Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Pitutur becik

OPINI | 02 November 2010 | 09:35 Dibaca: 629   Komentar: 0   0

  • nuruti lan ngujo kasenengan donyan kui paribasan ngombe banyu segoro.
  • “ajining dhiri gumantung ono ing lathi, ajining raga gumantung ing busono. ajining kesehatan ono ing pikiran, ajining mulyo ono ing makaryo, ajining kedhudhukan ono ing kabijaksanan,,,,”
  • “Mulat sarira angrasa wani, rumangsa melu andarbeni, wajib melu angrungkebi
  • ndingkluk tunduk, ndangak congkak. ndingkluk syukur, ndangak kufur
  • aja rumangsa bisa, nanging bisaa rumangsa
  • “Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali, maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki, sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana Anda menghargai waktu, berarti sejauh itulah Anda menghargai hidup Anda”.
  • yen diwulang rungakana, ojo guyon lan maneh jowal-jawil, istakna dhawuhing guru, kabeh piwulang ira, ling-ilingan supaya bisa kacakup, lamun dadi pinakonan, wangsulanmu bisa titis, dedalane guna lawan sekti, kudu andhap asor, wani ngalah luhur wekasane, lamun kula yen dipun dukani, datan den simpangi, ana catur luhur.
  • Urip Iku Urup; (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat)
  • Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
  • Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu
  • Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman; “Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut; Jangan mudah kolokan atau manja”
  • Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.
  • Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.
  • Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.
  • Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran..
  • Yen siro dibeciki ing liyan, tulisen ono ing watu, ben siro tansah kelingan.
  • Yen siro gawe becik ing liyan, tulisen ono ing pasir, ben gampang kebusak utowo gampang dilaleke.

————————————–Ronggowarsito——————————–
mereka yang dipenuhi dengan pandangan2nya sendiri akan tuli pada kata2 bijak dari orang lain. yang sering terjadi dalam diskusi antara dua orang adalah yang satu akan mendesakkan pandangannya pada yang lain,akibatnya, dia tak belajar apapun kecuali pandangan2nya sendiri

jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang dapat kamu berikan kepada Negara

sepi ing pamrih rame ing gawe, crah agawe bubrah rukun agawe santosa
niatan apik durung karuan ditompo kanthi apik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 4 jam lalu

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 11 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 13 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: