Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dewi Masitoh

Saya adalah mahasiswa FKIP UNS prodi PGSD yang berada di kampus VI kebumen

Analisis dan Implementasi Teori belajar

OPINI | 09 November 2010 | 13:39 Dibaca: 1013   Komentar: 0   0

Guru adalah perancang kegiatan pembelajaran. Tak ayal jika guru pasti mengenal berbagai macam teori belajar dan pembelajaran. Akantetapi tak sedikit para guru yang tak bias merealisasikan teori pembelajaran itu dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini karena guru belum menganalisis kesesuain teori-teori belajar yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Untuk itu berikut akan di bahas mengenai analisis dan implementasi teori belajar, adalah sebagai berikut:

1. Analisis dan Implementasi teori Behavioris

Teori ini secara umum melihat sosok atau kualitas manusia dari aspek kinerja atau perilaku yang dapat dilihat secara empirik. Inti dari teori behavioris terletak pada upaya memahami perilaku secara total . dalam teori ini seseorang dianggap telah belajar jika ia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Teori behavioris dalah salah satu teori yang memiliki kontribusi cukup signifikan dalam pembelajaran. Teori ini juga merupakan teori yang selama ini dipakai oleh banyak guru-guru di Negara kita. Hingga kini teori ini masih merajai praktek pembelajaran yang ada di Indonesia. Pembentukan perilaku dengan cara drill(pembiasaan) disertai dengan reinforcement (hukuman) masih sering dilakukan dalam kegiatan pembelajaran kita.

Suatu pembelajaran dikatakan berhasil menurut teori ini ditentukan oleh adanya interaksi antara stimulus dan respon yang diterima oleh siswa. Indikasi keberhasilan menurut teori ini adalah adanya perubahan tingkah laku yang nyata dalam kehidupan peserta didik. Perubahan tidak dilihat dari perspektif intelektualnya tetapi lebih pada tingkah laku dalam kehidupan sosialnya. Dalam kegiatan pembelajaran dirancang dan dilaksanakan berpijak pada teori behavioristik memandang pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, dan tidak berubah. Pengetahuan menurut teori ini telah terstruktur dengan rapi sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan ke orang yang telah belajar atau siswa.

Dalam kegiatan pembelajaran menurut teori ini seorang siswa diharapkan harus memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Serta dalam proses belajar dan pembelajarannya cukup terlihat bahwa yang cenderung memiliki keaktifan adalah gurunya. Seorang murid dalam kegiatan belajar mengajar cenderung bersifat pasif dan harus mematuhi dan mempercayai bahwa segala sesuatu yang dikatakan dan disampaikan guru adalah suatu kebenaran yang tidak bisa diganggu gugat.

Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan pebelajar untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa pebelajar menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Padahal banyak faktor yang mempengaruhi proses belajar, proses belajar tidak sekedar pembentukan atau shaping. Oleh karena itu, implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Akibatnya pebelajar kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka

2. Analisis dan implementasi Teori Kognitif

Teori kognitif adalah teiri yang mangatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan persepsi dan pemahaman, yang tidak selalu berbentuk tingkah laku yang dapat diukur dan diamati. Dalam teori ini lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasionalyang dimiliki oleh orang lain. Teori pembelajaran ini adalah sebuah teori pembelajaran yang cenderung melakukan praktek praktek yang mengarah pada kualitas`intelektual peserta didik. Meskipun teori ini memiliki berbagai kelemahan akantetapi, teori kognitif ini juga memiliki kelebihan yang harus diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu aspek positifnya adalah keceerdasan peserta didik perlu dimulai dari adanya pembentukan intelektual dan mengorganisasian alat-alat kognisi.

Sebagai seorang pendidik kita harus menyadari bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan penyampaian informasi kepada peserta didik, yang nantinya informasi tersebut diolah oleh alat-alat kognisi yang dimiliki oleh pesrta didik. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran harus member ruang yang bebas dan luas kepada siswanya untuk mengembangkan kualitas intelektualnya. Pada dasarnya proses pembelajaran adalah suatu system artinya keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh salah satu faktor saja , tetapi lebih ditentukan secara simultan dan komprehensif dari berbagai faktor yang ada. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran seorang guru harus menciptakan pembelajaran yang natural, tidak perlu ada suatu rekaan atau paksaan kepada siswanya.

Dalam kegiatan pembelajaran pengembangan meteri harus benar-benar dilakukan secara kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruangan saja tetapi juga bisa dilakukan diluar ruangan dengan cara memanfaatkan alam sekita sebagai wahana tempat pembelajaran. Metode yang dapat digunakan juga tidak harus selalu minoton, metode yang bervariasi merupakan tuntutan mutlak dalam pembelajaran menurut teori ini. Keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran amat dipentingkan karena henya dengan mengaktifkan siswa, maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan pengalaman dapat terjadi dengan baik. Selain itu, seorang guru juga harus mampu memahami dan memperhatikan perbedaan individual anak, arena hal ini merupakan faktor penentu keberhasilan dalam pembelajaran.

3. Analisis dan implementasi teori Konstruktivisme

Pengertian belajar menurut teori ini adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata dari lapangan. Artinya siswa akan cepat memiliki pengetahuan jika pengetahuan itu dibangun atas dasar realitas yang ada di lapangan. Teori ini membawa implikasi dalam pembelajaran yang bersifat kolektif dan kelompok.

Menurut pandangan ini, dalam proses pembelajaran siswa harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep dan member makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari. Dalam konteks ini siswa dianggap sebagai seorang pribadi yang memiliki kebebasan untuk membangun idea atau gagasan tanpa harus diinterverensi oleh siapapu, siswa diposisikan sebagai manusia yang dewasa yang sudah memiliki modal awal pengetahuan untuk menerjemahkan pengetahuan yang akan dipelajarinya. Guru dalam konteks ini berperan sebagai pemberdaya seluruh potensi yang dimiliki siswa agar siswa mampu melaksanakan proses pembelajaran.

Untuk dapat melaksanakan pembelajaran menurut teori ini, seorang guru harus memiliki daya kreasi yang tinggi untuk bisa mendesain suasana pembelajaran yang kondusif, suasana pembelajaran yang mampu memberikan kebebasan kepada siswanya untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan kemauannya. Serta, semua kegiatan pembelajaran harus banyak dikaitkan dengan realitas kehidupan masyarakat. Kegiatan pembelajaran cenderung menggunakan model pembelajaran kooperatif (kerjasama). Pelaksanaan evaluasi menurut teori ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengetahui kualitas siswa dalam dalam memahami materi dari guru. Evaluasi menjadi sarana untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan proses pembelajaran.

4. Analisis dan implementasi teori humanistic

Teori humanistik lebih menekankan pada bagimana memahami persoalan manusia dari berbagai dimensi yang dimilikinya, baik dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kegiatan pembelajaran memiliki tujuan utama untuk kepentingan memanusiakan manusia (proses humanisasi). Teori ini lebih banyak membahas mengenai konsep-konsep pendidikan untuk membentuk manusia yang dicita-citakan, serta tentang proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal.

Keberhasilan implementasi menurut teori ini dalam belajar harus dilakukan dengan cara menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, menggairahkan,memberi kebebasan siswa dalam memahami dan menganalisis materi atau informasi yang diterimanya. Guru harus bisa menciptakan pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa secara fisik juga merupakan wahan untuk menghilangkan kejenuhan dari kegiatan pembelajaran yang tiap hari mereka kerjakan. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang memenuhi criteria di atas dapat dilakukan dengan cara guru merubah wahana atau situasi tempat pembelajaran, misalnya saja pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di dalam kelas kita bisa merubahnya di luar ruangan seperti di kebun ataupun halaman sekolah.

Sedangkan mengenai metode atau strategi yang dilaksanakan, seorang guru bisa melaksanakan pembelajaran yang monoton atau pembelajaran yang hanya terpusat kepada siswa. Tetapi pembelajaran juga terpusat pada siswa sehingga tidak hanya gurunya saja yang aktif tetapi siswanya juga aktif. Dengan siswanya aktif diharapkan siswa akan memiliki kompetensi yang lebih untuk memahami dan mengerti akan materi yang sedang dipelajari.

Teori humaistik ini akan sangat membantu para pendidik dalam memahami arah belajar pada dimensi yang luas. Dalam konteks ini, upaya pembelajaran apapun dan pada konteks manapun akan selalu diarahkan dan dilakukan untuk mencapai tujuannya. Meskipun teori ini sukar untuk diterjemahkan ke dalam langkah-langkah yang praktis dan operasional, namun sumbangan teori ini sangat besar alam kegiatan pembelajaran.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Getar Aura Mistis di Sudut Pantai Baron …

Teguh Hariawan | | 21 September 2014 | 07:00

Biang Macet Kota Bogor …

Cucum Suminar | | 21 September 2014 | 07:16

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | | 20 September 2014 | 21:49

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini Caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 7 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 22 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Cinta Cenat Cenut di Usia Matang Manggis …

Fidiawati | 7 jam lalu

Cognitive Neuroscience: Entrance Gate of …

Wahyu Riska Elsa Pr... | 7 jam lalu

Dari Masa ke Masa? …

Fajar Ayu | 7 jam lalu

Budak Gadget …

Yahya Farida | 7 jam lalu

Dharmasraya dan Potensinya Menjadi …

Zulfadli Adha.sp | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: