Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fitri Ariyanti

usaha pasti ada hasil

Contoh Kematangan Vs Pengalaman dalam Perkembangan Anak

OPINI | 24 October 2010 | 04:27 Dibaca: 1340   Komentar: 0   0

Perkembangan anak tergantung pada kematangan dan pengalaman yang mereka dapatkan. Pernyataan ini sering kali masih menjadi perbincangan para ahli. Ada ahli yang mengatakan bahwa kematangan adalah aspek yang penting untuk mempengaruhi perkembangan anak. Ada pula yang mengatakan sebaliknya bahwa pengalaman adalah aspek yang penting dalam perkembangan anak. Sebenarnya aspek yang mana yang paling penting. Kita perlu memahami terlebih dahulu arti dari masing – masing.

Dalam bahasa inggris dikatakan maturation atau kematangan. Kematangan itu sendiri berarti perubahan yang terjadi pada setiap individu secara teratur berdasarkan genetik yang sudah mencapai kemasakan / usia masak. Kematangan diartikan sebagai warisan biologi sejak lahir yang mempengaruhi perkembangan anak. Kematangan akan memunculkan pola perilaku yang dipengaruhi oleh pertumbuhan jasmani dan kesiapan syaraf dari masing – masing anak. Dari kematangan tersebut juga akan menghasilkan potensi – potensi yang sudah dibawa sejak lahir yang dapat dilihat dari perkembangan anak secara berlahan – lahan. Dapat diartikan juga bahwa ada unsur keturunan yang mempengaruhi potensi tersebut. Walaupun demikian, kematangan juga tidak seluruhnya berasal dari keturunan atau genetika karena kematangan merupakan sifat yang umum dimiliki oleh setiap individu dalam kurun waktu tertentu. Karena kematangan juga dapat dipengaruhi pengalaman dari lingkungan. Contohnya jika anak pintar bisa dikatakan mempunyai unsur genetik yang dibawanya dari orang tua walaupun tidak seluruhnya. Begitu juga anak yang punya postur tubuhnya pendek atau tinggi mempunyai unsure genetik yang dibawa.

Kematangan terjadi pada jaringan tubuh, syaraf, dan kelenjar – kelenjar di sebut kematangan biologi. Ada pula kematangan yang terjadi pada aspek psikis seperti keadaan berfikir, rasa, kemauan dll. Kematangan psikis akan mengalami kemaksimalan memerlukan latihan – latihan terlebih dahulu. Misalnya, anak pada usia 5 bulan belum boleh berjalan karena dalam psikisnya belum matang. Jadi, untuk mencapai kematangan ada proses latihan berjalan.

Sepeti disebutkan di atas kematangan juga dipengaruhi oleh pengalaman yang didapatkan dari lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak. Pewarisan genetik merupakan potensi dasar dari setiap anak. Tidak hanya aspek genetik tetapi anak yang ingin berkembang dengan baik perlu mendapatkan gizi dan sarana kesehatan yang baik pula. Pengalaman yang akan di dapat menjadi aspek yang mempengaruhi perkembangan psikis anak. Walaupun anak mendapatkan warisan genetik yang baik jika lingkungan atau sarana kesehatannya kurang maksimal pasti akan mempengaruhi pekembangan setiap individu.

Dan ada juga mengatakan hal yang berbeda dari kedua pendapat diatas. Disini setiap individu perkembangannya dapat terpengaruh dan terkait oleh kedua aspek perkembangan, yaitu kematangan dan pengalaman. Contohnya, anak yang cerdas, sebagian besar didasarkan juga pada orang tua yang mempunyai kecerdasan tinggi juga ( pembawaan ) tetapi tidak hanya berbekal pembawaan kecerdasan dari orang tua harus didasarkan juga pada lingkungan yang mendukung, dorongan dari dalam diri, intensitas belajar dan gizi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Divisi News Anteve Diamputasi! …

Syaifuddin Sayuti | | 20 November 2014 | 22:45

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Panduan Mengikuti Kompasianival 2014 …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 17 jam lalu

“Orang Jujur Kok pada Dimusuhin” …

Herulono Murtopo | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Hidup Tak Hanya Soal ‘Aku’. By …

Rahman Patiwi | 8 jam lalu

Batam: Menapaki Jejak Sendu Manusia Perahu …

Fajr Muchtar | 8 jam lalu

Metro TV, TV-nya Pemerintah …

Syaf Anton Wr | 8 jam lalu

Jadilah yang Kedua dalam Bisnis …

Ajengwind | 8 jam lalu

Turunkan Sandaran Kepala saat Taxi, Takeoff …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: