Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kharisma 'ainurrofiq Fitrawan

seorang manusia yang sempurna dengan segala kekurangannya

Serba Salah

OPINI | 22 October 2010 | 12:51 Dibaca: 47   Komentar: 1   0

Pernahkah kalian mendengar cerita tentang seorang Bapak dan anaknya yang hendak menjual keledai mereka di pasar? Ketika berangkat sang Bapak menngendarai keledai sedangkan si anak menuntun keledai tersebut. Di tengah jalan, ada orang yang berkomentar,”Bapak ini kejam sekali, masa’ anaknya disuruh berjalan sedangkan dia enak menunggang keledai.” Mendengar itu sang Bapakpun turun dan menyuruh si anak menunggangi keledai itu.

Terus berjalan, tiba-tiba ada orang lain yang berkomentar,”Dasar anak durhaka, bagaimana bisa dia enak-enakan di atas keledai sedangkan Bapaknya berjalan.” Bapak dan anak itupun saling memandang , akhirnya sang Bapak ikut menaiki keledai bersama si anak. Dan merekapun melanjutkan perjalanan menuju pasar.

“Kejam sekali Bapak dan anak ini, seekor keledai ditumpangi oleh mereka berdua sekaligus?” Tiba-tiba ada orang lain yang berkomentar. Sambil menghela nafas, akhirnya mereka berdua turun dan bersama menuntun keledai itu. Sepertinya kondisi sudah aman terkendali pikir mereka. Tak akan ada lagi yang akan mengatakan sang Bapak kejam pada anaknya atau si anak durhaka pada Bapaknya atau malah mereka kejam terhadap keledai.

Tapi nampaknya cerita mereka tak cukup sampai di situ. Kembali lagi ada yang berkomentar,”Dasar keluarga bodoh, punya keledai tapi tak ada satupun dari mereka yang menungganginya.” Sang Bapakpun sejenak berhenti lalu berkata,” Keinginan manusia adalah hal yang tak akan bisa terpenuhi.” Dan merekapun melanjutkan perjalanan menuju pasar tanpa menghiraukan omongan orang lagi.

Suatu hal yang nampak, sidik jari kita, memliki kontur yang unik tanpa ada satupun orang lain di dunia ini yang menyamainya. Apalagi cara berpikir dan kepribadian kita. Seperti cerita di atas, masing-masing orang memiliki pendapat masing-masing ketika melihat sebuah permasalahan. Setiap manusia memiliki sudut pandang masing-masing dalam hidup mereka. Begitupun kita, memiliki kepribadian dan pemikiran yang berbeda dari setiap manusia di muka bumi ini.

Berapa banyak jumlah manusia di bumi ini sekarang? Tak hanya dalam hitungan ratusan atau ribuan, tapi jumlahnya sudah mencapai milyaran. Artinya ada milyaran kemungkinan sudut pandang dalam melihat sesuatu. Bayangkan jika kita selalu peduli dengan pendapat mereka, kapankah sang Bapak dan anak akan sampai di pasar? Entahlah, mungkin mereka lebih memilih untuk menjual keledai mereka di rumah daripada di pasar.

Bayangkan jika itu terjadi pada hidup kita. Sebuah perjalanan yang lebih jauh lagi daripada sekedar antara rumah dan pasar. Jika setiap omongan orang dan penilaian mereka pada diri kita selalu kita ikuti, entah kapan kita akan sampai pada jati diri kita. Kita mungkin tak hanya menjadi sebutir telur di ujung tanduk, tapi di ujung jarum.

Tapi walaupun demikian, bukan berarti semua omongan orang pada kita salah, pasti ada di antaranya yang benar. Untuk menjadi seseorang, yang kita butuhkan adalah mengikuti kebenaran bukan orang. Omongan seseorang dinilai dengan kebenaran dan bukan sebaliknya. Dan untuk sampai di tujuan hidup kita yang kita perlukan adalah mengikuti kebenaran itu, siapapun yang mengatakannya, dimanapun kita menemukannya dan kapapun kita mendapatkannya.

Maka jadilah dirimu sendiri. Seseorang yang selalu mengikuti kebenaran.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 7 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 12 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 13 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Preman …

Bhre | 7 jam lalu

Bercanda, Berfilsafat! …

Wahyudi Kaha | 8 jam lalu

Persipura Punya 5 Kandidat Pelatih Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Hujan …

Gusranil Fitri | 8 jam lalu

Renungan Malam Tahun Baru 1436H: Ketika Doa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: