Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Pendidikan Seni Musik di Anak SD

OPINI | 13 November 2010 | 07:06 Dibaca: 167   Komentar: 1   0

Pribadi seorang anak SD penuh dengan keceriaan, riang, dan masih senang dalam hal bermain. Oleh karena itu mengapa jika setiap hari anak harus bertemu dengan pelajaran yang menguras pikiran dan menurut mereka tidak ada waktu bermain, mereka akan merasa bosan. Sebenarnya ada berbagai cara yang dapat dilakukan dalam mengajar supaya anak tidak jenuh. Cara tersebut tidak perlu saya sampaikan karena saya yakin para pembaca sudah lebih menguasai itu semua. Dari beberapa cara tersebut salah satunya adalah dengan musik.

Bagaimana bisa musik itu membantu siswa dalam hal belajar???? Musik adalah pelajaran yang memberi kebebasan kepada siswa. Kebebasan dalam gerak misalnya, musik tidak sekedar mendengarkan tetapi juga bergerak sesuai irama. Musik tidak hanya diajarkan ketika ada pelajaran musik atau kalau di SD disebut SBK. Musik dapat juga dilaksanakan sewaktu - waktu dalam pelajaran lain supaya anak  tidak bosan. Pada kenyataannya di SD pelajaran musik sangat kurang sekali mendapatkan perhatian dari guru. Apakah karena waktu yang tidak ada ataukah karena kemampuan yang belum ada???

Waktu selalu ada dan bahkan mungkin lebih jika kita manfaatkan dengan baik. Sedangkan masalah kemampuan ini yang perlu kita lihat kembali,,,mungkin seperti saya sendiri yang dari SD sampai SMA belum pernah mendapatkan materi Musik selengkap sekarang ya akibatnya begitu sekarang menjumpai musik langsung merasa takut dan sebagainya. Jika hal tersebut terus - menerus secara turun - temurun terjadi pada generasi muda kita bagaimana mereka bisa menjaga kebudayaan Indonesia ini???

Mari kawan -kawan kita bersama -sama melestarikan budaya Indonesia demi masa depan kita bersama. Mari di tempat kita mengabdikan diri, selalu kita mulai pelajaran dengan menyanyikan lagu - lagu nasional ataupun lagu anak- anak agar anak bangsa tidak hanya pandai lagu - lagu orang dewasa namun juga mereka dapat menyanyikan lagu - lagu anak sesuai dengan perkembangan fisik dan jiwa mereka sebagai anak,,,

maaf pak baru masuk karena baru bisa caranya,,,,padahal nulisnya sudah lama,,

terima kasih pak,,

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 3 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 6 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Ngapain Garuda Minta Maaf ke Ahmad Dhani? …

Ifani | 11 jam lalu

Lawan Lupa Komnas HAM, Antasari Harus Dibela …

Berthy B Rahawarin | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: