Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Unik Mahanani Safitri

saya unik anak indonesia

Perkembangan Kecerdasan dan Kreativitas Anak

OPINI | 10 November 2010 | 09:27 Dibaca: 1607   Komentar: 1   0

A. Pengertian Kecerdasan dan Kreativitas

1. Pengertian Kecerdasan

Padanan kata kecerdasan dalam bahasa Inggris adalah Intelligence. Intelligence merupakan suatu kata yang memiliki makna sangat abstrak sehingga terdapat beberapa definisi para ahli

- Menurut Englsih dan English dalam bukunya “A Comprehensive Dictionary of Psychological and Psychosomatical Terms” istilah tersebut berarti antara lain :

a. Kekuatan mental manusia dapat berfikir.

b. Suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir

c. Kecakapan, terutama kecakapan yang tinggi untuk berfikir.

- Menurut Kamus Webstar New World Dictionary of The American Language, kecerdasan berarti :

a. Kecakapan untuk berfikir, mengamati dan mengerti; kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, perbedaan-perbedaan, dan sebagainya.

b. Kecakapan mental yang besar

c. pikiran

- Menurut Singgioh Gunarsa dalam bukunya Psikolgi Remaja (1991) mengajukan beberapa rumus intelegensi sebagai berikut :

a. Integensi merupakan suatu kumpulan kemampuan seseorang yang memungkinkan memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkan ilmu tersebut dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah-masalah yang timbul

b. Intelegensi adalah suatu bentuk tingkah laku tertentu yang tampil ber dalam kelancaran tingkah laku.

c. Intelegensi meliputi pengalaman-pengalaman dan kemampuan bertambahnya pengertian dan tingkah laku dengan pola-pola baru dan mempergunakannya secara efektif.

- Menurut William Stern

Intelegensi adalah merupakan suatu kemampuan untuk menyesuaikan diri pada tuntutan baru dibantu dengan penggunaan afungsi berpikir.

- Menurut Binet

Intelegensi adalah merupakan kemampuan yang diperoleh melalui keturunan, kemampuan yang diwarisi dan dimiliki sejak lahir dan tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh lingkungan.

- Menurut Wechler (1958)

Intelegensi sebagai keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

- Ahli-ahli lain

a. Kecerdasan adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah

b. Kecerdasan adalah sebagai kapasitas beradaptasi dan belajar dari pengalaman.

c. Kecerdasan meliputi karakteristik seperti kreativitas, dan keahlian interpersonal.

d. Kecerdasan adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan.

- Menurut S.C. Utami Munandar

Secara umum intelegensi dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Kemampuan untuk berpikir abstrak

b. Kemampuan untuk menangkap hubungan-hubungan dan untuk belajar.

c. Kemampuan untuk menguraikan diri terhadap situasi-situasi baru.

- Menurut Edward T. Horndiks

Intelegensi adalah kemampuan individu untuk memberikan respon yang tepat (baik) terhadap situasi yang diterima.

- Perkembangan teori dalam memahami intelegensi, ada 2 pandangan yaitu :

a. Jensen

Intelegensi sebagai kemampuan mental umum

b. Ebbinghaus

Intelegensi sebagai kemampuann untuk memahami kombinasi

c. Terman

Intelegensi sebagai kemampuan untuk berfikir abstrak

- Intelegensi sebagai faktor multiple :

a. Kail & Pallgreno (Santocok and Yscen; 1990)

Intelegensi itu dapat dijelaskan dengan termonologi pengetahuan dan penalaran.

b. Robbert Stenberg (1982)

Intelegensi pada prinsipnya ada 3 karakteristik utama yaitu : kemampuan verbal, pemecahan masalah praktis, kemampuan sosial

- Howard Gardner (1983)

Intelegensi seharusnya didefinisikassn sebagai seperangkat kemampuan untuk memproses operasi yang memungkinkan individu mampu memecahkan masalah, menciptakan produk, menemukan pengetahuan yang barus selama dalamkegiatan yang bermuatan nilai secara kultural.

- Komponen-komponen Intelegensi

a. Kemampuan verbal

b. Ketrampilan pemecahan masalah

c. Kemampuan belajar

d. Kemampuan beradaptasi dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan definisi dari para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa intelegensi atau kecerdasan adalah merupakan keefektifan dan keefisienan otak dalam mencari solusi menghadapi berbagai bentuk persoalan.

2. Teori-Teori Kecerdasan

a. Teori Keturunan Lingkungan

Mempunyai tiga anak teori yaitu :

1) Intelegensi lebih ditentukanoleh keturunan daripada oleh lingkungan

2) Intelegensi sebagai yang lebih ditentukan oleh lingkungan daripada keturunan

3) Intelegensi sebagai hasil antara keturunan, lingkungan dan interaksi.

b. Teori Epistimologis-Biologis

Mempunyai dua anak teori, yaitu :

1) Intelegensi sebagai kemampuan berpikir jernih, analisism dan komprehensif.

2) Intelegensi sebagai kemampuan menyesuaikan diri terhadap situasi yang baru (biologis)

c. Teori Struktural

1) Model strukural Guilford

2) Model Facet Guttman

d. Teori Faktorial

1) Teori Satu Faktor Beniet

Intelegensi itu terbangun atas satu faktor yaitu faktor “g”

2) Teori Dua Faktor Spearman

Intelegensi itu terbangun atas dua faktor yaitu “g” dan faktor “s”

3) Teori Dua Faktor Helpzinger

Tes yang tidak memenuhi syarat proporsionalitas tidak perlu dipandang sebagai pengganggu dan harus dibuang dari baterai tes yang bersangkutan, sepanjang tahun bagian tes lainnya dari tes tersebut memiliki faktor kebersamaan yang sama.

4) Teori Bertingkat Philip E. Vernon

Di bawah faktor “g” itu terdapat 2 faktor kelompok utama masing-masing adalah faktor pendidikan verbal dan faktor praktis.

3. Pengertian Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta

a. Menurut KBBI

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta

b. Menurut Clark Moustatis)

Kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain.

c. Menurut Conny R. Semiawan

Kreativitas merupakan kemampuan untuk memengeri gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah

d. Menurut Rogers

Kreativitas adalah kecendeurnganuntuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan

e. Menurut Buku Perkembangan dan Belajar Peserta Didik

1) Kreativitas menekankan pada upay amembuat sesuatu yang baru dan berbeda.

2) Kreativitas mengganggap bahwa sesuatu yang baru dan asli itu terjadi karena kebetulan.

3) Kreativitas dapat dipahami sebagai apa saja yang telah tercipta sebagai sesuatu yang baru dan berbeda daripada yang telah ada sebelumnya.

4) Kreativitas itu merupakan suatu proses yang unik-suatu proses yang diperlukan tidak untuk tujuan yang lain.

5) Kreativitas sering dianggap sama dengan intelegensi atau kecerdasan tinggi.

6) Kreativitas itiu merupakan kemampuan bawaan yang tidak ada hubungannya dengan belajar atau pengaruh lingkungan.

7) Kreativitas dianggap sebagai sinonim dengan imaginasi dan fantasi seperti suatu bentuk permainan mental.

f. Menurut Santrock

Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir dalam cara-cara yang baru dan tidak biasa serta menghasilkan pemecahan masalah yang unik.

g. Menurut David Cambell

Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya :

1) Baru (novel) : inovatif, beluml ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan

2) Berguna (useful) : lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/banyak

3) Dapat dimengerti : hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu

Jadi kesimpulannya adalah sebagai berikut :

Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk berpikir tentang sesuatu dengan cara yang baru guna mengekspresikan potensi diri agar berkembang dan matang dan menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan.

4. Ciri-ciri orang kreatif

Sebelum masuk ke ciri-ciri orang kreatif, terlebih dahulu jelaskan proses kreatif. Kreativitas dalam perkembangannya sangat terkait dengan empat aspek, yaitu :

a. Aspek pribadi

Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya.

b. Aspek pendorong

Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan.

c. Aspek proses

Ditinjau sebagai proses, menurut Torrance (1988) kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) nini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya.

d. Aspek produk.

Definisi produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil dan bermakna.

Kreativitas tidak timbul serta merta, tetpi melalui proses. Proses kreatif menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001:301) dalam bukunya Quantum Learning mengalir melalui lima tahap, tahap-tahap tersebut sebagai berikut :

a. Persiapan mendefinisikan masalah, tujuan atau tantangan

b. Inkubasi mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran

c. Iluminasi mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan

d. Verifikasi memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah

e. Aplikasi mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut

Setelah kita mengetahui tahap-tahap bagaimana kreativitas tercipta, berikutnya kami akan uraikan bagaimana ciri-ciri orang yang kreatif itu.

Menurut David Cambell ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori :

a. Ciri-ciri pokok : kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan.

b. Ciri-ciri yang memungkinkan : yang membuat mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah ditemukan tetap hidup.

c. Ciri-ciri sampingan : tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tatapi kerap mempengaruhi perilaku orang-orang kreatif.

Ciri-ciri kreativitas

Ciri-ciri pokok

Ciri-ciri yang memungkinkan

Ciri-ciri sampingan

1. Berpikir dari segala arah (convergent thingking)

2. Berpikir ke segala arah (divergent thingking)

3. Fleksibilitas konspetual (kemampuan secara spontan mengganti cara memandang, pendekatan, kerja yang tak jalan.

4. Orisinilitas (kemampuan menelorkan ide yang asli bahkan mengejutkan)

5. Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas

6. Latar belakang hidup yang merasangsang (hidup dalam lingkungan yang dapat menjadi contoh)

7. Kecakapan dalam banyak hal (multiple skills)

1. Kemampuan untuk bekerja keras

1. Tidak

Reni Akbar Hawadi dalam bukunya Keberbakatan Intelektual menyebutkan ciri-ciri kreativitas sebagai berikut :

a. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam

b. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot

c. Memberikan banyak gagasan, usul-usul terhadap suatu masalah

d. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu

e. Mempunyai/menghargai rasa keindahan

f. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi

g. Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi

h. Mempunyai rasa humor

i. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa)

j. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain (orisinil)

k. Kelancaran dalam menghasilkan bermacam-macam gagasan

l. Mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan

B. Faktor Kecerdasan dalam Belajar dan Perkembangan Anak

Tingkat kecerdasan seseorang berbeda-beda karena dalam perkembangan kecerdasan ada beberapa faktor-faktor kecerdasan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Faktor Bawaan

Dimana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan. Oleh karena itu, di dalam satu kelas dapat dijumpai anak yang bodoh, agak pintar, dan pintar sekali, meskipun mereka menerima pelajaran dan pelatihan yang sama.

2. Faktor Minat dan Bawaan yang Khas

Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan atau motif yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.

3. Faktor Pembentukan

Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelengensi. Di sini dapat dibedakan antara pembentukan yang direncanakan, seperti dilakukan di sekolah atau pembentukan yang tidak direncanakan, misalnya pengaruh alam sekitarnya.

4. Faktor Kematangan

Dimana organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setiap organ manusia baik fisik maupun psikis, dapat dikatakan telah matang, jika ia telah tumbuh atau berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.

Oleh karena itu, tidak diherankan bila anak-anak belulm mampu mengerjakan atau memecahkan soal-soal matematika di kelas empat sekolah dasar, karena soal-soal itu masih terlampau sukar bagi anak. Organ tubuhnya dan fungsi jiwanya masih belum matang untuk menyelesaikan soal tersebut dan kematangan berhubungan erat dengan faktor umu.

5. Faktor Kebebasan

Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kelima faktor tersebut di atas saling mempengaruhi dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Jadi, untuk menentukan kecerdasan seseorang, tidak dapat hanya berpedoman atau berpatokan kepada salah satu faktor saja.

C. Klasifikasi Kecerdasan

Secara konvensional klasifikasi kecerdasan dewasa ini masih mengikuti klasifikasi yang dikembangkan oleh Binet dan Simon, diantaranya :

1. Idiot (IQ 0 – 19)

Idiot adalah suatu istilah yuridis dan paedagogis, yang diperuntukkan bagi mereka yang lemah pikiran tingkat paling rendah.

2. Embisil (IQ 20 – 49)

3. Moron (IQ 50 – 69)

Moron merupakan problem terbesar masyarakat. Pada masa dewasa, moron dianggap memiliki kecerdasan

4. Inferior (IQ 70 – 79)

Merupakan kelompok tersendiri dari individu-individu terbelakang. Kecakapan pada umumnya hampirsama dengan kelompok embisil,namun kelompok ini mempunyai kecakapan tertentu yang melebihi kecerdasannya.

5. Bodoh (IQ 80 – 89)

Pada umumnya kelompok ini agak lambat dalam mencerna pelajaran di sekolah.

6. Normal/Rata-rata (IQ 90 – 109)

Kelompok ini merupakan kelompok yang terbesar presentasinya diantaran populasi.

7. Pandai (IQ 110 – 119)

Kelompok ini pada umumnya mampu menyelesaikan pendidikan tingkat universitas atau perguruan tinggi.

8. Superior (IQ 120 – 129)

Kelompok ini lebih cakap.

9. Sangat Superior (IQ 130 – 139)

Kelompok ini termasuk kelompok superior yang berbeda pada tingkat tertinggi dalam kelompok tersebut.

10. Gifted (IQ 1400 – 179)

Kelompok ini adalah mereka yang tidak genius tetapi menonjol dan terkenal.

11. Genius (IQ 180 ke atas)

Kelompok ini bakat dan keistimewaannya telah tampak sejak kecil.

Dan IQ (Intelegence Quatient) dapat diperoleh dari rumus :

MA = Mental Age, usia anak berdasarkan skor yang diperoleh

CA = Chronological Age, usia kronologis

Dari beberapa klasifikasi kecerdasarn, klasifikasi kecerdasan yang selalu sebagai acuan psikolog adalah klasifikasi menurut Gardner. Gardner dengan “Teori Multi Kecerdasan” mengatakan, bahwa “IQ tidak boleh dianggap sebagai gambaran mutlak, suatu entitas tunggal yang tetap yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas. Ungkapan yang tepat adalah bukan seberapa cerdas Anda, tetapi bagaimana Anda menjadi cerdas”. (2002: 58)

Setiap orang memiliki beberapa tipe kecerdasan. Gardner mendefinisikan kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar belakang budaya atau lebih. Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya. Dalam bukunya Frames of Mind Gardner menawarkan delapan jenis kecerdasan manusia, sebagai berikut :

Kecerdasan Linguistik (Bahasa). Kemampuan membaca, menulis dan berkomunikasi dengan kata-kata atau bahasa. Contoh orang yang memiliki kecerdasan linguistic adalah penulis, jurnalis, penyair, orator.

Kecerdasan Logis-Matematis. Kemampuan berpikir (bernalar) dan menghitung, berpikir logis dan sistematis. Ini adalah jenis keterampilan yang sangat dikembangkan pada diri insinyur, ilmuwan, ekonom, akuntan, detektif, dan para anggota profesi hukum.

Kecerdasan Visual-Spasial. Kemampuan berpikir menggunakan gambar, memvisualisasikan hasil masa depan. Membayangkan berbagai hal pada mata pikiran Anda. Orang yang memiliki jenis kecerdasan ini antara lain para arsitek, seniman, pemahat, pelaut, fotografer, dan perencana strategis.

Kecerdasan Musikal. Kemampuan menggubah atau mencipta musik, dapat menyanyi dengan baik, dapat memahami atau memainkan musik, serta menjaga ritme. Ini adalah bakat yang dimiliki oleh para musisi, composer, perekayasa rekaman.

Kecerdasan Kinestik-Tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh Anda secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk atau mengemukakan gagasan dan emosi. Kemampuan ini dimiliki oleh para atlet, seniman tari dan atau akting atau dalam bidang bangunan atau konstruksi.

Kecerdasan Interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Kecerdasan jenis ini biasanya dimiliki oleh para guru yang baik, fasilitator, penyembuh, polisi, pemuka agama dan waralaba.

Kecerdasan Intrapersonal. Kemampuan menganalis diri dan merenungkan diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang. Meninjau perilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, membuat rencana dan menyusun tujuan yang hendak dicapai, mengenal benar diri sendiri. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para filosif, penyuluh, pembimbing, dan banyak penampil puncak dalam setiap bidang.

Pada tahun 1996, Gardner memutuskan untuk menambahkan satu jensi kecerdasan kedelapan (yaitu kecerdasan naturalis), dan kendatipun banyak pendapat yang menentang, ada godaan untuk menambahkan yang kesembilan, yaitu kecerdasan spiritual.

Kecerdasan naturalis. Kemampuan mengenal flora dan fauna, melakukan penilaian-penilaian runtut dalam dunia kealaman, dan menggunakan kemampuan ini secara produktif misalnya berburu, bertani, atau melakukan penelitian biologi.

Kecerdasan hanyalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Manusia dapatp mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan dengan belajar menggunakan kemampuannya secara penuh.

Delapan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ini mengungkapkan kepada kita bahwa ada “banyak jendela menuju satu ruangan yang sama” di mana subjek-subjek pelajaran dapat didekati dari berbagai perspektif. Dan ketika orang mampu menggunakan bentuk-bentuk kecerdasan mereka yang paling kuat, mereka akan menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan.

D. Faktor Kreativitas dan Pengembangan dalam KBM

Bila didasrkan konsep Guilford melalui struktur intelektualnya, maka antara kreativitas dan hasil belajar berada pada porsi bersebarangan

a. Kreativitas ditopang oleh aspek berpikir divergen yang diuraikan dengan kemampuan memproduksinya sejumlah besar kemungkinnan pemecahan terhadap suatu masalah.

b. Kreativitas cenderung dilandasi oleh aspek berpikir konvergen yang menuntut sikap konfirmis.

Pengajaran SD dan SM rata-rata menekan pada penampilan rutin dan hafalan yang kurang relevansinya dengan masyarakat, misalnya sebagai berikut :

a) Anak kurang dilatih untuk memikirkan apa yang telah diperoleh

b) Anak tidak didorong

- Untuk mengajukan pertanyaan

- Untuk menggunakan daya imajinasinya.

- Untuk mengemukakan masalah-masalah sendiri

- Untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang non rutin,

- Atau tidak menunjukkan inisiatif

Bagaimana pengembangan kreativitas di Indonesia ?

Kreativitas tidak berarti banyak membantu dalam meraih keberhasilan akademik di sekolah.

Faktor-faktor kreativitas adalah :

a. Secara otomatis, tanpa rangsangan lingkungan yang javorable

b. Potensi dari dalam

c. Perbedaan tingkat kualitas kemampuan

Hal yang perlu diperhatikan untuk menunjang kreativitas :

a. Sikap sosial yang tidak menyenangkan harus dikurangi atau dihilangkan

b. Menciptakan kondisi-kondisi yang menyenangkan bagi pengembangan kreativitas anaksejak usia dini dalam kehidupannya

c. Mendorong anak untuk kreatif dan bebas

d. Mampu memberikan stimulasi anak untuk melakukan eksperimen dan eksplorasi

e. Keluarga mampu menstimulasi kreativitas anak dengan memberikan bimbingan dan dorongan

f. Biarkan anak mandiri

g. Pengasuh anak yang demokratik dan permisif

Pengalaman belajar yang dapat dikembangkan adalah :

a. Menciptakan tugas yang dikehendaki anak-anak

b. KBM harus dilandasi oleh rasa ingin tahu siswa, minat dan kepedulian anak serta motif intrinsik siswa

c. KBM diciptakan lagar anak dapat mengembangkan sensitivitasnya

d. Memberikan kelonggaran bagi anak untuk melakukan elaborasi dalam berpikir

e. Hindari perlaku juga mental dari guru dan kembangkan sikap apresiasi

f. Memungkinkan anak melakukan eksperimen sesuai dengan kebutuhan

g. Memberi kesempatan siswa untuk menentukan pilihannya sendiri

h. Hadapkan anak kepada persoalan riil dalam kehidupan sehari-hari

Sehingga dalam KBM, guru diharapkan :

a. Dapat menyajikan materi pelajaran

b. Menyiapkan berbagai media

c. Menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak

Membimbing Kreativitas Anak

Strategi-strategi terbaik untuk menolong anak agar lebih kreatif adalah sebagai berikut :

a. Buatlah anak terlibat dalam brain storming dan memunculkan sebanyak mungkin ide

b. Sediakabn lingkungan yang menstimulasi kreativitas anak

c. Jangan mengontrol secara berlebihan

d. Doronglah motivasi internal

e. Kenalkan anak dengan orang-orang kreatif

E. Kiat-Kiat Meningkatkan Kreativitas Anak

Kreativitas bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau. Menurut Colin Rose & Malcolm J.Nichol (2002: 275) dalam bukunya Accelerated Learning, “ menjadi kreatif tidak hanya berpangku tangan menunggu kilatan ilham. Kreativitas menuntut banyak usaha keras dan mensyaratkan persiapan matang.” Terlebih sekarang banyak sekali orang yang menulis cara-cara untuk menjadi kreatif, baik dalam bentuk literatur, permainan, peta pemikiran, dll. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas dilakukan sejak usia dini, tinjauan dan penelitian-penelitian tentang proses kreativitas, kondisi-kondisinya serta cara-cara yang dapat memupuk, merangsang, dan mengembangkannya menjadi sangat penting. Beberapa alasan mengapa kreativitas perlu dipupuk sejak dini :

a. Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan (mengaktualisasikan) dirinya, dan perwujudan/aktualitas diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia (Maslow, 1967). Kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.

b. Kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini kurang mendapat perhatian dalam pendidikan (Guilford, 1967)

c. Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat (bagi diri pribadi dan bagi lingkungan) tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu

d. Kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya

Kiat-kiat untuk memperoleh teknik-teknik kreativitas menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001: 321) dalam bukunya Quantum Learning adalah sebagai berikut :

Ingatlah sukses-sukses Anda di masa lalu. Jika Anda pernah berhasil (dan setiap manusia pasti pernah mengalami suatu waktu dalam hidupnya), Anda tahu-tahu bahwa akan mampu melakukannya lagi. Berhasil melakukan sesutu dalam hidupnya.

Yakinlah ini dapat menjadi terobosan. Jalani hari Anda dengan keyakinan bahwa sesuatu dapat terjadi untuk mengubah segalanya. Dengan cara itu, jika sesuatu benar-benar muncul, maka Anda akan siap menerimanya.

Latihlah kreativitas Ana dengan permainan mental. Otak Anda, seperti bagian tubuh lain Anda, berfungsi lebih lancar jika selalu dijaga dalam keadaan prima. Inilah beberapa saran untuk melakukannya :

a. Pikirkanlah penggunaan kembali barang-barang lama !

b. Lihatlah kejadian sehari-hari, dan susunan uraian kisah tentang peristiwa-peristiwa yang memunculkannya !

c. Isilah teka-teki silang dan permaian-permainan kata lainnya !

d. Temukan peribahasa-peribahasa yang dapat Anda gunakan untuk menjelaskan sesuatu kepada seseorang !

e. Pikirkanlah berbagai cara untuk mengatakan yal yang sama !

f. Tontonlah acara televisi dengan mematikan suaranya, dan cobalah memperkirakanapa yang dikatakan orang dalam acara itu !

Anda juga dapat mencoba salah satu dari banyak permainan mental yang ada di toko-toko buku.

Ingat bahwa kegagalan membawa keberhasilan. Banyak ilmuwan termasyhur dunia bergelut dalam solusi-solusi gagal yang tak terhitung jumlahnya sebelum menemukan satu yang berhasil. Beranilah untuk mengambil resiko salah agar mencapai keberhasilan.

Raihlah impian dan fantasi Anda. Seringkali mimpi dan fantasi merupakan hasil dari pikiran bawah sadar Anda yang bekerja untuk mendapatkan solusi suatu masalah. Berikan nilai untuk hal-hal tersebut, walaupun semua itu tampak tidak berhubungan karena gagasan-gagasan aneh dapat memunculkan solusi inovatif dan revolusioner.

Biarkan kesenangan memasuki kehidupan Anda. Bermainlah ! Ini membuat sifat anak-anak dalam diri Anda muncul dan memberikan wawasan segar. Anda pun akan menjadi lebih kreatif jika kehidupan Anda seimbang antara bekerja dan bermain.

Kumpulkan pengetahuan dari tempat lain. Ketika bekerja dengan situasi yang menantang, lihatlah tempat-tempat lain dalam kehidupan Anda dan cobalah untuk melihat kesamaan-kesamaannya. Mungkin sesuatu yang berhasil untuk suatu jenis masalah dapat digunakan untuk masalah yang sedang Anda hadapi saat ini.

Pandanglah situasi dari semua sisi. Bayangkan diri Anda secara fisik berada di bawah sedang menatap ke atas, dari atas melihat ke bawah, dari belakang melihat ke depan, dari dalam melihat ke luar, dan dari sudut pandang semua pihak yang terlibat. Hal ini membuat Anda mampu melihat situasi tersebut dari jendela-jendela baru dan dapat memberikan wawasan yang Anda butuhkan untuk pemecahan masalah secara kreatif.

Bersihkan pikiran Anda dari asumsi-asumsi. Asumsi dapat menyembunyikan solusi. Pikiran yang dibiarkan mengikuti aliran alamiahnya dapat menciptakan hal-hal baru yang menakjubkan.

Ubahlah posisi Anda sesering mungkin. Jika Anda duduk di belakang meja Anda, pergilah ke luar dan berbaringlah di atas rumput. Atau, jika Anda berada dalam ruang konferensi di kantor, bertukar tempatlah dengan orang lain atau berdirilah. Mengubah posisi Anda berarti mengubah pandangan Anda terhadap berbagai hal, dan perubahan posisi mungkin akan menghasilkan perubahan sikap mental.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selintas Mengenang Taufik H Mihardja …

Dwiki Setiyawan | | 27 August 2014 | 15:21

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 13 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 14 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: