Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Eni B_r

namaQ Eni Barokatur R.. Q adalah mahasiswi UNS Surakarta. orang tua adalah motivasi saya yang paling selengkapnya

Perkembangan dan Pertumbuhan dalam Kaitannya dengan Optimalisasi Belajar

OPINI | 16 November 2010 | 14:09 Dibaca: 604   Komentar: 0   0

PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Perkembangan dan pertumbuhan anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks. Artinya banyak faktor yang berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Baik unsur - unsur bawaan maupun unsur - unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama - sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan anak tersebut.

Pertumbuhan merupakan pola perubahan yang dialami individu yang perubahannya terbatas pada perubahan fisik yang terjadi pada masa tertentu serta perubahannya akan berhenti saat manusia telah mencapai kematangannya. Pertumbuhan juga mengandung arti adanya perubahan jumlah, ukuran dan fungsi - fungsi mental yang telah ada. Pertumbuhan mencakup perubahan - perubahan yang bersifat evolusi ( perubahan menuju ke arah yang lebih maju ).

Perkembangan merupakan proses perubahan yang berhubungan dengan kejiwaan individu yang perubahan - perubahan tersebut biasanya melahirkan tingkah laku yang bisa diamati, walaupun tidak bisa diukur seperti yang terjadi pada perubahan jasmani. Perkembangan berlangsung secara teratur dan terus - menerus sejak lahir sampai akhir hayat. Perkembangan juga mengandung arti adanya pemunculan hal-hal dan atau sifat - sifat baru yang berbeda dari sebelumnya. Perkembangan tidak hanya bersifat evolusi, tetapi juga mencakup perubahan - perubahan yang bersifat involusi ( penurunan dan perusakan menuju kematian ).

Pada hakikatnya, perkembangan itu berlangsung secara bertahap, dan setiap tahap perkembangan saling berkaitan. Tahap berikutnya akan berhasil apabila individu sudah menguasai tahap perkembangan sebelumnya. Setiap imdividu mempunyai tahap-tahap perkembanan yang berbeda - beda. Ada yang cepat dan ada yang lambat.

Tahap - tahap dan tugas perkembangan dimulai dari bayi. Dimana pada masa ini, bayi masih sangat bergantung pada orang lain. Segala kebutuhannya harus dipenuhi. Bayi baru menghayati objek - objek yang ada di luar dirinya dan baru melatih fungsi - fungsi motoriknya. Yang berikutnya yaitu masa anak. Masa ini merupakan masa pengenlan dunia luar. Anak mulai memisahkan diri dan bergerak bebas. Pada masa ini, anak mulai bersosialisasi dengan lingkungan dan bermain dengan teman sebayanya. Dapat diterima oleh teman sepermainan adalah hal yang penting. Setelah masa anak berakhir, manusia akan mengalami masa remaja yang biasa disebut sebagai masa transisi atau masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Puncak perubahan fisik terjadi pada masa ini. Hubungan sosial sering berubah -ubah, karena mulai menacri identitas dirinya. Masa ini juga bisa dikatakan sebagai masa negatif, karena tingkah laku yang cenderung negatif. Ketidakstabilan emosi dan hal - hal lain terjadi pada masa ini. Tahap perkembangan berikutnya adalah masa dewasa. Masa dewasa merupakan puncak kejayaan hidup manusia. Pada masa ini, manusia mulai memikiran masa depannya. Merubah pola hidup dan membangun sebuah rumah tangga adalah yang ingin dan harus dicapai pada masa ini. Tahapan yang terakhir yaitu masa tua, masa dimana produktivitas manusia mulai menurun, bahkan hilang. Biasanya pada masa ini manusia sudah tidak begitu memikirkan hal - hal yang brsifat keduniawian. Mereka lebih memilih untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Secara spesifik, prinsip perkembangan dapat diartikan sebagai “kaidah atau patokan” yang mempunyai kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan atau patokan generalisasi mengenai sebab akibat terjadinya perkembangan dalam diri manusia.

Perkembangan tidak hanya terpaut pada arti tumbuh, tetapi juga mencakup perubahan yang bersifat progresif, teratur, koheren dan berkesinambungan. Di dalam perkembangan terdapat masa peka, yaitu masa dimana fungsi jasmani maupun rohaninya dapat berkembang cepat jika berlatih dengan baik, teratur dan kontinu.

Setiap individu mepunyai ciri - ciri atau karakteristik yang berbeda - beda. Begitu pula dengan perkembangan, perkembangan tiap individu tidak mungkin bisa sama benar. Perkembangan juga tidak selamanya tetap, adakalanya naik dan adakalanya turun.

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk - makhluk yang lainnya. Manusia mempunyai potensi untuk berkembang dan meningkatkan kehidupannya, baik secara fisik maupun psikis.

Perkembangan yang terjadi pada manusia dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor genetik ( bawaan ) dan faktor lingkungan. Kedua faktor tersebut sangat penting untuk dipelajari dan dipahami untuk mengeahui proses perkembangan anak. Dalam perkembangan manusia, faktor genetik merupakan faktor bawaan yang diwariskan oleh satu generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan faktor lingkungan yaitu faktor yang diperoleh dari hasil rangsangan indra dan hasil dari proses interaksi dengan lingkungan serta dalam pergaulan.

Di dalam psikologi, ada beberapa aliran yang diyakini para ahli dalam berpendapat tentang perkembangan dan pertumbuhan. Aliran - aliran tersebut yaitu :

1. Aliran Nativisme / Aliran Pembawaan

Aliran ini berkeyakinan bahwa factor yang mempengaruhi perkembangan adalah factor bawaan yang sudah dibawa sejak lahir. Sedangkan lingkungan tidak berarti apa - apa. Menurut aliran ini, manusia yang lahir telah memiliki bakat dan pembawaan baik dari keturunannya yang dulu atau ditakdirkan.

2. Aliran Empirisme / Aliran Lingkungan

Aliran empirisme berpendapat bahwa perkembangan manusia semata - mata hanya dipengaruhi oleh factor lingkungan. Sedangkan factor bawaan (bakat) tidak ada pengaruhnya bagi perkembangan. Lingkungan bias menentukan bagaimana sifat, perilaku anak, jika lingkungan mendukung, sikap anak juga akan baik begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, peran orang tua sangat vital untuk menentukan hidup dan masa depan anak.

3. Aliran Konvergensi / Aliran Persesuaian

Aliran ini merupakan gabungan dari aliran nativisme dan aliran empirisme. Aliran ini berpendapat bahwa factor lingkungan dan factor bawaan merupakan factor - factor yang paling penting dalam mempengaruhi perkembangan manusia. Kedua factor ini saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Factor bawaan tidak berarti apa - apa tanpa adanya factor lingkungan. Begitu juga sebaliknya, factor lingkungan tidak akan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki manusia seperti yang diharapkan tanpa adanya factor bawaan.

4. Aliran Asosiasi

Menurut aliran asosiasi, prosesi psikologi adalah “Asosiasi Ide”. Unsure atau elemen terkecil dari jiwa manusia adalah Simple idea. Simple idea bukan merupakan sesuatu yang dibawa sejak lahir, namun merupakan hasil yang diperoleh manusia.

5. Aliran Gestalt

Berasal dari bahasa Jerman yang berarti menggambarkan konfigurasi atau bentuk yang utuh. Gestalt berupa objek yang berbeda dari jumlah bagian-bagiannya menunjukan premis dasar system psikologi yang mengonseptualisasi berbagai peristiwa psikologi sebagai fenomena yang terorganisasi utuh dan logis. Tujuan psikologi Gestalt adalah menyelidiki organisasi aktivitas mental dan mengetahui secara tepat karakteristik interaksi manusia dengan lingkungan.

6. Aliran Psikologi Kognitif

Aliran kognitif dikembangkan oleh Jeant Piget. Teori ini berpendapat bahwa perkembangan kemampuan kognitif terjadi melalui suatu tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Menurut teori ini, proses belajar akan berjalan dengan baik apabila materi pelajaran baru yang disampaikan oleh pendidik dapat beradaptasi dan mudah diterima secara pas dengan pola fikir yang sudah dimiliki oleh para siswa.

Implikasi Aliran Psikologi Kognitif dalam pembelajaran antara lain, guru harus memahami proses belajar yang digunakan oleh anak dan memaklumi setiap perbedaan individu, serta mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar serta mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi.

7. Aliran konstruktivisme

Aliran konstruktivisme adalah salah satu filsafat yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan kita sendiri. Konstruktivisme menekankan perkembangan konsep dan pengetahuan yang mendalam. Suatu pengetahuan dianggap benar apabilapengetahuan itu berguna untuk mengahadapi dan memecahkan persoalan atau fenomena yang sesuai. Pengetahuan tidak bisa ditransfer begitu saja, melainkan harus diinterpretasikan sendiri oleh masing - masing individu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 12 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 21 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: