Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Raudhatul Jannah

I want to be successful wherever I exist

Perkembangan Biologis dan Perseptual Anak Bagian 2

OPINI | 25 October 2010 | 14:33 Dibaca: 525   Komentar: 0   0

2. Perkembangan Fisik dan Perseptual Anak

☻Perkembangan Fisik

Anak SD di Indonesia pada umunya berada pada rentang usia sekitar 6-12 tahun. Dalam psikologi perkembnagn, rentang usia tersebut lazimnya disebut sebagai masa anak (middle and late childhood), yakni suatu fase antara masa kanak-kanak dan masa remaja.

Secara fisik, anak pada usia SD memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelum dan sesudahanya.Dalam hal ini diasumsikan bahwa aktivitas anak, termasuk belajar dan aktivitas mental lainyya, akan banyak dipengaruhi oleh kondisi fisiknya. Selain itu juga diyakini bahwa pertumbuhan fisik anak dapat memberikan pengruh terhadap perkembangan kepribadian anak secara keseluruhan. Sehingga sebagai calon pendidik karakteristik perkembangan fisik perlu dipahami karena akanmemiliki implikasi tertentu bagi penyelenggaraan pendidikan.

♦ Tinggi dan Berat Badan

Bila dibanding dengan pada masa usia dini dan masa remaja pertumbuhan fisik anak SD cenderung lebih lambat dan relatif konsisten. Laju perkembangan seperti ini berlangsung sampai terjadinya perubahan-perubahan besar pada awal pubetas.

Karena adanya penambahan ukuran dalam kerangka tulang, sistem otot, dan ukuran organ tubuh lainnya, tinggi dan berat badan anak secara bertahap terus bertambah. Di Indonesia, belum ada standar baku tentang ukuran kenaikan berat dan tinggi badan anak usia SD, namun penambahan itu diperkirakan berkisar antara 2,5-3,5 kg dan 5-7 cm pertahun(F.A. Hadis. 1996)

Kaki anak lazimnya menjadi lebih panjang dan tubuhnya menjadi lebih kurus. Massa dan kekuatan otot anak secara bertahap terus meningkat disaat semakin menurunyya kadar lemak bayi. Selama usia SD, kekuatan fisik anak lazimnya meningkat dua kali lipat. Gerakan-gerakan lepas pada massa sebelumnya sangat membantu pertumbuhan otot ini. Dengan demikian, disamping faktor kematangan unsur latihan juga sangat membantu proses peningkatan dalam kekuatan otot.

♦ Proporsi dan Betuk Tubuh

Anak SD kelas awal umunya masih mempunya proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit berkurang sampai terlihat perbedannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir SD lazimnya proporsi anak sudah mendekati keseimbangan.

Kekurang seimbangan tubuh anak dapat diamati pada bagian kepala, badan, dan kai. Kepala masih terlalu besar bila dibanding dengan bagian tubuh lainnya. Akan tetapi beberapa perbandingan pada bagian wajah yang kurang seimbang mulai menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, semakin melebar dan meratanya dahi, semakin mengecilnya bibir, serta menjadi lebih besar dan berbentuknya hidung.

Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, lehe menjadi lebih panjang, dada sedikit melebar, perut tidak buncit dan lebih langsing serta lengan dan tungkai memanjang dan tungkai memanjang namun kelihatannya kurus dan belum berbentuk karena otot belum berkembang. Tangan dan kaki juga secara bertahap tumbuh semakin besar, walaupun hal itu terjadi dalam tempo yang agak lambat. Akhirnya sedikit demi sedikit anggota badan anak menjadi semakin kekar dan beris, terutama pada saat menjelang pubertas.

Jaringan lemak anak SD berkembang lebih cepat daripada jaringan ototnya. Jaringan otot baru akan berkembang agak cepat pada awal pubertas. Besarnya jaringan otot-lemak anak SD akan mengikuti tipe bentuk tubuhnya.

Tipologi Sheldon (hurlock, 1980) menyatakan ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD .Yang pertama endomorph yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar.Yang kedua mesomorph yang kelihatannya kokoh, kuat, dan lebih kekar.Yang terakhir ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemah, dan seperti tak berotot.

Anak yang bertipe endomorph lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot, sedangkan mesomorph lemaknya jauh lebih sedikit daripada jaringan otot.Pada anak yang bertpe ectomorph tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga tampak kurus.

Kondisi proporsi dan bentuk tubuh anak dapat memberikan dampak psikologis tertentu kepada anak. Kondisi proporsi kurang seimbang danatau bentuk tubuh yang berkelainan dapat menumbuhkan sikap-sikap negatif, yakni berupa kekurangpuasan atau bahkan penolakan terhadap dirinya sendiri(self rejection). Hal demikian tentunya akan dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak khususnya dalam pembentukkan kesan tentang tubuh(body image) dan konsep dirinya(self concept).

♦ Otak

Pertumbuhan otak dan sistem syaraf merupakan salah satu aspek terpenting dalam perkembangan individu. Dalam otak terdapat pusat-pusat syaraf yang mengendalikan perilaku individu. Bukan hanya pusat-pusat syaraf yang berhubungan dengan perilaku kognisi, melainkan pusat kesadaran emosi pun, menurut Goleman (1995), juga terdapat dalam otak (bagian tengah), yaitu pada sitem limbik dengan pusatnya yang disebut dengan amigdala.

Bila dibanding dengan pertumbuahn bagian-bagia tubuh lainnya, pertumbuhan otak dan kepala ini jauh lebih cepat. Santorc da Yussen menyatakan sebagian pertumbuhan otak itu terjadi pada masa usia dini. Pada usia tiga tahun saja pertumbuhan otak anak sudah dua pertiga dari ukuran otak orang dewasa. Dan menjelang umur lima tahun, disaat tubuh baru mencapai sepertiga dari ukuran tubuh orang dewasa, ukuran otak anak sudah mencapai kurang lebih 90% dari ukuran otak orang dewasa.

Hal yang perlu dicatat adalah kematangan otak yang dikombinasi dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak. Dalam hal ini, bukan sekedar kebutuhan nutrisi yang perlu dipenuhi, melainkan juga diperlukan rangsangan-rangsangan yang membuat otak anak berfungsi.

Menurut penelitian Sperry at al(Witdarmono, 1996), konstruksi jaringan otak itu hanya akan hidup bila diprogram melalui rangsangan. Tanpa dirangsang atau digunakan otak manusia tidak akan berkembang. Karena pertumbuhan otak memiliki keterbatasan waktu, maka rangsangan otak di usia dini menjadi sangat penting. Penundaan yang terjadi akan membuat otak tertutup sehingga tidak dapat menerima program-program baru.

♦ Ketrampilan Motorik

Selama masa anak, kemampuan gerak motorik menjadi jauh lebih halus dari pada masa sebelumnya. Pada saat usia 10 - 11 tahun, anak-anak lazimnya sudah mampu melakukan berbagai jenis kegiatan olahraga seperti: lari, lompat tali, dan bersepeda. Dalam ketrampilan motorik kasar yang melibatkan otot besar, anak laki-laki lazimnya mempunyai kemampuan yang lebih baik dari anak perempuan.Hal itu karena jumlah sel-sel otot anak laki-laki lebih banyak daripada jumlah sel-sel otot anak perempuan.

Bagi anak, penguasaan ketrampilan-ketrampilan fisik dapat merupakn sumber kesenangan dan prestasi. Anak menjadi senang karena dengan menguasai berbagai aktifitas yang diinginkanya. Begitu pula, unsur pengalaman dalam melakukan berbagai aktifitas tersebut membuat anak menjadi semakin mahir dan terampil.

Aak usia SD juga sudah lebih mampu mengendalikan tubuhnya sehingga dapat duduk dan memperhatikan sesuatu secara lebih lama. Namun perlu diingat bahwa mereka masih jauh dari kematangan fisik dan mereka masih tetap perlu aktif. Anak SD akan lebih tersiksa kalau harus duduk dan memperhatikan guru dengan lama daripada berlari-lari,bersepeda. Artinya, anak-anak usia SD asih lebih senang melakukan berbagai aktifitas fisik daripada berdiam diri.

Bagi anak, aktivitas fisik sangat esensial untuk memperhalus ketrampilan fisik mereka. Mereka perlu mendapat kesempatan yang cukup untuk melakuakan berbagai aktivitas sehingga dapat menggerakan semua bagian anggota tubuhnya. Karena itu, suatu prinsip praktek pendidikan yang penting bagi anak usia SD adalah bahwa mereka harus terlibat dalm kegiatan aktif daripada pasif.

Meningkatkan proses melunasi selama  masa anak terefleksi dalam ketrampilan-ketrampilan motor halus. Anak dapat menggunakan tangan mereka secara lebih lihai. Anak usia 6 tahun dapat melakuakn pekerajaan seperti, memasang tali sepatu, mengancing baju. Menjelang usia 7 tahun, tangan anak menjadi lebih kuat. Pada usia ini, anak dapat menggambar secara lebih kecil dan rapih. Usia antara 8 - 10 tahun, tangan anak dapat digunakan secara bebas dengan lebih mudah dan tepat. Ukuran huruf yang ditulis anak menjadi lebih kecil dan lebih sempurna. Pada usia 10 - 12 tahun, anak mulai menunjukkan ketrampilan manipulatif yang hampir serupa dengan ketrampilan orang dewasa. Pada usia ini, anak dapat menguasai gerakan-gerakan kompleks, berbelit-belit, dan cepat yang diperlukan unutk menghasilkan kualitas karya yang baik atua untuk memainkan perangkat instrumen musik yang sulit. Dalam hal ketrampialn motorik ini, kemampuan anak perempuan biasannya lebih baik daripada kemampuan anak

☻Perkembangan Perseptual

Aktivitas perseptual pada dasarnya merupakan proses pengenalan individu  terhadap lingkungannya. Semua informasi tentang lingkungan sampai ke individu melalui alat indra yang kemudian diteruskan melalui syaraf sensori ke bagian otak. Informasi tentang objek penglihatanobjek penglihatan diterima melalui indra mata, informasi tentang objek pendengaran diketahui melalui indra telinga, objek sentuhan melalui kulit, objek penciuman melalui hidung. Tanpa penglihatan , pendengaran, penciuman, dan indra lainnya, otak manusia akan terasing dari dunia yang ada di sekitarnya.

Dalam hal ini ada proses aktivitas perseptual yang perlu dipahami.

Yang pertama Sensasi,sensasi merupakan peristiwa peneimaan informasi oleh indra penerima. Sensasi berlangsung disaat terjadi kontak antara informasi dengan indra penerima. Dengan demikian dalam sensasi terjadi proses deteksi informasi secara indrawi. Sebagai contoh, sensasi penglihatan terjadi di saat ada 3 buah berwarna merah dan orange.

Yang kedua Persepsi, persepsi merupakan kelanjutan dari proses sensasi dimana dalam proses ini terjadi interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Sebagai contoh, anak menjadi menjadi tahu bahwa yang dilihat adalah apel dan jeruk.

Yang ketiga Atensi, atensi menekankan pada selektivitas(pemilihan) persepsi. Sebagai contoh, setelah mengetahui jeruk dan apel selanjutnya anak memilih jeruk. Nah proses pemilihan yang akhirnya anak tersebut lebih memilih jeruk tersebut yang dinamakan proses atensi.

3. Implikasi bagi Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Dasar

Perlu diketahui bahwa perkembangan biologis dan perseptual anak memiliki keterkaitan dengan aspek perkembangan lainyya. Artinya, permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam perkembangan fisik dan perseptual anak bisa berdampak negatif terhadap aspek perkembangan lainnya.Oleh karena itu, pendidik harus benar-benar memberikan perhatian yang cukup terhadap aspek perkembangan fisik dan perseptual anak.

Pemahaman kita tentang karakteristik perkembangan fisik anak serta faktor yang mempengaruhi dan konsekuensi-konsekuensi yang dapat ditimbulkannya akhirnya membawa beberapa implikasi praktis bagi penyelenggaraan pendidikan SD. Implikasi-implikasi tersebut dijelaskan dalam pembahasan berikut ini.

☻Implikasi bagi Penyelenggaraan Pembelajaran.

Berkaitan dengan perkembangan fisik dan perseptual usia SD yang telah dijelaskan di atas, maka menuntut perlunya penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai karakteristik dan kebutuhan fisik.Dalam hal ini diperlukan pembelajaran yang hidup, artinya memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk memfungsikan unsur fisik dan aspek perseptual.

Konkritnya, cara pembelajaran yang perlu diterapkan aebagai berikut:

Yang pertama, programnya disusun secara fleksibel dan tidak kaku serta memperhatikan perbedaan individual anak

Yang kedua, tidak dilakukan secara monoton dan verbalistik, tapi disajikan secara variatif melalui eksperimen, praktek, permainan,dll.

Yang ketiga, melibatkan penggunaan berbagai media sehingga memungkinkan melibatkan anak dalam kegiatan pembelajaran tersebut.

☻ Implikasi bagi Penyelenggaraan Pendidikan Olah raga

Pendidikan olahraga yang rutin dan teratur sangat diperlukan bagi anak SD. Olahraga penting untuk merangsang perkembangan fisik dan perseptual ank. Nah, agar aktifitas olahraga ini memberikan rangsangan yang tepat, maka jenis- jenis kegiatan olahraga yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan dan kebutuhan fisik anak.

Dalam hal ini, yang pentig adalah anak dapat berolahraga dengan senang dan aktif melalui permainan yang dirancang sesuai dengan tahap perkembangan dan dunianya., karena dunia anak adalah dunia gerak dan bermain.

☻Implikasi bagi Pemeliharaan Kesehatan dan Nutrisi Anak

Dalam hal ini, diperlukan penanaman kebiasaan berperilaku sehat terhadap anak SD yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari kebersihan pakaian, tubuh, keberihan makanan, pemeliharaan kebersihan lingkungan sekitar, serta mendisiplin diri untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam program pendidikan kesehatan bagi anak SD adalah unsur keteladanan dari pihak pendidik. Unsur keteladanan dari ini akan merupakan suatu upaya pengkondisian ankak ke arah berpeilaku sehat. Kiranya akan sulit bagi kita sebagai pendidik untuk menganjurkan anak berperilaku hidup sehat, sementara kitanya sendiri tidak menampilkan cara berperilaku yang dimaksud.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah makanan yang mengandung gizi secara seimbang. Dalam hal ini adalah empat sehat lima sempurna, sebisa mungkin anak terpenuhi dalam hal gizi yang seimbang. Karena jika gizi seimbang maka perkembangan fisik juga akan seimbang, dan jika perkembangan fisik seimbang maka aspek perkembangan lainnya juga akan seimbang.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Antara Sinetron dan Novelnya …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Keheningan Ceruk Airmata Ratu Ibu Bangkalan …

Husni Anshori | 7 jam lalu

[Cermin] Tentang Keimanan …

Achmad Yusuf | 7 jam lalu

Mengunjungi Candi Sukuh dan Candi Cetho di …

G T | 8 jam lalu

Televisi Raffi Ahmad Nagita Slavina …

Rahmat Derryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: