Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Syaiful W. Harahap

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Laki-laki ‘Penyebar’ HIV/AIDS di Provinsi Sumatera Utara

OPINI | 31 October 2010 | 01:48 Dibaca: 113   Komentar: 1   0

Pria penderita HIV/AIDS terbanyak di Sumut.” Ini judul berita di Harian ‘WASPADA“, Medan (25/10-2010). Disebutkan: Berdasarkan golongan jenis kelamin, laki-laki merupakan penderita terbanyak kasus HIV/AIDS di Sumatera Utara dengan jumlah 1.941 penderita dan perempuan sebanyak 515 penderita. Data ini disampaikan oleh Project Officer Global Fund Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis.

Data itu menggambarkan penyebaran HIV di Sumut secara horizontal yang dilakukan oleh 1.941 laki-laki. Kalau semua laki-laki ini mempunyai satu pasangan saja maka sudah ada lagi 1.914 kasus tambahan. Angka ini akan bertambah kalau di antara laki-laki ini ada yang mempunyai pasangan lebih dari satu dan sebagai pelanggan pekerja seks komersial (PSK).
Untuk itu Andi mengatakan pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selalu setia kepada pasangan, jikalau memang tidak mampu menahan nafsu, hendaklah melakukan persiapan seperti memakai kondom sebelum melakukan hubungan seks. Persoalan yang dihadapi adalah laki-laki ‘hidung belang’ enggan memakai kondom jika melakukan hubungan seksual dengan PSK. Akibatnya, PSK tertular HIV dari laki-laki ‘hidung belang’. PSK yang tertular HIV kemudian menularkannya pula kepada laki-laki lain yang mengencaninya tanpa kondom. Laki-laki yang menularkan HIV kepada PSK dan yang tertular HIV dari PSK akan menjadi mata rantai penyebaran HIV tanpa meraka sadari.
Andi mengatakan: “Namun yang terpenting, selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan keimanan yang lebih dan dapat menjauhkan dari segala perbuatan yang tidak terpuji.” Risiko tertular HIV tidak selamanya terkait dengan ‘perbuatan yang tidak terpuji’ karena penularan HIV melalui hubungan seksual juga terjadi dalam ikatan pernikahan, melalui transfusi darah, jarum suntik, dan air susu ibu (ASI).

Kegiatan kawin-cerai pun merupakan salah satu perilaku yang berisiko tertular HIV karena masing-masing pasangan itu sudah pernah mempunyai pasangan sebelumnya. Bisa saja ada di antara pasangan mereka itu yang perilaku seksualnya berisiko sehingga kemungkinan sudah mengidap HIV.

Yang perlu diingatkan kepada penduduk Sumut adalah menghindari perilaku seksual yang berisiko yaitu melakukan hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan yang sering berganti-ganti pasangan seperti PSK langung (PSK di lokalisasi pelacuran, losmen, hotel, dll.) dan PSK tidak langsung (’cewek bar’, ‘cewek kampus’, ‘anak sekolah’, WIL dan PIL, perempuan pemijat di panti pijat plus-plus, dll.), serta pelaku kawin cerai.

Peringatan ini penting karena mobilitas penduduk Sumut sangat tinggi. Angkutan umum, bus dan truk, dari Medan ‘menjelajah’ sampai ke ujung P. Jawa. Di kota-kota tujuan angkutan umum dari Medan di P. Jawa terdapat lokasi dan lokalisasi pelacuran. ***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 1 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 2 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 10 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 8 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 8 jam lalu

Kematian Tanpa Permisi …

Anita Desi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: