oleh orang tua, perkembangan otak, pertambahan tinggi, dan berat badan, keterampilan motorik, dan perubahan hormon pada masa puber menceriminkan peran proses biologis dalam perkembangan. Proses Kognitif menggambarkan perubahan dalam pikiran, intelegensi, dan bahasa seseorang. Tugas-tugas seperti mengawasi ayunan bergerak di atas kotak bayi, menghubungkan kalimat dengan dua kata, menyelesaikan soal matematik, dan membayangkan bagaimana rasanya menjadi pilot, semua itu melibatkan aspek kognitif. Proses Sosial-emosi adalah hal yang melibatkan perubahan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Perubahan emosi dapat membuat kepribadian seseorang selanjutnya. Contoh proses sosial-emosi senyuman bayi karena sentuhan ibunya, tindakan anak saat bermain bersamateman sebayanya, pengenalan rasa cinta pada remaja, dan contoh lainnya.

Hubungan antara tiga aspek tersebut. Dapat dicontohkan senyuman bayi yang tersenyum karena sentuhan ibunya. Bahkan respon sederhana ini memerlukan proses biologis (karakteristik fisik kepekaan terhadap sentuhan) proses kognitif (kemampuan untuk memahami tindakan yang disengaja) proses sosial-emosi (senyum mencerminan emosi positif dan senyuman membantu menghubungankan bayi dengan makhluk yang lain / ibunya).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Waspada Oknum Polisi pada Ngumpet di Jalan …

Iskandar Indra | | 15 September 2014 | 16:23

Super Yuraaaa! Catatan Konser Balada Sirkus …

Irvan Sjafari | | 15 September 2014 | 21:23

Dampak Kasus Perkosaan Rutin Mewarnai Media …

Majawati Oen | | 15 September 2014 | 19:44

Kita adalah Dua Layang-layang …

Conni Aruan | | 12 September 2014 | 12:42

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

RUU Pilkada: Jebakan Betmen SBY buat Jokowi, …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Timnas U-23 Pimpin Grup E Asian Games …

Abd. Ghofar Al Amin | 9 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 16 jam lalu

Berkunjung ke Tebet? Kunjungi Tempat Ini …

Ryu Kiseki | 18 jam lalu

Keluar dari Zona Nyaman …

Afrisal Planter | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Pilih ONH Reguler atau ONH Plus? …

Bonekpalsu | 8 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 9 jam lalu

Perilaku Agamis dan Pentingnya Ekonomis …

Saktya Alief Al Azh... | 9 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Runtuhnya Agate: …

Hsu | 9 jam lalu

Mencapai Gelinjang Orgasme di Kompasiana …

Pebriano Bagindo | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: