Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Panser Dwi Puspita

Aku hanyalah sebutir pasir di sepanjang pantai,. begitu kecil dan tak terlihat,..

Faktor Lingkungan

OPINI | 24 October 2010 | 07:48 Dibaca: 1098   Komentar: 2   0

Selain faktor hereditas, lingkungan sangat berpengaruh dalam petumbuhan dan perkembangan anak. Lingkungan adalah keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak, sekolah tempat mendidik, masyarakat tempat anak bergaul dan bermain dan lingkugan sekitar (alam).

Kaluarga dapat diartikan sekumpulan orang yang masih ada hubungan darah. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keadaan ekonomi rumah tangga serta tingkat kemampuan orang tua dalam merawat sangat besar pengaruhnya terhadap pertumuhan jasmani anak. Selain faktor ekonomi, pendidikan orang tua juga berpengaruh terhadap perkembangan rohani anak, terutama kepribadian dan pola pikir(kemajuan pendidikan).

Selain keluarga, sekolah juga berpengaruh pada perkembangan anak. Sekolah merupakan keluarga ke-dua bagi anak, tempat mereka memperoleh ilmu secara formal. Ilmu tersebut dapat berupa bimbinga, latihan, pembelajaran yang bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangka potensinya, baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional maupun sosial.Sekolah juga berperan penting dalam perkembangan kepribadan anak, mengapa demikian? Tentunya karena anak-anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah daripada di tempat lain di luar rumah, sekolah juga memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dan menilai dirinyaserta kemampuannya secara realistik. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak, karena di sekolah mereka dapat belajar bermaca-macam ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolah juga mempengaruhi pola pikir dan kepribadian anak. Anak yang tidak sekolah sangat jelas berbeda cara pikirnya dengan anak yang sekolah.

Masyarakat juga turut andil dalam masalah perkembangan anak, masyarakat merupakan lingkungan tempat tinggal anak. Anak yang tinggal di daerah terpencil akan sangat berbeda dengan anak yang tinggal di daerah perkotaan, dimana teknologi terus berkembang dengan pesat. Jelas pola pikir anak pedalaman jauh tertinggal dari pola pikir anak kota. Teman sebaya juga mempunyai peran yang cukup penting, karena anak cenderung akan melakukan hal-hal yang dilakukanoleh teman-teman sebayanya. Bergaul dengan teman sebaya membuat anak memiliki kemampuan untuk memikirkan tentang pikiran, perasaan, motif, dan tingkah laku dirinya serta orang lain. Kemampuan memahan memahami orang lain berpengaruh kuat terhadap minat anak untuk bergaul dan membentuk persahabatan dengan teman sebayanya. Selain itu, anak juga mempunyai motif untuk menjadi sama, sesuai, seragam dengan nilai-nilai kebiasaan, kegemaran atau budaya teman sebayanya.

Selain yang sudah disebutkan, alam sekitar juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Keadaan alam yang berbeda akan berpengaruh pada perkembangan pola pikir dan kejiwan anak. Anak yang berdomisili di daerah pegunungan kebanyakan bersifat keras dibanding anak dataran rendah. Anak yang berasal dari pegunungan biasanya fisiknya kuat dan tidak cepat lelah berbeda dengan orang kota yang cenderung lebih cepat lelah dan fisiknya tdak tahan banting.

Pada intinya faktor hereditas dan faktor lingkngan saling berhubungan. Setiap faktor hereditas beroperasi dengan cara yang berbeda-beda menurut kondisi dan keadaan lingkunganyang berbeda-beda pula. Hereditas dan lingkungan sama-sama menyumbang bagi pertumbuhan dan perkembangan fisiologi dan tigkah laku individu. Pertumbuhan dan perkembangan memerlukan kondisi kesehatan jasmani dan rohani anak.=)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penambang Belerang Kawah Ijen yang …

Mawan Sidarta | | 17 September 2014 | 10:13

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Seni Bengong …

Ken Terate | | 16 September 2014 | 16:16

[Fiksi Fantasi] Keira dan Perjalanan ke …

Granito Ibrahim | | 17 September 2014 | 08:56

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 7 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 8 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 9 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Vox Populi Vox Dei? …

Angin Dirantai | 7 jam lalu

Kayungyun: Catatan Sang Pelacur …

Kang_insan | 7 jam lalu

Tentang “Hobi” Baru SBY di …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Kenikmatan DPR …

Tion Camang | 8 jam lalu

Kata Mawar …

Prayogo Tulus | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: