Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Titis Prihatiningtyas Ii

saya mahasiswa PGSD UNS KAMPUS VI KEBUMEN

FAKTOR HEREDITAS DALAM PERKEMBANGAN ANAK

OPINI | 25 October 2010 | 04:14 Dibaca: 1011   Komentar: 0   0


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

FAKTOR HEREDITAS DALAM PERKEMBANGAN ANAK

Faktor hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan anak. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai suatu totalitas karakteristik individu yang di wariskan orang tua kepada anak atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi sebagai pewarisan orang tua melalui gen – gen. Penurunan sifat – sifat dari orang tua menganut prinsipreproduksi , Konformitas,Variasi, dan regresifillial. Warisan – warisan keturunan dari bapak , ibu,kakek , nenek yang tidak dapat direkayasa adalah sebagai berikut :

1. Bentuk tubuh dan warna kulit

Sebagai contoh dari pewarisan bentuk tubuh dan warna kulit adalah misalnya da anak yang memiliki rambut kriting , maka bagaimanapun dia mengusahakan agar tidak kriting , akan kembali kriting. Selain itu jika da seorang anak yang memiliki bentuk tubuh gemuk seperti ibunya , maka dia akan sukar untuk menjadi kurus , tetapi sedikit makan saja anak tersebut bisa bertambah gemuk.

2. Sifat – sifat

Sifat – sifat merupakan hal yang di wariskan dari orang tua ataupun kakek dan nenek. Misalnya adalah sifat boros , kikir , penyabar , hemat. Sifat sangat berbeda dengan kebiasaan , sifat sangat sukar dirubah , sedangkan kebiasaan dapat dirubah jika ada suatu niat yang sungguh – sungguh. Bagi pendidik , jika mengetahui sifat atau watak secara mendalam akan sangat membantu dalam kegiatan belajar mengajar. Misalnya adalah anak yang minder perlu di bangkitkan semangatnya dan kepercayaan dirinya agar jiwanya tak tertekan.

3. Intelegensi

Istilah intelegensi berasal dari kata latin Intelligence yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain (walgoti, 1997). Sehingga dapat diartikan pula , intelegensi adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap situuasi dan masalah. Intelegensi seseorang dapat di ketahui secara tepat dengan tes intelegensi. Ukuran intelegensi dinyatakan dalam IQ (intelegensi Quotient)

4. Bakat

Bakat adalah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan khusus itu biasanya adalah suatu keterampilan, misalnya dalam bidang seni musik , seni rupa , seni tari , dsb. Jika anak memiliki bakat dari orang tuanya atau kakeknya ataupun neneknya , tetapi anak tersebut tidak dapat atau tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkannya maka bakat tersebut tidak akan berkembang atau sering di sebut dengan bakat terpendam. Pada umumnya anak memiliki bakat apa akan di ketahuin oleh orang tuanya sejak kecil , karena anak tersebut akan senang melakukan hal tersebut . Nah , dalam pendidikan , jika anak mendapatkan nilai 9-10 pada suatu mata pelajaran , berarti dapt di simpulkan bahwa anak tersebut memilki bakat pada bidang ilmu tersebut.

5. Penyakit

Ada penyakit yang merupakan pembawaan sejak lahir yang dapat memperlambat perkembangan anak. Penyakit tersebut antara lain adalah penyakit kebutaan , syaraf , hemofilia. Penyakit – penyakit tersebut merupakan suatu penyakit keturunan.

FAKTOR LINGKUNGAN

Lingkungan adalah keluarga yang mengasuh & membesarkan anak,sekolah tempat mendidik, masyarakat tempat anak bergaul , dan keadaan sekitar dengan iklimnya , faunanya dan floranya. Lingkungan memiliki faktor yang penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak , karena setiap hari yang di lihat dan dihadapi adalah lingkungan. Lingkungan akan mempengaruhi seseorang bergantung pada keadaan lingkungan anak itu sendiri, jasmaninya serta rohaninya.

1. Keluarga

Keluarga memilki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, karena keluarga adalh tempat diasuh dan di besarkannya seorang anak. Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang mapan dan mampu maka akan memiliki kesehatan yang baik serta pertumbuhannya yang cepat bila dibandingkan dengan anak yang di besarkan dalam keluarga yang tidak mampu. Selain itu. Anak yang memilki orang tua yang berpendidikan , maka akan menghasilkan anak yang berpendidikan pula.

2. Sekolah

Sekolah merupakan pendidikan formal yang didapatkan anak, yang mana secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya baik yang menyangkut aspek moral – spiritual , intelektual , emosional maupun sosial. Anak yang tidak pernah bersekolah , akan memiliki keterbatasan dalam ilmu yang dimilki. Anak yang bersekolah , akan memiliki wawasan yang luas , dan memiliki cara pandang dan berfikir yang berbeda dengan anak yang tidak pernah merasakan bangku sekolah. Karena di sekolah anak dapat mengembangkan bakatnya , serta dapat belajar berbagai ilmu pengetahuan.

3. Masyarakat

Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak. Kondisi orang – orang di lingkungan sekitar anak juga mempengaruhi perkembangan anak. Anak yang di lahirkan di kota , akan berbeda pemikirannya dengan anak yang dilahirkan di desa. Anak kota umumnya bersifat aktif dan dinamis , sedangkan anak desa umunya lamban dan statis. Keadaan yang berbeda dari anak desa dan kota itu disebabkan karena lingkungan masyarakat desa dan kota berbeda.

4. Teman sebaya

Perubahan dalam sturktur masyarakat menyebabkan pengaruh peran teman sebaya menjadi sangat penting. Perubahan struktur itu antara lain :

v Perubahan struktur keluarga, dari keluarga besar ke kecil.

v Kesenjangan antara generasi tua dan muda.

v Ekspansi jaringan komunikasi diantara kaula muda.

v Panjangnya masa memasuki masyarakat orang dewasa.

Aspek kepribadian remaja yang berkembang secara menonjol dalam pengalamannya bergaul dengan teman sebaya adalah social cognitium dan Konformitas.

5. Keadaan alam sekitar

Keadaan alam sekitar juga mempengaruhi keadaan anak . Anak daerah pegunungan cenderung akan bersifat lebih keras dari anak daerah pantai. Perbedaan tersebut adalah akibat dari keadaan alam sekitar anak tersebut yang berbeda, yang mana dapat mempengaruhi perkembangan pola pikir atau kejiwaan anak.

Antara hereditas dan lingkungan terjadi saling keterkaitan dan terjadi interaksi. Setiap factor hereditas berjalan berbeda – beda menurut keadaan lingkungan masing – masing. Hereditas dan lingkungan memilki peran yang sama pentingnya dalam perkembangan dan pertumbuhan anak .

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: