Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fitri Ariyanti

usaha pasti ada hasil

Contoh Kematangan Vs Pengalaman dalam Perkembangan Anak

OPINI | 24 October 2010 | 04:27 Dibaca: 1289   Komentar: 0   0

Perkembangan anak tergantung pada kematangan dan pengalaman yang mereka dapatkan. Pernyataan ini sering kali masih menjadi perbincangan para ahli. Ada ahli yang mengatakan bahwa kematangan adalah aspek yang penting untuk mempengaruhi perkembangan anak. Ada pula yang mengatakan sebaliknya bahwa pengalaman adalah aspek yang penting dalam perkembangan anak. Sebenarnya aspek yang mana yang paling penting. Kita perlu memahami terlebih dahulu arti dari masing – masing.

Dalam bahasa inggris dikatakan maturation atau kematangan. Kematangan itu sendiri berarti perubahan yang terjadi pada setiap individu secara teratur berdasarkan genetik yang sudah mencapai kemasakan / usia masak. Kematangan diartikan sebagai warisan biologi sejak lahir yang mempengaruhi perkembangan anak. Kematangan akan memunculkan pola perilaku yang dipengaruhi oleh pertumbuhan jasmani dan kesiapan syaraf dari masing – masing anak. Dari kematangan tersebut juga akan menghasilkan potensi – potensi yang sudah dibawa sejak lahir yang dapat dilihat dari perkembangan anak secara berlahan – lahan. Dapat diartikan juga bahwa ada unsur keturunan yang mempengaruhi potensi tersebut. Walaupun demikian, kematangan juga tidak seluruhnya berasal dari keturunan atau genetika karena kematangan merupakan sifat yang umum dimiliki oleh setiap individu dalam kurun waktu tertentu. Karena kematangan juga dapat dipengaruhi pengalaman dari lingkungan. Contohnya jika anak pintar bisa dikatakan mempunyai unsur genetik yang dibawanya dari orang tua walaupun tidak seluruhnya. Begitu juga anak yang punya postur tubuhnya pendek atau tinggi mempunyai unsure genetik yang dibawa.

Kematangan terjadi pada jaringan tubuh, syaraf, dan kelenjar – kelenjar di sebut kematangan biologi. Ada pula kematangan yang terjadi pada aspek psikis seperti keadaan berfikir, rasa, kemauan dll. Kematangan psikis akan mengalami kemaksimalan memerlukan latihan – latihan terlebih dahulu. Misalnya, anak pada usia 5 bulan belum boleh berjalan karena dalam psikisnya belum matang. Jadi, untuk mencapai kematangan ada proses latihan berjalan.

Sepeti disebutkan di atas kematangan juga dipengaruhi oleh pengalaman yang didapatkan dari lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak. Pewarisan genetik merupakan potensi dasar dari setiap anak. Tidak hanya aspek genetik tetapi anak yang ingin berkembang dengan baik perlu mendapatkan gizi dan sarana kesehatan yang baik pula. Pengalaman yang akan di dapat menjadi aspek yang mempengaruhi perkembangan psikis anak. Walaupun anak mendapatkan warisan genetik yang baik jika lingkungan atau sarana kesehatannya kurang maksimal pasti akan mempengaruhi pekembangan setiap individu.

Dan ada juga mengatakan hal yang berbeda dari kedua pendapat diatas. Disini setiap individu perkembangannya dapat terpengaruh dan terkait oleh kedua aspek perkembangan, yaitu kematangan dan pengalaman. Contohnya, anak yang cerdas, sebagian besar didasarkan juga pada orang tua yang mempunyai kecerdasan tinggi juga ( pembawaan ) tetapi tidak hanya berbekal pembawaan kecerdasan dari orang tua harus didasarkan juga pada lingkungan yang mendukung, dorongan dari dalam diri, intensitas belajar dan gizi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 11 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 12 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 15 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 16 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 11 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 11 jam lalu

Cinta dalam Botol …

Gunawan Wibisono | 11 jam lalu

Wisata Bahari dengan Hotel Terapung …

Akhmad Sujadi | 11 jam lalu

Jurus Jitu Agar Tidak Terjadi Migrasi dari …

Thamrin Dahlan | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: