Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bude Binda

Langkah kecil kita mengubah dunia. Berpuisi di Http://jendelakatatiti.wordpress.com.

Pendidikan Berkarakter

OPINI | 03 November 2010 | 13:20 Dibaca: 3763   Komentar: 6   0

Akhir-akhir ini dunia pendidikan disibukkan dengan istilah baru Pendidikan berkarakter. Wacana  ini muncul dari Presiden SBY menanggapai maraknya korupsi, beserta peri laku negatif lain yang menunjukkan pelakunya tidak berkarakter bagus namun sebaliknya berwatak korup. Biang dari peri laku ini ya siapa lagi kalau bukan pendidikan.

Namun perlu diingat karakter yang dibangun pada siswa tidak semata-mata tugas guru atau sekolah. Mengingat siswa hidup tidak hanya di sekolah saja, namun dia juga menghabiskan waktu di runah dan sekaligus menjadi anggota masyarakat bahkan secara umum dia juga seorang warga negara Indonesia mau pun warga dunia.

Jadi naif sekali kalau hanya guru yang dituntut untuk mendidik siswa menjadi generasi muda yang berkarakter kuat, jujur, disiplin, taat peraturan, tidak korup sementara setiap hari dia melihat contoh orang tua di rumah yang mungkin sering tidak taat pada peraturan. Katakan hal yang sederhana saja di sekolah dididik untuk membuang  sampah di tempat sampah, di rumah orang tuanya membuang sampah di sungai. Di jalan  dia melihat banyak pengendara mobil yang membuang sampah di jalan.

Lebih tidak tepat lagi contoh dari pemimpin kita . Saat dididik untuk hidup sederhana siswa melihat di televisi bagaimana pejabat-pejabat kita mobilnya mewah, bajunya senantiasa berganti-ganti, perlengkapan busana yang serba mahal. Bahkan lebih celaka lagi saat diajarkan empati, ikut merasakan penderitaan orang lain. Di kala bencana gempa dan tsunami di Mentawai serta meletusnya Gunung Merapi di DIY dan Jawa Tengah siswa justru melihat di televisi anggota DPR tetap berangkat ke Eropa.

Jadi Bapak Presiden yang terhormat, kami para guru siap untuk mendidik anak-anak , generasi penerus bangsa ini menjadi manusia Indonesia yang berbudi pekerti luhur, namun tolonglah berikan juga teladan dari Bpak Presiden, anggota DPR, Bapak Ibu menteri karakter yang baik sehingga menjadi model atau teladan bagi siswa kami demikianlah pemimpin atau manusia Indonesia yang berkarakter seperti yang didinginkan Bapak.

Demikian juga yang terhormat orang tua dan wali siswa, jadikan diri Bapak Ibu panutan yang baik saat di rumah mau pun sebagai anggota masyarakat dan warga negara sehingga putra-putri Bapak dapat menjadikan Bapak Ibu sebagai role model mereka.

Sekolah hanyalah salah satu dari tiga pendidikan. Jika ketiganya bekerja sama dan memberi teladan yang baik maka dapat diharapkan generasi muda kita menjadi generasi muda yang seusui harapa, cerdas pikir, rasa dan sosial. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri, masyarakat dan bangsanya , calon pemimpin bangsa yang jujur, sederhana, punya rasa empati dan bertaqwaa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga!

Banjarnegara, 3 Oktober 2010

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Foto: Slamet, Raksasa dari Pulau Jawa …

Hendra Wardhana | | 17 September 2014 | 12:29

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka …

Wonenuka Sampari | | 17 September 2014 | 13:07

Anggota BPK, Jabatan Karier atau Politik? …

Galumbang Sitinjak | | 17 September 2014 | 13:37

Etika Meng-counter Tulisan di Kompasiana …

Samandayu | | 16 September 2014 | 19:16

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 5 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 6 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 7 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenaikan LPG 12 Kg Sebagai Sarana Berbagi …

Bai Ruindra | 7 jam lalu

Mesut Oezil: Playmaker tanpa Dukungan …

Agung Wicaksono | 8 jam lalu

Komunitas Membuka Pintu Rejeki …

Lazismu Pusat | 8 jam lalu

Jogjakarta, 17 September 2014 …

Ahmad Robitul Wafa | 8 jam lalu

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: